Pengelolaan Persediaan Perusahaan pada PT. Daun Buah Kaltim di Samarinda

 

Artikel Ilmiah

Pengelolaan persediaan Perusahaan pada PT. Daun Buah Kaltim di Samarinda

 



Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, SE, M.si

 

Disusun Oleh :

Kelompok 11

1. Asifah Elsa Nurahma Lubis (43220010001)

2. Amartia Rachmawati (43220010086)

3. Firda Ainun Fadillah (43220010002)

4. Meisa Arifah (43220010080)

5. Zelika azzahra (43220010005)

 

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

      2020





Abstrak

Artikel Ilmiah dengan materi “Pengelolaan Persediaan Perusahaan” dengan tujuan untuk mengetahui jumlah coklat oleh perusahaan. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini Akuntansi Persediaan meliputi pengertian, tujuan & fungsi persediaan dan metode pencatatan & penilaian persediaan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari objek penelitian yaitu PT. Daun Buah Kaltim. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ilmiah ini yaitu pengumpulan informasi dari berbagai sumber media online di internet.

 


 

Pendahuluan

Melihat keadaan perekonomian sekarang ini maka setiap perusahan baik perusahaan swasta, baik yang bergerak di bidang jasa, manufaktur maupun dagang dituntut untuk selalu bisa eksis dalam memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen. Untuk itu, salah satu hal yang menunjang perusahaan itu untuk tetap bisa eksis dalam bisnis yang dikelolanya yaitu pengelolaan persediaan. Tanpa adanya persediaan yang memadai maka para pengusaha akan dihadapkan pada resiko bahwa suatu saat perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Hal seperti ini bisa terjadi karena tidak selamanya barang dan jasa yang diperlukan bisa tersedia setiap saat, ini berarti jika suatu saat perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang seharusnya ia dapatkan. Untuk itu, maka pengelolaan persediaan sangat diperlukan untuk menunjang kelangsungan supply terhadap konsumen dan menjadi sumber bagi perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Jadi, persediaan sangat penting bagi setiap perusahaan.

Kurang bagusnya pengelolaan persediaan yang dilakukan perusahaan akan berdampak terhadap tidak terpenuhinya permintaan konsumen, hal ini terjadi akibat kurangnya persediaan. Bisa terjadi akibat permintaan yang sewaktu-waktu meningkat atau kurang tepat dalam melakukan pengelolaan persediaan.

Sebagai perusahaan distributor seharusnya dapat memafaatkan peluang bisnis ini dengan selalu berupaya untuk membentuk persediaan gina memenuhi permintaan pasar. Dengan mengadakan persediaan, perusahaan sekaligus dapat menjamin kelangsungan kegiatan usahanya secara maksimal serta dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan dan kelompok konsumen lainnya.

Setiap perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran tidak terlepaskan kebutuhan barang-barang dagangan yang menjadi faktor utama dalam menunjang jalannya aktifitas pemasaran perusahaan.

 



Literatur Teori

Pengelolaan persediaan merupakan kegiatan dari urutan kegiatan yang bertautan satu dengan lainnya dalam seluruh operasi produksi perusahaan sesuai dengan operasi yang direncanakan baik dalam waktu, jumlah, kualitas maupun biayanya.

Pengelolaan persediaan menurut beberapa ahli, diantaranya :

·         Menurut Arthur J. Keown, David F. Scott, John D. Martin dan J. Willian Petty (2000:748)

Manajemen persediaan adalah pengontrolan asset digunakan dalam proses produksi atau diproduksi dijual dengan jalan normal dalam operasi perusahaan. Pentingnya manajemen persediaan bagi perusahaan tergantung pada besarnya investasi persediaan.

·         menurut Zulian Yamit (2003:10), menerangkan bahwa :

Tujuan manajemen persediaan adalah meminimumkan biaya, oleh karena itu perusahaan perlu mengadakan analisis untuk menentukan tingkat persediaan yang dapat meminimumkan biaya atau paling ekonomis.

·         menurut Manahan P. Tampubolon (2005:86), menerangkan  bahwa tujuan menyimpan persediaan adalah

1.    Penyimpanan barang diperlukan agar korporasi dapat memenuhi pesanan pelanggan secara cepat dan tepat waktu.

2.    Untuk berjaga – jaga pada saat barang di pasar sukar diperoleh, pengecualian pada saat musim panen tiba.

3.    Untuk menekan harga pokok per unit barang.

Fungsi pengelolaan persediaan

Pengelolaan persediaan merupakan proses pengelolaan atau pengaturan persediaan barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dijual kepada konsumen. Pengelolaan atau pengaturan persediaan barang tersebut dimulai dari cara mendapatkan persediaan barang, penyimpanan persediaan barang yang dilakukan, serta proses keluarnya persediaan barang tersebut untuk ditujukan kepada konsumen.

 

Dalam mengurus manajemen persediaan, hal yang harus diurus yaitu pengelolaan bahan baku, barang dagang, barang yang diproses, dan barang yang di-supply pada sebuah perusahaan. Diterapkannya manajemen persediaan dalam suatu perusahaan bertujuan untuk memaksimalkan pengelolaan persediaan barang yang ada dengan biaya seminimal mungkin sehingga membantu perusahaan agar mendapatkan laba yang besar. Tujuan lain diterapkannya manajemen persediaan adalah sebagai berikut:

Tujuan Pengelolaan Persediaan

·         Kemudahan dalam memastikan adanya persediaan melalui.

·         Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian.

·         Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran.

·         Menghilangkan atau mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan.

·         Memberikan kemudahan dalam menyesuaikan dengan jadwal produksi.

·         Menghilangkan atau mengurangi resiko kenaikan harga.

·         Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman.

·         Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.

·         Mendapatkan keuntungan dari quantity discount.

·         Komitmen terhadap pelanggan.

 



Pembahasan

 

1.     Persediaan buah kaltim

Ditinjau dari segi bahasa, Akuntansi berasal memperhitungkan Account diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Akun atau perkiraan. Dalam arti yang luas, Pengukuran dan komunikasi dari informasi ± informasi Ekonomi untuk menghasilkan pertimbangan dan keputusan keputusan dari pemakai informasi tersebut. Ditinjau dari segi prosedur, Akuntansi adalah suatu teknik atau seni untuk mencatat, menggolongkan dan Menyimpulkan transaksitransaksi atau kejadian yang mempunyai sifat keuangan dalam nilai mata uang serta Menganalisis hasil dari teknik tersebut. Pengertian Akuntansi ditinjau dari segi proses akuntansi, menurut Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Yogyakarta Mardiasmo (2000) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan-pelaporan transaksi - transaksi keuangan suatu organisasi dengan cara tertentu yang sistematis, serta penafsiran terhadap hasilnya. Berdasarkan pengertian tersebut diatas, akuntansi merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi: pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan dengan cara-cara tertentu yang waktu yang tepat.Mengendalikan persediaan yang tepat bukan hal yang mudah. Apabila jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan timbulnya dana menganggur yang besar (yang tertanam dalam persediaan), meningkatnya biaya penyimpanan, dan resiko kerusakan barang yang lebih besar.

Namun, jika persediaan terlalu sedikit mengakibatkan resiko terjadinya kekurangan persediaan (stock out) karena seringkah bahan/barang tidak dapat didatangkan secara mendadak dan sebesar yang dibutuhkan, yang menyebabkan terhentinya proses produksi, tertundanya keuntungan, bahkan hilangnya pelanggan. Sebagaimana keputusan manajemen operasi lainnya, kebijakan yang paling efektif dengan mencapai keseimbangan diantara berbagai kepentingan dalam perusahaan. Pengendalian persediaan harus dilakukan sedemikian rupa agar dapat melayani kebutuhan bahan/bahan dengan tepat dan biaya yang rendah.Pengertian dari pada persediaan barang dalam hal ini adalah sebagai suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal atau persediaan barang- barang yang masih dalam pengeijaan/proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.Jadi persediaan merupakan sejumlah bahan-bahan yang disediakan dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi serta barang jadi / produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen atau langganan setiap waktu. Secara praktis semua hal-hal atau barang yang sifatnya berwujud, termasuk dalam kelompok persediaan ini ada suatu saat lainnya, bensin, minyak, oli, atau bahan- bahan lain yang sejenis adalah merupakan persediaan bagi perusahaan.

 

2.    Pengertian Persediaan

Sebagai salah satu asset penting dalam perusahaan - karena mempunyai nilai yang cukup besar dan mempunyai pengaruh terhadap besar kecilnya biaya operasi perencanaan dan pengendalian, persedian merupakan suatu kegiatan penting yang mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan. Freddy Rangkuti (2001:11) persediaan adalah:Suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengeijaan/proses produksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi. S. Munawir (2003:16) adalah sebagai berikut:Persediaan adalah semua barang-barang yang dipercadangkan sampai pada tanggal neraca masih digudang atau barang yang belum laku dijual.Untuk perusahaan yang memperoduksi barang maka persediaan yang dimiliki meliputi: persediaan barang mentah, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Menurut Charles A. TafF dalam Handoko Hani (2001:121) persediaan adalah terdiri dari sejumlah produk yang relative kecil, yang dapat menyederhanakan pengendalian persediaan yang lainnya terdiri dari banyak sekali produk. Dari pengertian tersebut diatas dapat dikatakan bahwa persediaan barang atau bahan yang disimpan dalam jumlah yang relative kecil atau banyak untuk memenuhi tujuan proses produksi, perakitan, dijual kembali, dan untuk suku cadang dari suatu peralatan mesin. Sistem pengendalian persediaan barang dapat didefinisasikan sebagai serangkaian kebijakan pengendalian untuk menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan pesanan untuk menambah persediaan harus dilakukan dan berapa besar pesanan yang harus diadakan. Sistem ini menentukan dan menjamin teijadinya persediaan yang tepat dalam kuantitas adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi dan perakitan, untuk dijual kembali, dan untuk suku cadang dari suatu peralatan atau mesin. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, suku cadang. Dari pengertian diatas dapat disumpulkan bahwa persediaan yang terdapat didalam perusahaan merupakan bagian dari Asset (kekayaan) perusahaan. Oleh karena asset merpakan bagian dari kekayaan, maka pimpinan perusahaan sangat berkepentingan untuk memantaunya. Pemantauan ini bertujuan untuk menjaganya dari kehilangan dan menjaganya agar selalu tersedia sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Mencegah timbulnya kehilangan persediaan dan menjaga tersedianya persediaan bahan baku untuk menjamin kelancaran operasi perusahaan adalah merupakan adalah salah satu tugas manajemen.Pangestu Subagjo, dkk (2000:206) menyatakan bahwa Fungsi Persediaan adalah menyimpan untuk melayani kebutuhan perusahaan akan bahan mentah/barang jadi dari waktu ke waktu. Untuk perusahaan yang memperoduksi barang maka persediaan yang dimiliki meliputi: persediaan barang mentah, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi atau persediaan yang tersisa dalam suatu periode. Persediaan merupakan pos yang sangat berarti dalam aktiva lancar. Hal itu menyebabkan metode penilaian persediaan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, agar dapat melayani kebutuhan. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka hipotesis yang diajukan adalah

“pengelolaan persediaan coklat pada PT. Buah kaltim di Samarinda belum optimal”

 

3.    Metode dalam penentuan nilai persediaan

Metode yang dapat kita pergunakan PT Buah Kaltim. Yaitu :

1.    Metode FIFO ( First In First Out )
Dalam metode ini, barang yang pertama kali masuk dianggap dijual terlebih dahulu. Jadi harga barang yang masih tersisa di persediaan kita adalah barang-barang yang terakhir dibeli oleh kita.

2.    Metode LIFO ( Last In First Out )
Metode ini merupakan kebalikan dari metode yang pertama disebutkan diatas. Jadi barang yang pertama kali dijual justu adalah barang yang terakhir kali dibeli. Dan barang yang masih ada di persediaan kita adalah barang-barang yang pertama kali kita beli.

3.    Metode rata-rata ( Average Method )
Nilai persediaan barang yang ada di unit usaha kita dihitung berdasarkan harga rata-rata pembelian. Dalam metode ini terdapat dua cara penghitungan yang berbeda.

·         Rata-rata sederhana, Nilai rata-rata ditentukan dari rata-rata harga beli barang secara global.

·         Rata-rata tertimbang, niali rata-rata per unit

4.    Metode idetifikasi khusus.
Dalam metode ini penilaian barang sesuai dengan nilai masing-masing jenis barang yang ada. Jadi dalam metode ini setiap barang haruslah jelas darimana asal-usulnya serta harga yang diperoleh ketika pembelian barang tersebut.

5.    SISTEM PENILAIAN PERSEDIAAN

A.   PENILAIAN PERSEDIAAN DENGAN SISTEM FISIK ( PEREODIK)

Untuk menentukan nilai persediaan barang pada akhir periode menurut system pisik adalah sebagai berikut :

·        Metode MPKP ( FIFO )

Dalam metode ini, barang yang lebih dulu masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk belakangan. Jadi harga pokok barang yang keluar (dijual) dihitung berdasarkan harga barang yang dibeli lebih dahulu, sesuai dengan jumlah pembeliannya. Atau dengan kata lain nilai persediaan akhir barang didasarkan pada harga barang yang dibeli terakhir, sesuai dengan jumlah unitnya. 

 

·        Metode MPKP ( LIFO )

Dalam metode ini, barang yang terakhir masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk lebih awal. Sehingga harga pokok barang yang terjual dihitung berdasarkan pada harga barang yang dibeli terakhir sesuai dengan jumlah unitnya, atau nilai persediaan barnag didasarkan pada harga barang yang dibeli pada awal, sesuai dengan jumlah unitnya.

 

·        Metode Tanda Pengenal Khusus

Dalam metode tanda pengenal khusus ( specific identification ) setiap barang yang dibeli atau yang masuk diberi kode / tanda pengenal yang menunjukkan harga per satuan sesuai faktur yang diterima. Pada metode ini sudah jelas harga per satuannya Dengan demikian untuk mengetahui jumlah atau nilai persediaan pada akhir periode tinggal mengalikan jumlah barang yang masih ada dengan harga yang tercantum dalam etiket barang tersebut.

·        Metode RataRata

 

a. Metode RataRata Sederhana

Dalam metode ini harga barang ditentukan dengan cara membagi jumlah harga beli per satuan setiap transaksi pembelian dan persediaan awal dengan frekwensi pembelian dan persediaan awal periode.

 

b. Metode Rata-Rata Tertimbang

Dalam metode ini harga barang ditentukan dengan cara membagi jumlah harga barang yang tersedia untuk dijual yakni jumlah persediaan awal ditambah jumlah pembelian dengan kuantitas barang tersebut

B.   PENILAIAN PERSEDIAAN DENGAN SISTEM PERPETUAL

Dalam sistem perpetual setiap terjadi mutasi persediaan dicatat dalam akun persediaan. Metode penilaian persediaan digunakan pada saat terjadi transaksi penjualan, dengan membuat Kartu Persediaan Barang secara lengkap yang memuat kuantitas, harga satuan, jumlah harga baik untuk lajur masuk, keluar, maupun sisa. Kartu persediaan tersebut sebagai buku pembantu untuk tiap macam barang digunakan atau yang dijual. Sehingga apabila perusahaan memiliki 15 jenis barang, maka harus membuat Kartu Persediaan barang sebanyak 15.

Metode penilaian persediaan dalam pencatatan secara perpetual sebagai berikut :

1.    Metode RataRata bergerak ( Moving Average )

Dalam metode ini, harga beli ratarata dihitung setiap terjadi transaksi pembelian. Harga pokok penjualan per satuan didasarkan pada harga ratarata pada saat terjadi transaksi penjualan.

2.    Metode FIFO

Metode ini beranggapan barang yang ada paling awal dianggap dijual paling awal juga. Perbedaanya adalah dalam metode perpetual perhitungan harga pokok dilakukan pada saat terjadi penjualan.

3.    Metode LIFO

Pada metode ini barang yang terakhir dibeli dianggap dijual lebih dahulu. Harga pokok dihitung pada saat terjadi penjualan

 

 

 

Kesimpulan 

Persediaan (inventory), adalah meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan untuk dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal perusahaan. Aktiva lain yang dimiliki perusahaan, tetapi tidak untuk dijual atau dikonsumsi tidak termasuk dalam klasifikasi persediaan. Persediaan merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan.

1. Pengelolaan Persediaan Coklat PT. Daun Buah Kaltim belum optimal.

2. Persediaan kertas optimal sesuai hasil perhitungan EOQ sebanyak 13.228 kg setiap kali pemesanan.

3. Frekwensi melakukan pesanan 5 kali dalam setahun.

4. Total biaya pesanan sebanyak Rp 2.773.940.


 


Daftar Pustaka

Assauri S. 2001. Manajemen Produksi dan Operasi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Admaja Setia Lukas, 2000. Riset Operasi, Edisi Ke Enam. Penerbit Salemba Empat Jakarta.

http://pengertianmenurutahli.blogspot.com/2013/06/manajemen-persediaan.html

https://media.neliti.com/media/publications/30480-ID-analisis-pengelolaan-persediaan-pada-pt-daun-buah-kaltim-di-samarinda.pdf

https://ukirama.com/blogs/fungsi-manajemen-persediaan-stock-management-pada-perusahaan-dagang

http://erisetyo21.blogspot.com/2015/02/makalah-akuntansi-persediaan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian dan Perhitungan Harga Saham Pada PT Unilever Indonesia Tbk.

Artikel Ilmiah ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015