Penilaian dan Perhitungan Harga Saham Pada PT Unilever Indonesia Tbk.

 

Artikel Ilmiah

Penilaian dan Perhitungan Harga Saham Pada PT Unilever Indonesia Tbk.

Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si



Disusun Oleh :

Kelompok 11

1. Asifah Elsa Nurahma Lubis (43220010001)

2. Amartia Rachmawati (43220010086)

3. Firda Ainun Fadillah (43220010002)

4. Meisa Arifah (43220010080)

5. Zelika Azzahra (43220010005)

 

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

2021



ABSTRAK 

Artikel ilmiah dengan materi “Analisa Perhitungan dan Penilaian Harga Saham” ini membahas tentang pentingnya saham yang sering digunakan dalam berinvestasi dipasar modal. Saham menjadi salah satu alternatif investasi di pasar modal yang paling banyak digunakan oleh para investor karena keuntungan yang diperoleh lebih besar dan dana yang dibutuhkan investor untuk melakukan investasi tidak begitu besar jika dibandingkan dengan obligasi. Tujuan perusahaan melakukan investasi saham adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham denga cara memaksimalkan nilai saham perusahaan yang pada akhirnya akan mencerminkan harga saham tersebut.

 

 

PENDAHULUAN


Pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat sangat berperan dalam pembangunan nasional. Kegiatan investasi di pasar modal ini dilakukan dengan cara membeli saham, obligasi maupun instrument pasar modal lainnya. Keputusan investor untuk melakukan investasi dapat diartikan sebagai pengorbanan konsumsi pasar masa kini dengan harapan akan mendapatkan konsumsi yang lebih besar pada masa yang akan datang.

Peran yang dilakukan oleh pasar modal adalah menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana, khususnya yang diperuntukkan untuk pembiayaan jangka panjang, dari yang memiliki dana atau dikenal dengan istilah lender ke perusahaan yang membutuhkan dana. Biasanya dalam menjalankan aktifitasnya, pasar modal menggunakan jasa pialang dan underwriter (Fahmi 2014 : 306).

Dalam perkembangannya pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan sepanjang tahun. Secara  umum peningkatan yang terjadi dapat  dilihat dari perkembangan aktivitas  pasar modal yang mencapai rata-rata  volume perdagangan saham dan  industri reksadana yang mengalami  peningkatan yang signifikan dalam  sepuluh tahun terakhir, baik dari  jumlah reksa dana yang efektif, dana  kelolaan, maupun jumlah pemegang  unit penyertaan. Peningkatan jumlah reksadana ini juga diikuti peningkatan pada jumlah pemegang unit penyertaan. 

Di pasar modal, investasi dalam saham merupakan salah satu pilihan favorit bagi investor. Seperti halnya  investasi yang lain, investasi dalam  saham juga tidak lepas dari resiko  kerugian karena sifat komoditasnya  yang peka terhadap perubahan perubahan yang terjadi baik perubahan  eksternal maupun faktor internal  perusahaan sehingga diperlukan  analisis yang cermat dari investor  sebelum memutuskan saham mana  yang akan dipilih. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menganalisis harga saham perusahaan tersebut. 

 

Saham adalah tanda bukti  penyertaan kepemilikan modal atau  dana pada suatu perusahaan atau  kertas yang tercantum dengan jelas  nilai nominal, nama perusahaan dan  diikuti dengan hak dan kewajiban yang  dijelaskan kepada setiap  pemegangnya yang siap untuk dijual.  (Fahmi, 2014 : 323).

Harga saham perusahaan dapat dikatakan sebagai indikator untuk menilai tingkat keberhasilan perusahaan. Semakin tinggi harga saham suatu perusahaan maka menunjukkan semakin tinggi tingkat keberhasilan perusahaan. Dan sebaliknya semakin rendah harga saham maka kemungkinan keberhasilan perusahaan juga semakin rendah. Dengan kata lain, harga saham dapat mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan. 

Untuk menilai harga saham suatu perusahaan tersebut ada berbagai teknik analisis yang dapat digunakan antara lain adalah analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal adalah analisis yang dilakukan dengan menggunakan data-data atau catatan catatan mengenai pasar yang telah dipublikasikan. Analisis ini sering dilakukan sebagai analisis pasar dan biasanya digunakan oleh investor jangka pendek. Sedangkan analisis fundamental didasarkan pada anggapan bahwa setiap saham mempunyai nilai intrinsik. Nilai intrinsik adalah suatu fungsi dari variabel perusahaan yang dikombinasikan untuk menghasilkan return yang diharapkan atau dengan kata lain nilai intrinsik adalah nilai yang sebenarnya atau seharusnya dari suatu saham.  (Tandelilin, 2010 : 301) 

 

 


LITERATUR TEORI

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham,memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis saham dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer atau pasar sekunder.

Terdapat beberapa Pengertian saham menurut beberapa para ahli, diantaranya:

a)    Sapto Rahardjo, 2006

Saham adalah surat berharga yang merupakan instrument bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau instansi dalam suatu perusahaan.

b)    Swadidji Widoatmodjo

Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas atau yang disebut emiten.

c)     Fatwa DSN – MUI

Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dan tidak termasuk saham yangmemiliki hak - hak istimewa.

d)    Menurut Sapto (2006:31)

Saham adalah “Surat berharga yang merupakan instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau institusi dalam suatu perusahaan. Sedangkan menurut istilah umumnya, saham merupakan bukti penyertaan modal dalam suatu kepemilikan saham perusahaan”.

e)    Menurut Husnan Suad (2008:29)

“Saham adalah secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut, dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya”.

f)      Menurut Fahmi (2012:81)

“Saham merupakan salah satu instrument pasar modal yang paling banyak diminati oleh investor, karena mampu memberikan tingkat pengembalian yang menarik. Saham adalah kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan, dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang telah dijelaskan kepada setiap pemegangnya”.

g)     Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012:5)

“Saham (stock) merupakan tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut”.

 



PEMBAHASAN

 

A.     PENGERTIAN SAHAM

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis saham dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer atau pasar sekunder. Pasar yang di dalamnya berjalan usaha jual-beli saham disebut Bursa, dimana didalamnya juga melibatkan para broker yang menjadi perantara antara penjual dengan pembeli.

Saham diperjualbelikan di pasar modal. Salah satu pasar modal yang cukupdikenal oleh masyarakat adalah bursa saham. Selain saham, bursa saham jugamenyediakan sarana untuk perdagangan sekuritas dan instrumen finansial lainnya, sepertiobligasi, reksa dana, mata uang, ORI. Untuk dapat memperjualbelikan sahamnyadalam suatu bursa saham, perusahaan yang bersangkutan harus mendaftarkan sahamnya terlebih dahulu di bursa saham.

 

B.     JENIS-JENIS SAHAM

Saham merupakan surat berharga yang paling populer dan dikenal luas di masyarakat. Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012:6), ada beberapa jenis saham yaitu:

1.       Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, diantaranya :

a) Saham biasa (common stock), yaitu merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling junior terhadap pembagian dividen, dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.

b)  Saham preferen (preferred stock), merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti ini dikehendaki oleh investor.

Ciri-ciri saham istimewa / Preferen (Preferred Stock) adalah:

·    Hak utama atas deviden, artinya saham istimewa mempunyai hak terlebih dahulu dalam hal menerima deviden.

·  Hak utama atas aktiva perusahaan, artinya dalam hal likuidasi berhak menerima pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham istimewa setelah semua kewajiban perusahan dilunasi.

· Penghasilan tetap, artinya pemegang saham istimewa memperoleh penghasilan dalam jumlah yang tetap.

·        Jangka waktu yang tidak terbatas, artinya saham istimewa yang diterbitkan
mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas, akan tetapi dengan syarat bahwa perusahaan mempunyai hak untuk membeli kembali saham istimewa tersebut dengan harga tertentu.

·  Tidak mempunyai hak suara, artinya pemegang saham istimewa tidak mempunyai suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

·  Saham istimewa kumulatif, artinya deviden yang tidak dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham tetap menjadi hak pemegang saham istimewa tersebut. Jika suatu saat perusahaan tidak membagikan deviden, maka pada periode yang lain jika perusahaan tersebut membagikan deviden, maka perusahaan harus membayarkan deviden terutang tersebut sebelum membagikannya kepada pemegang saham biasa.

 

2.       Dilihat dari cara pemeliharaannya, saham dibedakan menjadi:

a)   Saham atas unjuk (bearer stock) artinya pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain.

b)   Saham atas nama (registered stock), merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa pemiliknya, dan dimana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

3.    Ditinjau dari kinerja perdagangannya, maka saham dapt dikategorikan menjadi:

a)   Saham unggulan (blue-chip stock), yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

b)  Saham pendapatan (income stock), yaitu saham biasa dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.

c)  Saham pertumbuhan (growth stock-well known), yaitu saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi. Selain itu terdapat juga growth stock lesser known, yaitu saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri namun memiliki ciri growth stock.

d)      Saham spekulatif (spekulative stock), yaitu saham suatu perusahaan yang tidak bisa secra konsisten memperoleh penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.

e)   Saham sklikal (counter cyclical stock),Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomimakromaupun situasi bisnis secara umum. Dan yang terbaru jenis saham yang diperdagangkan di BEI , yaitu ETF (Exchange Trade Fund) adalah gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI).

ETF dibagi 2, yaitu:

·         ETF index : menginvestasikan dana kelolanya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada satu indeks tertentu dengan proporsi yang sama.

·     Close and ETFs : Fund yang diperdagangkan dibursa efek yang berbentuk perusahaan investasi tertutup dan dikelola secara aktif.


C.     RASIO KEUANGAN

Menurut Kasmir (2012) rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dan selanjutnya hasil perbandingan tersebut digunakan untuk menilai kinerja perusahaan.

a)  Return On Equity (ROE) Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat laba bersih yang diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan.

b)    Earning Per Share (EPS) Earning Per Share (EPS) menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan kepada semua pemegang saham perusahaan.

c)  Dividen Per Share (DPS) Rasio ini menunjukkan jumlah pendapatan yang dibagikan dalam bentuk dividen untuk setiap lembar saham biasa.

d)  Dividen Payout Ratio (DPR) Rasio ini digunakan untuk menghitung perbandingan antara laba per lembar saham yang diperoleh perusahaan dengan laba yang dibagikan sebagai dividen.

e)   Price Earning Ratio (PER) Price Earning Ratio (PER) mengukur jumlah pembayaran investor dari pendapatan perusahaan.

 

D.    PENGERTIAN PENILAIAN SAHAM

Penilaian saham dapat diartikan sebagai suatu proses pekerjaan seorang penilai dalam memberikan opini tertulis mengenai nilai ekonomi suatu bisnis atau ekuitas pada saat tertentu. Penilaian saham adalah suatu mekanisme untuk merubah serangkaian variabel ekonomi/ variabel perusahaan yang diramalkan menjadi perkiraan tentang harga saham misalnya laba perusahaan dan deviden yang dibagikan, maksudnya suatu metode untuk mencari nilai-nilai saham yang menjadi ukuran dalam investasi surat berharga.Tujuan penilaian saham adalah untuk memberikan gambaran pada manajemen atas estimasi nilai saham suatu perusahaan yang akan digunakan sebagai rujukan manajemen sebagai pertimbangan kebijakan atas saham perusahaan bersangkutan.

 

E.     JENIS PENILAIAN SAHAM

Ada tiga jenis penilaian saham (Hartono, 2000: 79), yaitu:

a)    Nilai buku

Nilai buku ialah nilai asset yang tersisa setelah dikurangi kewajiban perusahaan jika dibagikan. Nilai buku hanya mencerminkan berapa besar jaminan atau seberapa besar aktiva bersih untuk saham yang dimiliki investor.

b)    Nilai pasar

Nilai pasar merupakan harga yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran saham di pasar modal atau disebut juga dengan harga pasar sekunder. Nilai pasar tidak lagi dipengaruhi oleh emiten atau pihak pinjaman emisi, sehingga boleh jadi harga inilah yang sebenarnya mewakili nilai suatu perusahaan.

c)     Nilai intrinsik

Nilai intrinsik adalah nilai saham yang menentukan harga wajar suatu saham agar saham tersebut mencerminkan nilai saham yang sebenarnya sehingga tidak terlalu mahal. Perhitungan nilai intrinsik ini adalah mencari nilai sekarang dari semua aliran kas di masa mendatang baik yang berasal dari dividen maupun capital gain (Sulistyastuti, 2002).

 

F.      PENGERTIAN HARGA SAHAM

Harga saham merupakan harga penutupan pasar saham selama periode pengamatanuntuk tiap-tiap jenis saham yang dijadikan sampel dan pergerakannya senantiasa diamati oleh para investor. Salah satu konsep dasar dalam manajemen keuangan adalah bahwa tujuan yang ingin dicapai manajemen keuangan adalah memaksimalisasi nilai perusahaan. Bagi perusahaan yang telah go public, tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara memaksimalisasi nilai pasar harga sahamyang bersangkutan. Dengan demikian pengambilan keputusan selalu didasarkan pada pertimbangan terhadap maksimalisasi kekayaan para pemegang saham.

Sartono (2008:70) menyatakan bahwa “Harga saham terbentuk melalui mekanisme permintaan dan penawaran di pasar modal. Apabila suatu saham mengalami kelebihan permintaan, maka harga saham cenderung naik. Sebaliknya, apabila kelebihan penawaran maka harga saham cenderung turun”.

Menurut Jogiyanto (2008:167) pengertian dari harga saham adalah “Harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangutan di pasar modal”.

Menurut Brigham dan Houston (2010:7) harga saham adalah “Harga saham menentukan kekayaan pemegang saham. Maksimalisasi kekayaan pemegang saham diterjemahkan menjadi maksimalkan harga saham perusahaan. Harga saham pada satu waktu tertentu akan bergantung pada arus kas yang diharapkan diterima di masa depan oleh investor “ratarata” jika investor membeli saham”.

 

G.     JENIS-JENIS HARGA SAHAM

Jenis-Jenis Harga Saham Adapun jenis-jenis harga saham menurut Widoatmojo (2005:54) adalah sebagai berikut:

1.   Harga Nominal, Harga yang tecantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan arti penting saham karena dividen minimal biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal.

2.  Harga Perdana, Harga ini merupakan pada waktu harga saham tersebut dicatat dibursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untk menentukan harga perdana.

3.  Harga Pasar, adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatat dibursa. Transaksi di sini tidak lagi melibatkan emiten dari penjamin emisi harga ini yang disebut sebagai harga di pasar sekunder dan harga inilah yang benar-benar mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar.

4.   Harga Pembukaan, adalah harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat jam bursa dibuka. Bisa saja terjadi pada saat dimulainya hari nursa itu sudah terjadi transaksi atas suatu saham, dan harga sesuai dengan yang diminta oleh penjual dan pembeli. Dalam keadaan demikian, harga pembukuan bisa menjadi harga pasar, begitu juga sebaliknya harga pasar mungkin juga akan menjadi harga pembukaan. Namun tidak selalu terjadi.

5.   Harga Penutupan, adalah harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa. Pada keadaan demikian, bisa saja terjadi pada saat akhir hari bursa tiba-tiba terjadi transaksi atas suatu saham, karena ada kesepakatan antar penjual dan pembeli. Kalau ini yang terjadi maka harga penutupan itu telah menjadi harga pasar. Namun demikian, harga ini tetap menjadi harga penutupan pada hari bursa tersebut.

6.    Harga Tertinggi, suatu saham adalah harga yang paling tinggi yang terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi transaksi atas suatu saham lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama.

7.   Harga Terendah, adalah harga yang paling rendah yang terjadi pada hari bursa. Harga ini dapat terjadi apabila terjadi transaksi atas suatu saham lebih dari satu kali tidak pada harga yang sama. Dengan kata lain, harga terendah merupakan lawan dari harga tertiggi.

8.       Harga Rata-Rata, merupakan perataan dari harga tertinggi dan terendah.

 

H.    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga saham di pasar modal, hal ini terjadi karena harga saham dapat mempengaruhi oleh faktor eksternal dari perusahaan maupun faktor internal perusahaan. Menurut Brigham dan Houston (2010:33) harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yaitu:

1.     Faktor internal

·  Pengumuman tentang pemasaran produksi penjualan seperti pengiklanan, rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi, laporan keamanan, dan laporan penjualan.

·  Pengumuman pendanaan, seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang.

·   Pengumuman badan direksi manajemen (management board of director ann nouncements) seperti perubahan dan pergantian direktur, manajemen dan struktur organisasi.

·   Pengumuman pengambilalihan diverifikasi seperti laporan merger investasi, investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakuisisian dan diakuisisi, laporan investasi dan lainnya.

·       Pengumuman investasi seperti melakukan ekspansi pabrik pengembangan riset dan penutupan usah lainnya.

·     Pengumuman ketenagakerjaan (labour announcements), seperti negosiasi baru, kotrak baru, pemogokan dan lainnya.

·     Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalaba sebelum akhir tahun viscal dan setelah akhir tahun vicscal earning per share (EPS), dividen per shere (DPS), Price Earning Ratio, Net profit margin, return on assets (ROA) dan lain-lain.

2.     Faktor eksternal

·   Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku bunga tabungan dan deposito kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan regulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

·  Penguman hukum seperti tuntutan terhadap perusahaan atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya.

·   Pengumuman industri sekuritas, seperti laporan pertemuan tahunan insider trading, volume atau harga saham perdagangan pembatasan atau penundaan trading.

 

I.       PERHITUNGAN SAHAM

Untuk menghitung biaya modal pada aktifitas saham, kita dapat menggunakan rumus perhitungan sebagai berikut:

a)    Menghitung Total Harga Perolehan Saham

Dimana: 

MPS     = Market Price per Share (Harga pasar per lembar saham

QS        = Quantity of Shares (Jumlah Saham yang di peroleh)

C          = Cost (Biaya perolehan Saham)

 

b)    Menghitung Harga Perolehan Per Lembar Saham

Dimana: 


MPS     = Market Price per Share (Harga pasar per lembar saham

QS        = Quantity of Shares (Jumlah Saham yang di peroleh)

C          = Cost (Biaya perolehan Saham)

Dimana:  

MPS     = Market Price per Share (Harga pasar per lembar saham)

PPS      = Price per Share (Nilai nominal per lembar saham)

QS        = Quantity of Shares (Jumlah saham yang di peroleh)

C          = Cost (Biaya perolehan saham)

c)     Menghitung Deviden Saham

Untuk mengetahui pendapatan deviden atas saham yang diperoleh pemilik saham dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:


Dimana: 


DVS     = Deviden per Share (Deviden per lembar saham)

QS        = Quantity of Shares (Jumlah saham yang di peroleh)

 

d)    Menghitung Laba/Rugi Pelepasan Saham

Pemilik saham dapat saja melepas saham yang dimilikinya dengan cara menjual saham tersebut kepada pihak lain. Untuk mengetahui apakah hasil penjualan saham tersebut menghasilkan Laba/Rugi, dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut:

1.       Mencari Hasil Penjualan Saham

2.       Menghitung Laba/Rugi atas Penjualan Saham

Keterangan:

Kurs    = Kurs nilai pada saat pelepasan saham

PPS      = Price per Share (Nilai nominal per lembar saham)

QS        = Quantity of Shares (Jumlah saham yang di peroleh)

Commition     = BiayaKomisi pada saat pelepasan saham

 

 

J.       TEKNIK ANALISIS DATA PADA PT UNILEVER INDONESIA

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif yaitu analisis yang didasarkan pada data yang dapat dihitung. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menilai harga saham dengan metode pendekatan Price Earning Ratio adalah sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan perkembangan kondisi keuangan perusahaan dengan menggunakan variabel fundamental yang meliputi:

a)      Return on Equity (ROE)

𝑅𝑂𝐸 = πΏπ‘Žπ‘π‘Žπ‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Žπ‘ π‘’π‘‘π‘’π‘™π‘Žβ„Žπ‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜÷π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Žπ‘šπ‘œπ‘‘π‘Žπ‘™π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘– × 100%

b)      Earning per Share (EPS)

𝐸𝑃𝑆 = πΏπ‘Žπ‘π‘Žπ‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Žπ‘ π‘’π‘‘π‘’π‘™π‘Žβ„Žπ‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜÷π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Žπ‘ π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘šπ‘¦π‘Žπ‘›π‘”π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿ

c)       Dividen per Share (DPS)

𝐷𝑃𝑆 = π·π‘–π‘£π‘–π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘›π‘Žπ‘– ÷π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Žπ‘ π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘šπ‘¦π‘Žπ‘›π‘”π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿ

d)      Dividen Payout Ratio (DPR)

𝐷𝑃𝑅 = 𝐷𝑃𝑆÷𝐸𝑃𝑆

e)      Price Earning Ratio (PER)

𝑃𝐸𝑅 = π»π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Žπ‘ π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘™π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘Ÿ÷𝐸𝑃𝑆

 

2.       Menentukan nilai intrinsik saham dengan menggunakan analisis fundamental dengan pendekatan PER, dengan cara sebagai berikut :

a)      Menghitung tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan

𝑔 = 𝐸𝐴𝐼𝑇÷π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Žπ‘€π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™π‘†π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘– × (1 − 𝐷𝑃𝑅)

Keterangan:

g : Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan

DPR : DPR tahun sebelumnya

 

b)      Menghitung estimasi EPS

𝐸1 = 𝐸𝑃𝑆0 (1 + 𝑔)

Keterangan:

𝐸1 : Estimasi EPS

𝐸𝑃𝑆0 : EPS tahun sebelumnya

 : Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan

 

c)       Menghitung estimasi DPS

𝐷1 = 𝐷0(1 + 𝑔)

Keterangan:

𝐷1 : Estimasi DPS

𝐷0 : DPS tahun sebelumnya

 : Rata-rata DPR tahun sebelumnya

d)      Menghitung estimasi tingkat pengembalian yang diharapkan

π‘˜ = 𝐷1 𝑃0 + 𝑔

Keterangan:

 : Expected return

𝐷1 : Estimasi DPS

𝑃0 : Harga saham periode sebelumnya

 : Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan

 

e)      Menghitung estimasi price earning ratio (PER)

𝑃𝐸𝑅𝑑+1 = 𝐷1⁄𝐸1 π‘˜π‘”

Keterangan:

𝐷1 : Estimasi DPS

𝐸1 : Estimasi EPS

 : Expected return

 : Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan

 

f)       Menghitung nilai intrinsik saham

π‘π‘–π‘™π‘Žπ‘–π‘–π‘›π‘‘π‘Ÿπ‘–π‘›π‘ π‘–π‘˜ = πΈπ‘ π‘‘π‘–π‘šπ‘Žπ‘ π‘–πΈπ‘ƒπ‘† × πΈπ‘ π‘‘π‘–π‘šπ‘Žπ‘ π‘–π‘ƒπΈπ‘…

π‘π‘–π‘™π‘Žπ‘–π‘–π‘›π‘‘π‘Ÿπ‘–π‘›π‘ π‘–π‘˜ = 𝐸1 × π‘ƒπΈπ‘…π‘‘+1

 

3.       Setelah itu investor akan dapat menentukan saham tersebut termasuk kedalam saham undervalued, overvalued, atau correctly valued.

 Jika market price < nilai intrinsik saham, maka saham tersebut termasuk saham undervalued. Saham yang undervalued disebut juga dengan saham yang mempunyai harga murah. Sedangkan jika market price > dari nilai intrinsik saham maka saham tersebut tergolong sebagai saham yang overvalued. Saham yang overvalued dapat juga dikatakan sebagai saham yang memiliki harga mahal. Jika market price = nilai intrinsik saham, maka saham tersebut tergolong sebagai saham yang correctly valued. Saham yang correctly valued ini dapat juga dikatakan sebagai saham dengan nilai wajar.

K.    ANALISIS DATA SAHAM PADA PT UNILEVER INDONESIA

a)      Deskripsi Perkembangan Variabel Fundamental

Variabel fundamental internal yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROE, EPS, DPS, DPR dan PER. Berikut dijelaskan mengenai perkembangan variabel fundamental yang menunjukkan kondisi keuangan dari PT Unilever Indonesia Tbk., selama tiga tahun yaitu dari tahun 2016-2018:


 

b)      Menentukan Nilai Intrinsik Saham dengan Analisis Pendekatan Price Earning Ratio (PER) Adapun langkah-langkah dalam menentukan nilai intrinsik sebagai berikut:

1.       Menghitung tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (expected earning growth rate)

g = ROE x (1 - DPR)

g2016 = 136% × (1 − 95%) = 1,36 × 0,05 = 0,068

g2017 = 135% × (1 − 95%) = 1,35 × 0,05 = 0,0675

g2018 = 120% × (1 − 77%) = 1,2 × 0,23 = 0,276

grata-rata= 0,068 + 0,0675 + 0,276 3 = 0,137 π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ 13,7%

Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan pada saham UNVR sebesar 13,7%

 

2.       Estimasi EPS

𝐸𝑃𝑆2019 = 𝐸𝑃𝑆2018 (1 + g)

= 𝑅𝑝 1.194 (1 + 0,137)

= 𝑅𝑝 1.358

Laba bersih per saham yang telah diestimasikan pada saham UNVR sebesar Rp 1.358

3.       Estimasi DPS

𝐷𝑃𝑆2019 = 𝐷𝑃𝑆2018 (1 + g)

= 𝑅𝑝 915 (1 + 0,137)

= 𝑅𝑝 1.040

Dividen per saham yang telah diestimasikan pada saham UNVR sebesar Rp 1.040

4.       Tingkat return yang disyaratkan (k)

π‘˜ = (𝐷1 ÷𝑃0) + g

    = (𝑅𝑝 1.040 ÷𝑅𝑝 45.400) + 0,137

    = 0,159

Tingkat pengembalian yang disyaratkan pada saham UNVR sebesar 15,9%

5.       Menghitung estimasi PER

𝑃𝐸𝑅t+1 = (𝐷1 ÷𝐸1)  π‘˜ − g

𝑃𝐸𝑅t+1 = (𝑅𝑝1.040 ÷𝑅𝑝1.358)  ⁄ 0,159 − 0,137

= 34,81π‘‘π‘–π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘›π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘– 35 π‘˜π‘Žπ‘™π‘–

Untuk memperoleh Rp1 earnings saham UNVR, investor harus membayar Rp35

6.       Menghitung nilai intrinsik

Nilai intrinsik = Estimasi EPS x Estimasi PER

          = Rp 1.358 x 35 kali

          = Rp 47.530

Nilai intrinsik saham UNVR sebesar Rp 47.530

c)       Penilaian Harga Saham dan Keputusan Investasi

Tabel 1. PT Unilever Indonesia Tbk.

Tahun

Laba Periode Berjalan

(miliar Rupiah)

Peningkatan

(%)

Harga Saham

Peningkatan

(%)

2015

5,852

-

37,700

-

2016

6,391

9.21%

38,800

4.86%

2017

7,005

9.61%

55.900

30.59%

2018

9,109

30.04%

45,400

-23.13%

 

Sumber: Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).

Tabel di atas memperlihatkan bahwa dari tahun 2015-2018 laba periode berjalan PT Unilever Indonesia Tbk., mengalami peningkatan yang signifikan, dari tahun 2015- 2018 seterusnya mengalami peningkatan sebesar Rp 3,257 miliar atau 55.71%. Peningkatan ini tentunya akan menarik minat investor untuk melakukan investasi saham pada PT Unilever Indonesia Tbk. Namun, dari sisi harga saham PT Unilever Indonesia Tbk., mengalami perubahan yang fluktuatif, dari tahun 2014 sampai tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar Rp 4.700 atau 14,55%. Kemudian, pada tahun 2015 sampai 2016 mengalami peningkatan sebesar Rp 1.800 atau 4,86%, pada tahun 2016 sampai 2017 mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar Rp 17.100 atau 30,59%. Tahun 2017 sampai 2018 mengalami penurunan sebesar Rp 10.500 atau menurun sebesar 23,13%.

Setelah nilai intrinsik saham diketahui, langkah selanjutnya adalah dengan membandingkan nilai intrinsik saham dengan harga pasar (closing price). Setelah hasil perbandingan didapatkan, maka akan diketahui kondisi perusahaan tersebut apakah perusahaan dalam keadaan overvalued dimana nilai intrinsik lebih kecil dari harga pasar, undervalued dimana nilai intrinsik lebih besar dari harga pasar, atau correctlyvalued dimana nilai intrinsik sama dengan harga pasar. Terakhir menentukan keputusan investasi. Berikut disajikan tabel pengambilan keputusan investasi dilihat dari penggambaran kondisi saham melalui perhitungan yang telah dilakukan, sebagai berikut:

Tabel 2. Pengambilan Keputusan Investasi pada PT Unilever Indonesia Tbk.

Kode Emiten

Nilai Intrinsik

Closing Price Saham Desember 2019

Kondisi Saham

Keputusan Investasi

UNVR

Rp 47.530

Rp 42.000

Undervalued

Membeli

Sumber: Yahoo Finance tahun 2016-2018

Dari hasil analisis saham pada tabel 2, menunjukkan bahwa saham PT Unilever Indonesia Tbk., berada dalam kondisis undervalued dimana nilai intrinsik lebih besar dari harga pasar saham, maka keputusan yang tepat yang harus diambil adalah membeli saham PT Unilever Indonesia Tbk.

 


KESIMPULAN

Saham  merupakan salah satu jenis surat berharga yang diperdagangkan di bursa efek. Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham (stock). Jika perusahaan perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini disebut dengan saham biasa (common stock). Untuk menarik investor potensial lainnya, suatu perusahaan mungkin saja mengeluarkan kelas lain dari saham,yaitu yang disebut dengan saham preferent (preferred stock) atau saham treasuri (treasure stock).

Berdasarkan perhitungan, maka dapat ditarik kesimpulan, yaitu hasil perhitungan ROE, EPS, DPS, DPR, dan PER kemudian menganalisis estimasi nilai intrinsik dengan menggunakan metode pendekatan Price Earning Ratio dalam pengambilan keputusan investasi diketahui bahwa PT Unilever Indonesia Tbk., berada dalam kondisi undervalued dimana nilai intrinsik lebih besar daripada harga pasar saham atau dinilai harga saham murah. Keputusan yang dapat diambil oleh calon investor adalah membeli saham tersebut dengan mempertimbangkan variabel fundamental.

 


DAFTAR PUSTAKA

Putra, Y. M., (2019). Perencanaan Keuangan Perusahaan dan Manajemen Modal Kerja. Modul Kuliah Manajemen Keuangan. Jakarta, FEB-Universitas Mercu Buana

Oktiwiati, E. D., & Nurhayati, M. (2020). PENGARUH PROFITABILITAS, STRUKTUR MODAL, DAN KEPUTUSAN INVESTASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Pada Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017) (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana Jakarta).

Bintara, R. (2020). The Effect of Working Capital, Liquidity and Leverage on Profitability. Saudi Journal of Economics and Finance Abbreviated4(1), 28-35.

Tanjung, P. R. S., & Wahyudi, S. M. (2019). Analysis the Effect Disclosure of Sustainability Report, Economic Value Added and Other Fundamental Factors of Companies on Company Value. International Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences9(2), 237-249.

Fahmi, Irham. 2014. Manajemen Keuangan Perusahaan dan Pasar Modal. Jakarta: Mitra Wacana Media. Hal 306 – 323

Eduardus, Tandelilin (2010). Portofolio dan Investasi (Edisi Ketujuh). Kanisius, Yogyakarta. Hal 301

Sapto, Rahardjo (2006). Kiat Membangun Aset Kekayaan. Elex Media Komputindo, Jakarta. Hal 31

Darmadji, Tjiptono, dan Fakhruddin. 2012. Pasar Modal Di Indonesia. Edisi. Ketiga. Jakarta : Salemba Empat. Hal 5 - 6

Hartono, Jogianto.2000.Teori Portofolio dan Analisis Investasi,Edisi Kedua.Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Hal 79

Brigham, Eugene F. Dan J.F. Houston. 2010. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat. Hal 7 dan 33

Widoatmojo, Sawidji. 2005. Cara Sehat Investasi di Pasar Modal. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Hal 54

 

Sumber Online Lainnya:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/65704/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y

http://eprints.polsri.ac.id/2686/3/3.%20BAB%202.pdf

http://eprints.unm.ac.id/17897/1/Jurnal%20Ahmad%20Mustafa.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artikel Ilmiah ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015