Artikel Ilmiah ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015
Artikel Ilmiah
ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK
INDONESIA PERIODE 2010-2015
Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, SE,
M.si
Disusun Oleh :
Kelompok 11
1. Asifah Elsa Nurahma Lubis (43220010001)
2. Amartia Rachmawati (43220010086)
3. Firda Ainun Fadillah (43220010002)
4. Meisa Arifah (43220010080)
5. Zelika azzahra (43220010005)
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2020
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul
“Analisis Struktur Modal Pada PT Mustika Ratu Tbk Di Bursa Efek Indonesia
Periode 2010-2015“, dengan objek penelitian PT. Mustika Ratu Tbk.
Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran perkembangan dan perubahan struktur modal pada PT.
Mustika Ratu Tbk dari tahun 2010-2015 serta untuk mengetahui apakah struktur
modal yang telah diterapkan dapat meminimumkan biaya modal pada PT. Mustika
Ratu Tbk dari tahun 2010-2015.
Metode analisis yang digunakan
adalah metode analisis kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah rumus
yang berkaitan dengan struktur modal yaitu rumus rasio leverage, struktur modal
dan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC).
Dari hasil analisis menunjukkan
bahwa dalam menetapkan struktur modal pada tahun 2010-2015 lebih banyak
menggunakan modal sendiri. Perkembangan modal sendiri perusahaan mengalami
peningkatan. Sementara perkembangan hutang jangka panjang mengalami fluktuasi.
Akibat penggunaan modal sendiri tersebut biaya modal rata – rata tertimbang PT
Mustika Ratu Tbk yaitu : pada tahun 2010 WACC sebesar 8,65%, pada tahun 2011 sebesar
12,65%, pada tahun 2012 sebesar 14,43%, pada tahun 2013 sebesar 3,69%, pada
tahun 2014 sebesar 5,36%, dan pada tahun 2015 sebesar 1,42%. Jadi struktur
modal yang optimum terjadi pada tahun 2015 karena biaya modalnya merupakan
biaya modal terendah.
PENDAHULUAN
Pengelolaan
fungsi keuangan yang disebut manajemen keuangan merupakan salah satu fungsi
operasional perusahaan. Ada tiga keputusan utama dalam manajemen keuangan pada
suatu perusahaan yaitu keputusan pendanaan, keputusan investasi, dan kebijakan
dividen. Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana, baik yang
berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara
efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau
pembelanjaan secara efektif dan efesien.
PT.
Mustika Ratu Tbk merupakan salah satu perusahaan domestik yang bergerak
dibidang kosmetik. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia.
Perkembangan
hutang jangka panjang pada PT Mustika Ratu Tbk mengalami fluktuasi dan
perkembangan modal sendiri pada PT Mustika Ratu mengalami fluktuasi.
Berdasarkan kenyataan diatas, maka dapat dikatakan bahwa struktur modal pada PT
Mustika Ratu Tbk dari tahun 2010 sampai dengan 2015lebih banyak menggunakan
modal sendiri dalam menjalankan aktivitasnya dibandingkan dengan menggunakan
hutang. Untuk menjalankan kegiatan perusahaan, maka diperlukan pembelanjaan
yang baik agar dapat mengkombinasikan berbagai sumber modal yang tersedia
dengan biaya semurah mungkin, karena masing-masing sumber modal tersebut
memiliki biaya modal yang berbeda-beda. Atas dasar permasalahan di atas maka
tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui gambaran perkembangan
dan perubahan struktur modal pada PT Mustika Ratu Tbk dari tahun 2010-2015. (2)
Untuk mengetahui apakah struktur modal yang telah diterapkan dapat meminimumkan
biaya modal pada PT Mustika Ratu Tbk dari tahun 2010-2015.
LITERATUR TEORI
Struktur
modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan perimbangan antara
hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto:2001). Menurut Suad Husnan
dan Pudjiastuti (2006), semua struktur modal adalah baik, tetapi kalau dengan
mengubah struktur modal ternyata nilai perusahaan berubah maka akan diperoleh
struktur modal terbaik. Perusahaan perlu mencapai struktur modal yang optimal
sehingga biaya modal perusahaan
dapat diminimalisir atau
perusahaan dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Agus Sartono (2011) menyatakan
bahwa struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang dapat meminimalkan
biaya modal rata – rata atau memaksimalkan nilai perusahaan.
Struktur modal merupakan masalah penting dalam pengambilan keputusan mengenai pendanaan perusahaan (Brigham dan Houston:2001). Apabila nilai struktur modal berada diatas atau lebih besar dari satu, maka berarti perusahaan memiliki jumlah hutang yang lebih besar daripada jumlah modal sendiri. Kondisi ini tidak sesuai dengan teori struktur modal yang optimal, dimana seharusnya jumlah hutang perusahaan tidak boleh lebih besar daripada modal sendiri. Sementara itu kebanyakan investor lebih tertarik menanamkan modalnya kedalam bentuk investasi pada perusahaan yang mempunyai struktur modal tertentu yang besarnya kurang dari satu. Karena jika struktur modal lebih besar dari satu berarti risiko yang ditanggung oleh investor menjadi meningkat.
Tinjauan Pustaka
Menurut Riyanto (2001) modal adalah barang-barang yang ada dirumah tangga perusahaan dalam fungsi produktivitas untuk membentuk pendapatan. Menurut Suad Husnan (2006) modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh perusahaan yang diajukan dalam pos
Struktur Modal
Menurut Riyanto (2001) struktur modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Menurut Suad Husnan (2004) struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri. Dapat disimpulkan bahwa struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri.
Metode Penelitian
Metode penelitian
yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang dilakukan dengan cara
membandingkan laporan keuangan dengan data lainnya dari tahun ke tahun, serta
menghitung perubahan yang terjadi.
PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Rasio Leverage PT Mustika Ratu Tbk
Rasio leverage merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban baik jangka pendek
maupun jangka panjang.
Tabel 1
Perkembangan Rasio Leverage PT. Mustika Ratu Tbk
Tahun 2010 – 2015
|
Rasio Leverage |
Tahun |
Rasio (%) |
Perubahan (%) |
|
Debt Ratio (%) |
2010 |
12,64 |
- |
|
2011 |
15,16 |
19,98 |
|
|
2012 |
15,28 |
0,75 |
|
|
2013 |
14,06 |
(7,99) |
|
|
2014 |
23,02 |
63,79 |
|
|
2015 |
24,15 |
4,90 |
|
|
Debt
Equity Ratio (%) |
2010 |
4,29 |
- |
|
2011 |
4,47 |
4,18 |
|
|
2012 |
3,78 |
(15,45) |
|
|
2013 |
3,66 |
(3,12) |
|
|
2014 |
6,04 |
65,01 |
|
|
2015 |
6,11 |
1,21 |
|
|
Debt to Total Capitalization (%) |
2010 |
4,11 |
- |
|
2011 |
4,28 |
4,00 |
|
|
2012 |
3,64 |
(14,89) |
|
|
2013 |
3,53 |
(3,01) |
|
|
2014 |
5,69 |
61,30 |
|
|
2015 |
5,76 |
1,14 |
Berdasarkan
tabel 1 diatas, menunjukkan bahwa rasio leverage perusahaan dari tahun 2010-2015
mengalami fluktuasi. Berfluktuasinya rasio leverage tersebut disebabkan karena
hutang jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan juga mengalami fluktuasi.
Debt Ratio perusahaan pada tahun 2010-2011 meningkat sebesar
19,98%, pada tahun 2011-2012 meningkat sebesar
0,75%, pada tahun 2012-2013 menurun sebesar 7,99%, pada tahun 2013-2014
meningkat sebesar 63,79%, dan pada tahun 2014-2015
meningkat sebesar 4,90%. debt ratio perusahaan hanya mengalami
penurunan pada tahun 2012-2013, dan pada tahun-tahun berikutnya debt ratio mengalami kenaikan, ini
menunjukkan bahwa resiko keuangan yang dihadapi oleh perusahaan semakin tinggi
karena hutang tersebut mempunyai beban bunga yang tetap yang harus ditanggung
oleh perusahaan.
Berdasarkan
tabel 1 diatas, menunjukkan bahwa debt
equity ratio mengalami fluktuasi,
dimana pada tahun 2010-2011 meningkat sebesar 4,18%, pada tahun 2011- 2012
menurun sebesar 15,45%, pada tahun 2012-2013 menurun kembali sebesar 3,12%,
pada tahun 2013-2014 mengalami peningkatan sebesar 65,01%, dan pada tahun
2014-2015 meningkat sebesar 1,21%. Penurunan debt equity ratio hanya terjadi pada tahun 2012 dan 2013 saja, dan
pada tahun berikutnya mengalami peningkatan ini menunjukkan bahwa dalam
struktur modal tersebut resiko keuangan yang ditanggung oleh perusahaan semakin
tinggi karena debt equity ratio menunjukkan
seberapa besar hutang jangka panjang yang dapat dijamin dengan modal sendiri.
Berdasarkan
tabel 1 diatas menunjukkan bahwa debt to
total capitalization perusahaan berfluktuasi. Pada tahun 2010-2011
meningkat sebesar 4,00%, pada tahun 2011-2012 menurun sebesar 14,89%, pada
tahun 2012-2013 menurun kembali sebesar 3,01%, pada tahun 2013-2014 meningkat
sebesar 61,30%, dan pada tahun 2014-2015 meningkat sebesar 1,14%. Nilai debt to total capitalization pada tahun
2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015 berturut turut adalah 4,11%, 4,28%, 3,64%,
3,53%, 5,69%,
5,76%. Nilai debt to total capitalization pada tiap
tahunnya menunjukkan bahwa dari keseluruhan modal jangka panjang yang terdapat
di dalam modal jangka panjang adalah merupakan pinjaman jangka panjang
perusahaan.
2.
Analisis Struktur Modal
PT. Mustika Ratu Tbk
Analisis
struktur modal pada dasarnya digunakan untuk mengetahui perbandingan pendanaan
jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka
panjang terhadap modal sendiri. Analisis struktur modal juga digunakan untuk
mengetahui komposisi pendanaan yang digunakan oleh PT Mustika Ratu Tbk serta
kebijaksanaan manajemen dalam menetapkan struktur modalnya. Komposisi struktur
modal pada PT Mustika Ratu Tbk seperti terlihat pada tabel berikut
Tabel 2
Struktur Modal PT Mustika Ratu Tbk Tahun 2010 –
2015
|
Tahun |
Struktur Modal |
Komposisi |
|
|
Dalam Rupiah |
Dalam (%) |
||
|
2010 |
Hutang
Jangka Panjang |
10.638.267.816 |
4,11 |
|
Modal
Sendiri |
248.064.449.550 |
95,89 |
|
|
Total |
258.702.717.366 |
100 |
|
|
2011 |
Hutang
Jangka Panjang |
12.000.508.887 |
4,28 |
|
Modal
Sendiri |
268.606.924.389 |
95,72 |
|
|
Total |
280.607.433.276 |
100 |
|
|
2012 |
Hutang
Jangka Panjang |
10.939.737.916 |
3,64 |
|
Modal
Sendiri |
289.604.590.185 |
96,36 |
|
|
Total |
300.544.328.101 |
100 |
|
|
2013 |
Hutang
Jangka Panjang |
9.981.975.643 |
3,53 |
|
Modal
Sendiri |
272.756.376.318 |
96,47 |
|
|
Total |
282.738.351.961 |
100 |
|
|
2014 |
Hutang
Jangka Panjang |
16.916.040.867 |
5,69 |
|
Modal
Sendiri |
280.128.350.160 |
94,31 |
|
|
Total |
297.044.391.027 |
100 |
|
|
2015 |
Hutang
Jangka Panjang |
17.165.678.527 |
5,76 |
|
Modal
Sendiri |
280.857.007.040 |
94,24 |
|
|
Total |
298.022.685.567 |
100 |
|
Sumber : www.idx.co.id (diolah
dari data)
Berdasarkan
analisis struktur modal pada tabel 2 diatas maka dapat diketahui bahwa
komposisi struktur modal yang ditetapkan oleh PT Mustika Ratu Tbk dari tahun
2010-2015 sebagian besar menggunakan modal sendiri daripada hutang jangka
panjang. Pemilihan pendanaan yang berasal dari modal sendiri oleh PT Mustika
Ratu Tbk menunjukkan bahwa manajemen mengurangi resiko finansial yang akan
dihadapi oleh PT Mustika Ratu Tbk di masa yang akan datang.
3.
Analisis Biaya Modal (Cost
of Capital) PT Mustika Ratu Tbk
Setiap
hutang yang ditarik dari pihak luar untuk membiayai kegiatan perusahaan akan
memberikan beban tetap bagi perusahaan, yaitu biaya bunga. Analisis biaya modal
ini digunakan untuk menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh
perusahaan sehubungan dengan penggunaan modal dari alternatif sumber pendanaan
yang dipilih oleh perusahaan. Perusahaan dalam menentukan struktur modal
Dapat
dilihat dari tabel bahwa biaya hutang jangka panjang PT Mustika Ratu pada tahun
2015 adalah sebesar 9,90%. Biaya modal saham pada tahun 2015 sebesar 0,90% dan
biaya laba ditahan adalah sebesar 0,90%.
Dari total
seluruh biaya tersebut dapat dihitung biaya modal rata-rata tertimbang atau
biaya modal PT Mustika Ratu Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
tahun 2015 adalah sebesar 1,42%.
Struktur
modal yang berbeda juga akan dapat menimbulkan perbedaan terhadap biaya modal
perusahaan, karena masing-masing sumber modal mempunyai biaya yang berbeda satu
sama lainnya. Dari hasil perhitungan, maka dapatlah diketahui biaya modal
rata-rata tertimbang perusahaan (Weight
Average Cost of Capital) dari tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut :
Tabel 15
Weight Average Cost of Capital (WACC) Pada PT Mustika Ratu Tbk
Periode 2010 – 2015
|
Tahun |
WACC
(%) |
|
2010 |
8,65 |
|
2011 |
12,65 |
|
2012 |
14,43 |
|
2013 |
3,69 |
|
2014 |
5,36 |
|
2015 |
1,42 |
Sumber : www.idx.co.id (diolah dari data)
Dari data diatas dapat
diketahui bahwa besarnya biaya modal ( WACC) pada tahun 2010
WACC sebesar 8,65%,
pada tahun 2011 WACC
sebesar 12,65%, pada
tahun 2012 WACC
sebesar 14,43%, pada tahun
2013 WACC sebesar
3,69%, pada
tahun 2014 WACC sebesar 5,36% dan pada tahun 2015 Wacc sebesar 1,42%.
Jadi, dapat diketahui bahwa struktur modal optimum pada PT Mustika Ratu Tbk terjadi pada tahun 2015 karena biaya modalnya merupakan biaya modal terendah.
KESIMPULAN
1.
Pada tahun 2010 jumlah hutang jangka panjang sebesar
Rp10.638.267.816,-pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp 12.000.508.887,- pada
tahun 2012 menurun sebesar Rp 10.939.737.916,- pada tahun 2013 kembali menurun
sebesar Rp 9.981.975.643,- pada tahun 2014 meningkat sebesar 10.574.595.944,-
dan pada tahun 2015 kembali meningkat
sebesar Rp 17.165.678.527,-. Kemudian dapat dilihat dari modal sendiri pada
tahun 2010 sebesar 248.064.449.550,- pada tahun 2011 meningkat sebesar Rp
268.606.924.389,- pada tahun 2012 kembali meningkat sebesar Rp
289.604.590.185,- pada tahun 2013 menurun sebesar
Rp 272.756.376.318,- pada tahun 2014 meningkat
sebesar Rp 280.128.350.160,-
pada tahun 2015 kembali meningkat sebesar Rp
280.857.007.040,-. Dapat dilihat dari gambaran struktur modal dalam
pembahasan sebelumnya PT Mustika Ratu Tbk dalam menjalankan aktivitas
perusahaan lebih banyak menggunakan modal sendiri dari pada hutang jangka
panjang. Pemilihan pendanaan ini menunjukkan bahwa manajemen mengurangi resiko
finansial yang akan dihadapi PT Mustika Ratu Tbk dimasa yang akan datang.
2.
Biaya modal rata – rata tertimbang (WACC) pada PT Mustika
Ratu Tbk dari analisis diperoleh sebagai berikut pada tahun 2010 WACC sebesar
8,65%, pada tahun 2011 WACC sebesar 12,65%, pada tahun 2012 WACC sebesar
14,43%, pada tahun 2013 WACC sebesar 3,69%, pada tahun 2014 WACC sebesar 5,36%
dan pada tahun 2015 WACC sebesar 1,42%. Dari analisis tersebut terlihat bahwa
struktur modal yang diterapkan PT Mustika Ratu Tbk dapat meminimumkan biaya
modal rata – rata tertimbangnya pada tahun 2015 terlihat bahwa pada tahun 2015
tersebut adalah biaya modal rata-rata tertimbang paling minimum dari
tahun-tahun sebelumnya. Struktur modal pada PT Mustika Ratu Tbk dinyatakan baik
karena didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa biaya modal
rata-rata tertimbang atau Weight Average
Cost of Capital (WACC) yang meskipun berfluktuasi tetap dapat meminimumkan
biaya modalnya. Pernyataan tersebut didukung oleh konsep “struktur modal
optimum“ yang menyatakan bahwa perusahaan telah mencapai struktur modal yang
optimum jika perusahaan tersebut dapat meminimumkan biaya modal rata-ratanya
atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa struktur modal yang mempunyai biaya
modal rata – rata tertimbang yang terendah (Riyanto:2001).
DAFTAR
PUSTAKA
Agus, Sartono. 2011. Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi). Yogyakarta : BPFE.
Bambang, Riyanto. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta : BPFE.
Jakarta : Salemba Empat.
S, Munawir. 2010. Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Yogyakarta : Liberty.
UPP STIM YKPN.
Komentar
Posting Komentar