Artikel Ilmiah

Konsep Manajemen Keuangan pada PT. Asuransi Asei Indonesia



Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, SE, M.si

 

Disusun Oleh :

Kelompok 11

1. Asifah Elsa Nurahma Lubis (43220010001)

2. Amartia Rachmawati (43220010086)

3. Firda Ainun Fadillah (43220010002)

4. Meisa Arifah (43220010080)

5. Zelika azzahra (43220010005)

 

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

2020





ABSTRAK

           

Artikel ilmiah dengan materi “Konsep Manajemen Keuangan pada Organisasi Bisnis” ini membahas tentang Manajemen Keuangan secara keseluruhan mulai dari pengertian, prinsip, tujuan, dan fungsi Manajemen Keuangan serta implementasi konsep Manajemen Keuangan pada perusahaan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ilmiah ini yaitu pengumpulan informasi dari berbagai sumber media online di internet.

Manajemen keuangan merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu ekonomi, yang mempunyai beberapa fungsi, dimana fungsi tersebut akan diaplikasikan dalam aktivitas atau operasional perusahaan. Manajemen keuangan perusahaan adalah bagian penting perusahaan yang membuat perusahaan bisa terus berjalan. Karena apabila suatu perusahaan tidak memiliki manajemen keuangan yang baik, maka akan memepengaruhi perkembangan perusahaan tersebut. Dalam praktiknya, manajemen keuangan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsipnya agar menciptakan manajemen yang baik.

 


 

PENDAHULUAN

Setiap perusahaan pastinya memulai usaha yang bertujuan untuk menghasilkan laba semaksimal mungkin dari kegiatan bisnisnya, setiap perusahaan berusaha dan bersaing untuk membuat inovasi produk terbaru agar produk terbarunya menarik perhatian konsumen sehingga membeli dan menggunakannya.

Keuangan dalam sebuah perusahaan merupakan pondasi yang kuat untuk terbangunnya sebuah perusahaan. Dalam keuangan pemasukan dan pengeluaran harus jelas karena jika penggunaan uang dilakukan dengan sewenang-wenang tentu akan memberikan dampak buruk. Dalam sebuah perusahaan pasti dibutuhkan bidang sendiri untuk mengurus bagian keuangan yang bisa disebut dengan manajemen keuangan.

Manajemen keuangan merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu ekonomi, yang mempunyai beberapa fungsi, dimana fungsi tersebut akan diaplikasikan dalam aktivitas atau operasional perusahaan setelah melalui proses pengambilan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan sumber pendanaan dan pengalokasian dana tersebut, serta pengelolaan dan perimbangan seperti pada kas, piutang, persediaan, efek jangka pendek, utang jangka panjang modal sendiri, saham, dan obligasi yang semua itu perlu perencananan yang matang, pengelolaan, pengkajian, pengawasan, penilaian, dan evaluasi dan setiap komponen tersebut agar terjadi suatu sinergi yang akurat sehingga dapat menggiring kepada pencapaian tujuan perusahaan yaitu profit yang maksimal, biaya dan resiko yang minimal.

Manajemen keuangan sangat dibutuhkan dan sesuatu hal yang penting dalam setiap perusahaan apapun jenis perusahaannya. Dengan adanya manajemen keuangan tersebut, bisnis yang dijalankan oleh sebuah perusahaan dapat berjalan secara maksimal sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang besar.Dengan adanya manajemen keuangan yang maksimal, perusahaan dapat mengetahui aset mana yang akan menghasilkan pendapatan bagi perusahaan saat melakukan pembelian aset tersebut. Perusahaan yang memiliki manajemen yang baik akan memiliki pengelolaan keuangan atau kas yang baik. Selain itu manajemen keuangan dapat membantu perencanaan pajak pada sebuah perusahaan dan sangat berpengaruh untuk menjaga biaya agar tetap rendah.

 


LITERATUR TEORI

Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakan se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba, atau dapat juga dikatakan bahwa manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. 

Manajemen Keuangan menurut beberapa ahli, diantaranya:

1.      Menurut Musthafa (2017:3)

Manajemen Keuangan menjelaskan tentang beberapa keputusan yang harus dilakukan, yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan atau keputusan pemenuhan kebutuhan dana, dan keputusan kebijakan dividen.

2.      Menurut Sartono (2011:50)

Istilah Manajemen Keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. Pelaksana dari manajemen keuangan adalah manajer keuangan. Meskipun fungsi seorang manajer keuangan setiap organisasi belum tentu sama, namun pada prinsipnya fungsi utama seorang manajer keuangan adalah merencanakan, mencari, dan memanfaatkan dengan berbagai cara untuk memaksimumkan efisiensi (daya guna) dari operasi-operasi perusahaan.  

3.      Menurut Darsono (2011:101)

Manajemen Keuangan merupakan aktivitas pemilik dan meminjam perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakan se-efektif, se-efisien, dan se-ekonomis mungkin untuk menghasilkan laba.

Manajemen Keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas, diantaranya:

·         Allocation of Fund (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana tersebut berbentuk Financial Assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilaipasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, contohnya saham, sertifikat deposito, atau obligasi, serta real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata, contohnya tanah, bangunan, dan peralatan.

·         Raising of Fund (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen.

·         Manajemen assets (aktivitas pengolahan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola se-efisien mungkin.

4.      Menurut Sutrisno (2009:2)

Sutrisno mengartikan bahwa Manajemen Keuangan sebagai segala aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan dana dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien.

5.      Menurut Bringham dan Kasmir (2010:7)

Manajemen Keuangan adalah seni (art) dan ilmu (science), untuk mengelola uang yang meliputi proses, lembaga, pasar, dan instrument yang terlibat dengan masalah transfer uang di antara individu, bisnis, dan pemerintah.


 

PEMBAHASAN

1.    Pengertian Manajemen Keuangan

Banyak pengertian dan teori yang menjelaskan tentang manajemen keuangan. Namun menurut ahli, J.F Brandley, manajemen keuangan bagian dari manajemen bisnis. Beliau meneruskan, aktivitas manajemen keuangan adalah aktivitas pengelolaan sumber daya yang ada dan dilakukan secara cermat sehingga pengeluaran yang dilakukan sejalan dengan tujuan bisnis.

Sedikit berbeda dari pandangan J.F Brandley, Joseph Massie melihat financial management sebagai metode pengelolaan sumber daya yang efektif untuk mendapatkan proses yang efisien.  Sedangkan Guthman dan Dougal dalam bukunya Corporate Financial, mengatakan bahwa manajemen keuangan adalah keseluruhan yang menyangkut perencanaan, pengawasan, pengembangan, dan administrasi keuangan yang digunakan pada bisnis.

2.    Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan bukan hanya berkutat pada seputar pencatatan akutansi. Dia merupakan bagian penting dari manajemen program  dan tidak boleh dipandang sebagai suatu aktivitas tersendiri yang  menjadi bagian dari pekerjaan orang keuangan. Terdapat 7 prinsip manajemen keuangan yang perlu diketahui, diantaranya:

1)        Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat dalam individu, kelompok, atau perusahaan untuk menyebutkan bagaimana dana, alat-alat, atau wewenang yang diberikan pihak ketiga, apakah dana tersebut sudah dipakai dan digunakan? Dan digunakan untuk apa? Perusahaan harus bisa menyebutkan bagaimana mereka memakai asal dananya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban pada orang yang berkepentingan serta penerima manfaat. Semua yang berkepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

2)        Konsistensi (Consistency)

Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan pada organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu pertanda bahwa terdapat manipulasi dalam pengelolaan keuangan.

3)        Kelangsungan Hidup (Viability)

Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat strategi hingga operasional wajib sejalan atau disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan strateginya dan memenuhi kebutuhan keuangan.

4)        Transparansi (Transparency)

Perusahaan harus terbuka mengenai pekerjaannya, menyediakan informasi yang berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para orang yang berkepentingan. Termasuk didalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu, serta dapat diakses dengan mudah oleh para manajemen yang berkepentingan dan penerima manfaat. Apabila perusahaan tidak transparan, hal ini menandakan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

5)        Standar Akuntansi (Accounting Standards)

Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan perusahaan harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Hal ini berarti setiap akuntan di seluruh dunia dapat sepaham dan mengerti sistem yang digunakan.

6)        Integritas (Integrity)

Dalam melaksanakan aktivitas operasionalnya, individu yang terlibat wajib  memiliki integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.

7)        Pengelolaan (Stewardship)

Perusahaan harus dapat mengelola dan menggunakan dana yang telah diperoleh dengan baik dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

3.    Pentingnya Manajemen keuangan bagi perusahaan

Pengelolaan keuangan bisnis mencakup lebih dari sekedar menyimpan seperangkat buku yang akurat dan menyeimbangkan rekening bisnis. Pengelolaan bisnis adalah mengelola keuangan bisnis sehingga tidak mengeluarkan terlalu banyak uang dan tetap siap untuk semua pengeluaran, juga distribusi keuntungan. Tanggung jawab pengelolaan keuangan memengaruhi semua aspek bisnis. Sebuah perusahaan yang menjual dengan baik namun memiliki manajemen keuangan yang buruk bisa mengalami kegagalan.

Pentingnya manajemen keuangan dalam sebuah perusahaan ini harus diperhatikan. Dengan manajemen keuangan yang baik, tentunya perusahaan akan mampu berjalan dengan lebih lancar. Manajemen keuangan yang baik juga akan mampu membantu pemilik usaha mengetahui kondisi perusahaan tentang seberapa efektif keuangan perusahaan dan bagaimana kondisi perusahaan kedepan. Manajemen keuangan dalam suatu perusahaan memiliki 4 ruang lingkup yang sangat penting untuk kemajuan perusahaan.

1)      Keputusan Keuangan Perusahaan

Menentukan keputusan investasi melibatkan tentang pendanaan, aset dan alokasi dana perusahaan. Sedangkan  menentukan keputusan keuangan perusahaan adalah hal yang berbeda. Meningkatnya jumlah investasi yang didapat oleh perusahaan setiap tahunnya, membuat manajemen keuangan harus memperhitungkan cara yang lebih tepat untuk mengatur keuangan perusahaan. Manajemen keuangan harus mengembangkan cara terbaik untuk alokasi dana dan membuat struktur keuangan agar perusahaan tidak merugi di masa depan. Manajemen keuangan juga harus menyeimbangkan aset dan ekuitas perusahaan agar perusahaan selalu dalam keadaan aman.

2)      Menentukan Keputusan Investasi

Saat menentukan keputusan untuk mendapatkan investasi atau pendanaan, manajemen keuangan diperlukan untuk mengevaluasi risiko, menghitung biaya modal yang diterima perusahaan, dan memperkirakan keuntungan apa saja yang akan diperoleh oleh perusahaan setelah investasi diterima. Selain itu, manajemen keuangan juga diperlukan untuk menghitung penganggaran modal yang sesuai dengan kebutuhan alokasi dana dan operasional perusahaan agar investasi bisa menghasilkan banyak keuntungan di masa depan.

3)        Memutuskan Pembagian Saham

Manajemen keuangan membuat peraturan tentang pembagian dividen perusahaan. Ini dilakukan agar pembagian dividen sama rata dan tidak merugikan perusahaan. Manajemen keuangan adalah pihak yang menentukan berapa besar jumlah persentase keuntungan yang bisa dibagikan sebagai dividen. Manajemen keuangan juga harus mampu memperhitungkan keuangan perusahaan di masa depan. Seperti misalnya apa saja peluang investasi yang dapat dilakukan serta perencanaan keuangan untuk ekspansi dan pengembangan bisnis agar perusahaan semakin besar.

4)        Working Capital Decision ( pentingnya manajemen keuangan )

Dalam perusahaan, working capital decision adalah uang yang disimpan untuk perusahaan yang digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Termasuk didalamnya juga adalah aset perusahaan dan liabilitas perusahaan. Setiap aset yang dimiliki perusahaan seperti alat, mesin, mobil dan gedung harus dipelihara dan diperhitungkan juga oleh manajemen keuangan. Karena aset tersebut penting bagi keberlangsungan perusahaan. Selain itu, liabilitas perusahaan juga harus diurus oleh manajemen keuangan.

4.    Tujuan Manajemen Keuangan pada Perusahaan

Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Tujuan manajemen finansial berisi pencatatan, laporan keuangan, akuntansi, aset dan tabungan, serta kesempatan dan resiko investasi. Baik dalam skala perusahaan maupun pribadi, aktivitas yang terjadi pada setiap aspek bisnis berdampak performa keuangan dan harus dievaluasi dan dikendalikan secara rutin. Dalam manajemen keuangan perusahaan, ada 2 tujuan utama yang harus dicapai yaitu memaksimalkan keuntungan perusahaan.

·      Memaksimalkan Keuntungan

Memaksimalkan keuntungan berarti semua tindakan dan keputusan finansial yang diambil akan meningkatkan pendapatan keuntungan juga membantu meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu dan tidak diinginkan. Dalam sebuah perusahaan, peran ini dipegang dan menjadi tugas utama dari manajer keuangan dan pengawas keuangan.Manajer keuangan dan pengawas keuangan juga harus bisa selektif dalam memilih proyek-proyek perusahaan dan tidak mengerjakan segala sesuatu yang tidak ada dalam daftar tujuan manajemen keuangan.

·      Memaksimalkan Nilai Shareholder

Tujuan yang satu ini dianggap lebih superior dibandingkan hanya memaksimalkan keuntungan perusahaan saja. Memaksimalkan nilai shareholder sama dengan meningkatkan nilai perusahaan. Sama seperti tujuan pertama, hal ini juga menjadi tugas dari manajer keuangan dan pengawas keuangan. Nilai perusahaan sendiri sama dengan total nilai pasar ekuitas dan nilai pasar utang perusahaan.Pemilik utang memiliki klaim tetap pada perusahaan, sehingga jika nilai perusahaan dimaksimalkan, maka nilai pasar ekuitas juga akan meningkat. Oleh karena itu, memaksimalkan nilai perusahaan akan konsisten dengan memaksimalkan harga saham atau memaksimalkan kekayaan para shareholder.

5.    Implementasi Konsep Manajemen Keuangan pada PT Asuransi Asei Indonesia

Manajemen Keuangan memiliki tiga jenis kegiatan Utama Dalam menjalankan manajemen perusahaan.Berikut ini beberapa kegiatan utama dalam menjalankan manajemen keuangan yaitu :

1)        Memperoleh Dana Perusahaan

Kegiatan atau tugas manajemen keuangan yang pertama adalah bagaimana caranya manajer keuangan memperoleh dana perusahaan yang dibutuhkan untuk membiayai kegiatan perusahaan tersebut. Namun secara umum, manajer keuangan bisa memperoleh sebuah dana yang berasal dari internal perusahaan dan eksternal perusahaan.

a.    Dana Internal Perusahaan

Dana internal perusahaan adalah dana yang berasal dari perusahaan itu sendiri. Contoh dana internal dalam sebuah perusahaan adalah laba ditahan. Yang dimaksud dengan laba ditahan adalah suatu laba bersih perusahaan yang berhasil diperoleh dan di gunakan kembali untuk membiayai kebutuhan perusahaan. Pada tahun 2018 PT Asuransi Asei membukukan laba bersih perusahaan sebesar Rp 4 Miliar, yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

b.    Dana Eksternal Perusahaan

Dana eksternal perusahaan merupakan dana yang diperoleh dari teman atau saudara, investor perorangan lainnya, para pemasok bahan baku pemberi pinjaman berbentuk aset, bank-bank komersial dan lainnya. Dalam sebuah dana eksternal terdapat dua opsi alternatif yaitu menambah modal baru atau berhutang. Sepanjang tahun 2018, PT Asuransi Asei melakukan ikatan material perusahaan dengan menerima investasi berupa gedung dan peralatan,

2)        Memanfaatkan Dana Perusahaan

Kegiatan utama dalam manajemen keuangan perusahaan selanjutnya adalah memanfaatkan dana perusahaan, merupakan tugas pokok manajemen keuangan dimana setelah dana yang dibutuhkan diperoleh. Namun dalam memanfaatkan dana perusahaan, adapun beberapa dana yang dimanfaatkan perusahaan dalam menjalankan usahanya yaitu :

a.    Melunasi Kewajiban (utang)

Dalam sebuah manajemen keuangan dana tersebut bisa di pergunakan untuk membayar utang yang sudah dalam keadaan  jatuh tempo. Di mana khususnya untuk utang jangka panjang yang umumnya bernilai besar. Sebab apabila sebuah perusahaan tidak bisa atau gagal dalam membayar utang maka akan menyebabkan perusahaan di pailitkan dan usaha akan tutup. PT Asuransi Asei sendiri memiliki Kewajiban jangka panjang sebesar Rp 297 miliar pada tahun 2018 yang meningkat dari tahun sebelumnya.

b.    Memenuhi Segala Kegiatan Operasional Perusahaan

Sebuah perusahaan yang kesulitan menjalankan kegiatan operasionalnya bisa menggunakan dana yang diperoleh agar bisa beroperasi dengan normal. Sebab perusahaan yang tidak bisa beroperasional secara normal bisa menyebabkan penurunan produktivitas.

c.    Melakukan Investasi

Apabila sebuah perusahaan tidak memiliki utang yang jatuh tempo, atau kondisi perusahaan mampu untuk membayarnya, dan tidak memiliki masalah dengan dana operasional perusahaannya. Maka di sinilah waktu yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan investasi.Dalam manajemen keuangan bisa menginvestasikan dana yang telah di dapat ke dalam bentuk aktiva tetap perusahaan.  Dalam rangka menunjang kinerja perusahaan, PT Asuransi Asei menginvestasikan beberapa jenis barang modal yang direalisasikan pada tahun 2018 untuk peralatan dan perabot kantor sebesar Rp 55.413.808.

3)        Mengelola Aset (Aktiva)

Mengelola aset (aktiva) merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan setelah dana sudah di dapat dan telah di investasikan atau dialokasikan ke dalam bentuk aset (aktiva). Pengelolaan aset menjadi sangat penting bagi jalannya operasional perusahaan. Sebab manajer keuangan harus mampu membuat kebijakan dalam mengelola berbagai aset yang dimiliki perusahaan untuk bisa beroperasi secara efektif dan efisien. Namun dalam hal ini perusahaan harus membagi keuntungan yang telah  didapatkan dalam jenjang waktu tertentu. PT Asuransi Asei mengelola asset nya dengan baik, namun mengalami sedikit penurunan. Pada tahun 2017 total Aktiva sebesar Rp 1.559miliar, sedangkan total Aktiva per 31 Desember 2018 sebesar Rp 1.504miliar.

 

6.    Hambatan dan Tantangan Manajemen Keuangan pada PT Asuransi Asei Indonesia

Perusahaan yang sukses pasti memiliki banyak hambatan dan tantangan, di antaranya adalah menjaga tingkat stabilitas keuangan yang sehat. Karena bisnis apa pun yang berurusan dengan arus kas dan masalah penganggaran pada akhirnya akan bangkrut jika masalah ini tidak diperbaiki pada waktu yang tepat. Terlebih lagi sepanjang tahun 2018, Arus kas PT Asuransi Asei tercatat sebesar Rp 56 miliar dan mengalami penurunan dibandingakan tahun 2017 sebesar Rp 132 miliar. Oleh karena itu, PT Asuransi Asei telah menyusun daftar penyebab paling umum dari masalah keuangan dalam bisnis, diantaranya :

1)        Kurangnya Arus Kas

Tanpa modal yang cukup, suatu perusahaan tidak dapat membayar tagihan apalagi berinvestasi dalam upaya yang akan membantu mengembangkan bisnis. Jika kredit bisnis tidak terlalu buruk, perusahaan mungkin bisa mendapatkan persetujuan untuk pendanaan bisnis cepat yang dapat menyediakan arus kas yang diperlukan untuk mulai membayar iuran dan melakukan pergerakan lagi. Setiap bisnis akan menjadi lebih baik jika tidak kekurangan uang tunai yang nantinya akan membawa perusahaan ke tujuan bersama.

2)        Praktik Akuntansi yang Buruk

Akuntansi dan penganggaran adalah dua aspek terpenting dari manajemen keuangan dalam bisnis, sehingga proses dan pengawasan yang tidak efisien di salah satu area ini dapat menyebabkan banyak masalah.

3)        Pengeluaran keperluan yang Tidak Perlu

salah satu masalah yang dimiliki oleh kebanyakan bisnis dengan masalah keuangan adalah komitmen pengeluaran yang berlebihan. Perusahaan yang lebih baru terkadang membuat diri mereka terlihat lebih sukses daripada yang sebenarnya, yang dapat menghasilkan kantor yang sangat besar, kendaraan perusahaan yang mewah, telepon seluler, ruang tunggu yang dihiasi, peralatan terbaik, dan banyak hal lain yang tidak perlu. Hal tersebut hanya akan menambah hutang dan menciptakan overhead. Lakukan pendekatan yang sederhana dan minimalis maka perusahaan akan mendapatkan lebih banyak arus kas untuk dibelanjakan pada hal-hal yang jauh lebih penting.

4)        Bootstrap
Meskipun bootstrap memiliki kelebihannya, ini adalah salah satu cara tercepat untuk mengetahui suatu perusahaan tertekan secara finansial. Idealnya, suatu perusahaan ingin menggunakan pendekatan yang seimbang, menutupi sebagian besar pengeluaran dari kantong tetapi kemudian tetap menggunakan pendanaan eksternal untuk menyediakan bantalan pengaman.

7.    Fungsi manajemen keuangan

Fungsi manajemen keuangan pertama menyangkut keputusan perolehan dana ataupendanaan. Pendanaan merupakan keputusan dari mana dana untuk membeli aktivatersebut berasal. Apakah dana berasal dari modal asing (hutang) atau modal sendiriatau kombinasi antara modal asing dengan modal sendiri. Modal asing atau hutangbisa berbentuk hutang jangka pendek atau hutang jangka panjang. Modal sendiri bisadari laba ditahan maupun saham. Pendanaan dalam laporan neraca ditunjukkan di sisipasiva.

Fungsi kedua manajemen keuangan adalah keputusan investasi atau pembelanjaan.Keputusan investasi menentukan jumlah total aktiva yang perlu dimiliki oleh perusahaan.Keputusan investasi di laporan neraca ditunjukkan pada bagian aktiva. Keputusaninvestasi menjawab berbagai pertanyaan seperti bagaimana kegiatan investasiatau pembelanjaan perusahaan yang optimal. Disamping itumengatur bagaimana memperoleh kebutuhan dana untuk investasi yang efisien, mempertahankan komposisisumber dana yang optimal.

Fungsi manajemen keuangan ketiga adalah kebijakan dividen. Kebijakan dividenmenentukan berapa proporsi laba yang dialokasikan sebagai laba ditahan dan dividen.

·           Sepuluh aksioma sebagai dasar manajemen keuangan :

1.      Keseimbangan   risiko    dan   pengembalian    ( The   risk –return   tradeoff);    Jangan  menambah  risiko  kecuali  mendapatkan  kompensasi  tambahan  pendapatan.

2.      Nilai  waktu  uang  ( time  value  of  money) –Uang  yang  diterima  sekarang  lebih  berharga  dariuang  yang  diterima  dimasa datang.

3.      Uang  kas –bukan besarnya  laba –adalah  yang  utama.

4.      Tambahan arus   kas    ( incremental    cash    flow)-satu –satunya    pertambahan    nilai  yang dihitung.

5.      Kondisi    persaingan    pasar –alasan    mengapa    sangat    sulit    mendapatkan    proyek  dengan  laba  yang  luar  biasa.

6.      Pasar  modal  yang  efisien –pasar  yang  bergerak  cepat  dan  harga  yang  tepat.

7.      Masalah    keagenan –manajer    tidak    akan    bekerja    bagi    pemilik    perusahaan    jika  tidak  selaras  dengan  kepentingan  mereka.

8.      Perpajakan  yang  berdampak  pada  keputusan  bisnis.

9.      Tidak  semua  risiko  sama –ada  sebagian  risiko  yang  dapat  didiversifikasijangan letakkan seluruh telur dalam satu keranjang.

10.  Melakukan    sesuatu    yang    benar    adalah    perilaku    yang    etis,    dan    banyak    dilema  etika  dalam  manajemen  keuangan.

·           Evolusi teori keuangan

Teori-teori  keuangan  seperti  halnya  teori-teori  yang  lain  muncul  dari  kajian  secara  terus menerus    dari hipotesis  yang  ada  maupun  pengujian  kembali  dari teori-teoriyang  sudah ada sebelumnyapada  tempat  dan  kondisi  lingkungan yang  berbeda.Beberapa  teori keuangan yang dihasilkan adalah sebagai berikut.

1.         Perfect Capital MarketSecara  umum  pasar  modal  sempurna  memiliki  karakteristik  ; 

Ø tidak  ada  biaya transaksi, 

Ø tidak  ada  pajak, 

Ø ada  cukup  banyak  pembeli  dan  penjual,

Ø adakemampuan  akses  yang  sama  ke  pasar,

Ø tidak  ada  biaya  informasi, 

Ø setiap orang  memiliki  harapan  yang  sama,

Ø tidak ada  biaya  yang  berhubungan dengan hal kesulitan keuangan.

2.    Discounted Cash FlowTeori  ini dikembangkan oleh John Burr Williams  dan Myron J. Gordon. Kosnsep dasar dari teori ini adalah pada nilai waktu uang.

3.   Capital Structure TheoryTeori  ini  dikembangankan  oleh  Franco  Modiglani  dan  Merton  Miller  tahun  1958 atau  sering  dinamakan  teori  MM.    Teori  yang  dikembangkan  bahwa  nilai  suatu perusahaan  tergantung  pada  arus  penghasilan  dimasa  depan  (future  earning streams)  dan  oleh  karena  itu  tidak  tergantung  pada  struktur  modal.  Teori  MM yang  pertama  ini  mengasumsikan    pada  pasar  modal  sempurna  dan  tidak  ada pajak, sehingga sering disebut model MM-Tanpa Pajak.Sekitar  tahun  1963  model  ini  disempurnakan  dengan  model  MM-Dengan  Pajak. Dengan  adanya  pajak  penghasilan,  hutang  dapat  menghemat  pajak  yang  dibayar. Tetapi  teori  ini  lupa  bahwa  hutang  yang  besar  dapat  menimbulkan financial distress.  Karena  ada  kelemahan  ini  kemudian  model  ini  diperbaiki  yang  sering disebut tax saving-financial cost trade off theory.

4.  Dividend TheoryTeori ini juga dikembangkan oleh Modiglani dan Miller, bahwa  kebijakan dividen tidak  mempengaruhi  nilai  perusahaan,  karena  setiap  rupiah  pembayaran  dividen akan mengurangi laba ditahan yang digunakan untuk membeli aktiva baru.

5.    Teori Portfolio dan Capital Asset Pricing ModelTeori  Portfolio  model dikembangkan  oleh  Harry  Markowitz  tahun  1990  dan mendapat  hadiah  nobel.  Pelajaran  utama  dari  teori  ini  adalah  bahwa  keuntungan  yang  disyaratkan  pada  suatu  aktiva  berisiko  merupakan  fungsi  dari tiga  faktor:  1)  tingkat  keuntungan  bebas  risiko,  2)  tingkat  keuantungan  yang disyaratkan   padaportfolio   dengan   risiko   rata-rata   dan   3)   volatilitas   tingkat keuntungan aktiva berisiko tersebut.

6.         Option Pricing Theory

Option adalah hak untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada harga yang telah ditentukan    pada  waktu  yang  telah  ditentukan  pula.  Teori  ini  secara  formal dikembangkan  oleh  Fisher  Black  dan    Myron  Scholes  yang  sering  disebut Black-Scholes Option Pricing  Model.

7.         Efficient Market Hyphothesis

Teori ini dikembangkan oleh Eugene F. Fama. Terminologi efisien dalam teori ini pada efisiens secarainformasi. Teori ini mengatakan jika pasar efisien  maka harga merefleksikan seluruh informasi yang ada.

8.    Tanggung Jawab Mananejer Keuangan

Tugas  manajer  keuangan  yang  utama  adalah  merencanakan  pengadaan  dan  penggunaan dana guna memaksimumkan nilai perusahaan. Beberapa rincian kegiatan yang menyangkut hal tersebut adalah :

1.    Peramalan dan perencanaan Manajer    keuangan    harus    berkoordinasi    dengan    eksekutif    lainnyauntuk memperkirakan  masa  depan  perusahaan  dan  menetapkan  rencana  bersama  untuk menentukan posisi masa depan perusahaan.

2.    Keputusan dalam investasi dan pembiayaanManajer  keuangan  harus menyediakan  modal  guna  mendukung  pertumbuhan. Manajer  keuangan  harus  membantu  menentukan  tingkat  pertumbuhan  penjualan yang   optimal   dan   pengambilan   keputusan   atas   investasi   spesifik yang   akan dilaksanakan  serta  menentukan  jenis  dana  yang  akan  digunakan  untuk  membiayai investasi tersebut.

3.    Pengkoordinasian dan pengendalian Manajer   keuangan   harus   bekerja   sama   dengan   eksekutif   bidang   lain   agar perusahaan  beroperasi  seefisien  mungkin.  Semua  keputusan  bisnis  mempunyai implikasi keuangan.

4.    Interaksi dengan pasar keuangan Manajerkeuangan  harus  berinteraksi  dengan  pasar  keuangan  yang meliputi  Pasar Uang   dan   Pasar   Modal,   yang   tempat   dimana   dana   diperoleh   dan   sekuritas perusahaan  diperdagangkan  serta  dimana  investor  menghadapi  risiko  untung  dan rugi.

5.    Manajemen Risiko Manajemen   keuangan   bertanggung   jawab   atas   program   manajemen   risiko perusahaan  secara  keseluruhan,  termasuk  mengidentivikasi  risiko  yang  harus  di-lindung  nilai  {hedging)dan  kemudian  melakukan  hedging  di  pasar  derivative dengan cara yang paling efisien.

 

 


KESIMPULAN

Manajemen keuangan merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu ekonomi, yang mempunyai beberapa fungsi, dimana fungsi tersebut akan diaplikasikan dalam aktivitas atau operasional perusahaan setelah melalui proses pengambilan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan sumber pendanaan dan pengalokasian dana tersebut, serta pengelolaan dan perimbangan.

Manajemen keuangan sangat dibutuhkan dan sesuatu hal yang penting dalam setiap perusahaan apapun jenis perusahaannya. Dengan adanya manajemen keuangan tersebut, bisnis yang dijalankan oleh sebuah perusahaan dapat berjalan secara maksimal sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang besar. Perusahaan yang memiliki manajemen yang baik akan memiliki pengelolaan keuangan atau kas yang baik.

Manajemen keuangan perusahaan adalah bagian penting perusahaan yang membuat perusahaan bisa terus berjalan. Pengelolaan manajemen keuangan juga harus tepat dan akurat agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang bisa berakibat kebangkrutan. Maka dari itu, manajemen keuangan harus memperhitungkan setiap detail secara akurat dan berkala sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Putra, Y. M. (2019). Overview of corporate finance. Modul Kuliah Manajemen Keuangan. Jakarta : FEB-Universitas Mercu Buana.

Setiany, E., Syamsudin, S., Sundawini, A., Putra, Y. M. (2020). Ownership Structure and Firm Value: The Mediating Effect of Intellectual Capital. International Journal of Innovation, Creativity and Change13(10)".

Setiany, E. (2021). The Effect of Investment, Free Cash Flow, Earnings Management, and Interest Coverage Ratio on Financial Distress. Journal of Social Science2(1), 67-73.

Surjandari, D. A., Anggraeni, D., Yulianto, Y., & Religiosa, M. W. (2019). Analysis of determinants of financial and non-financial aspects for the fund adequacy ratio (FAR) at pension fund institutions. The Indonesian Accounting Review9(2), 181-193.

Yuningsih.(2018). dasar-dasar manajemen keuangan.Sidoarjo: Indomedia pustaka.

Sumber lainnya:

Pendidikan, dosen.2020. Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli.https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-manajemen-keuangan-menurut-para-ahli/

Priharto, Sugi. 2020. Pengertian Manajemen Keuangan Beserta Tujuan, Ruang Lingkup,dan Fungsinya. https://accurate.id/ekon

https://www.simulasikredit.com/tujuan-manajemen-keuangan-untuk-perusahaan-dan-pribadi/

http://konsultanmanajemenautopilot.com/2018/01/04/kegiatan-kegiatan-yang-dilakukan-dalam-melaksanakan-manajemen-keuangan-perusahaan/

http://eprints.stainkudus.ac.id/860/5/BAB%20II.pdf

http://repository.untag-sby.ac.id/296/3/BAB%202.pdf


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian dan Perhitungan Harga Saham Pada PT Unilever Indonesia Tbk.

Artikel Ilmiah ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015