Artikel Ilmiah Analisis Konsep Risk dan Return Atas Investasi Saham Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016


 Artikel Ilmiah

Analisis Konsep Risk dan Return Atas Investasi Saham Pada Perusahaan Otomotif dan

 Komponen Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016

Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si




Disusun Oleh :

Kelompok 11

1. Asifah Elsa NurahmaLubis (43220010001)

2. Amartia Rachmawati (43220010086)

3. Firda Ainun Fadillah (43220010002)

4. Meisa Arifah (43220010080)

5. Zelika Azzahra (43220010005)

 

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

2021

 



ABSTRAK

Artikelilmiahdenganmateri “Analisis Konsep Risk dan Return” ini membahas tentang analisis risk dan return secara keseluruhan mulai dari pengertian, macam-macam, cara mengukur return arithmetic dan geometric, macam-macam definisi pasar, pasar modal, mengenal risiko sistematis dan risiko non sistematis, beta dan security market line, dan implementasi analisis konsep risk dan return pada perusahaan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ilmiah ini yaitu pengumpulan informasi dari berbagai sumber media online di internet.


 


PENDAHULUAN

Manajemen Keuangan baik dalam perusahaan yang dibawa Pemerintahaan (BUMN) maupun Swasta tentu mempunyai strategi bagaimana bisa mencapai suatu keuntungan yang besar. Tapi untuk mencapai tujuan tersebut tentunya ada dua aspek yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan dalampengambilan keputusan keuangan, yaitu tingkat pengembalian (return) dan risiko (risk)keputusan keuangan tersebut. Tingkat pengembalian adalah imbalan yang diharapkandiperoleh di masa mendatang, sedangkan risiko diartikan sebagai ketidakpastian dariimbalan yang diharapkan. Risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan rata-rata dari tingkat pengembalian yang diharapkan yang dapat diukur dari standardeviasi dengan menggunakan statistika.

Suatu keputusan keuangan yang lebih berisiko tentu diharapkan memberikanimbalan yang lebih besar, yang dalam keuangan dikenal dengan istilah “High Risk HighReturn”. Ada trade off antara risk dan return, sehingga dalam pemilihan berbagaialternatif keputusan keuangan yang mempunyai risiko dan tingkat pengembalian yangberbeda-beda, pengambilan keputusan keuangan perlu memperhtungkan risiko relative keputusannya.   Untuk   mengukur   risiko   relatif   digunakan   koefisien   variasi,   yangmenggambarkan risiko per unit imbalan yang diharapkan yang ditunjukkan oleh besarnyastandar deviasi dibagi tingkat pengembalian yang diharapkan.

Risiko keuangan terjadi karena adanya penggunaan hutang dalam struktur keuangan perusahaan, yang mengakibatkan perusahaan harus menanggung beban tetap secara periodic berupa beban bunga. Hal ini akan mengurangi kepastian besarnya imbalan bagi pemegang saham, karena perusahaan harus membayar bunga sebelum memutuskan pembagian laba bagi pemegang saham. Dengan demikian, risiko keuangan menyebabkan variabilitas laba bersih (net income) lebih besar.

Jika manajemen perusahaan dapat memanfaatkan dana yang berasal dari hutanguntuk memperoleh laba operasi yang lebih besar dari beban bunga, maka penggunaanhutang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan akan meningkatkan return bagi pemegang saham. Sebaliknya, jika manajemen tidak dapat memanfaatkan danasecara baik, perusahaan mengalami kerugian.



LITERATUR TEORI

Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Selain itu, risiko juga sering disebut dengan bahaya, akibat atau  konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau  kejadian yang akan datang. Dalam investasi, risiko adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena perolehan hasil investasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan.

Menurut Jorion  (2000), menyatakan risiko sebagai volatility dari suatu hasil yang tidak diekspektasi, secara general nilai dari asset atau kewajiban dari bunga

Menurut Fahmi (2014:358), Return adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya.

Menurut Bodie et., all (2005)  mendefinisikan return sebagai penjumlahan sederhana pendapatan yang diperoleh dari setiap dolar yang diinvestasikan.

Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, Return Saham disebut juga sebagai pendapatan saham dan merupakan perubahan nilai harga saham periode t dengan t - ı. Dan berarti bahwa semakin tinggi perubahan harga saham  maka semakin tinggi return saham yang dihasilkan.

Menurut Tandellin, Return saham  merupakan salah satu factor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung resiko atas berinvestasi yang dilakukannya. Return investasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

1)          Yield, komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodic dari suatu  investasi. Yield hanya berupa angka nol (0) dan positif (+).

2)          Capital gain (loss, komponen return yang merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu keuntungan  (kerugian) bagi investor. Capital gain berupa angka minus (-), nol (0) dan positif (+).

 

 


PEMBAHASAN

 

A.      Pengertian return

Ø  Return merupakan salahsatu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi

Ø  Return yang dilakukannya merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinteraksi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor dalam menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya.

Ø  Singkatnya return adalah keuntungan yang diperoleh investor dari dana yang ditanamkan pada suatu investasi

 

Mengukur return arithmetic dan geometric

Estimasi return yang diharapkan dilakukan dengan perhitungan Dua metode yang dapat dipakai adalah :

1.    Rata-rata aritmatik (arithmetic mean), Arithmetic mean lebih baik dipakai untuk menghitung nilai rata-rata aliran return yang tidak bersifat kumulatif

2.     Rata-rata geometrik (geometric mean); Geometric mean sebaiknya dipakai untuk menghitung tingkat perubahan aliran return pada periode yang bersifat serial dan kumulatif (misalnya 5 atau 10 tahun berturut-turut).

Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk menghitung suatu rangkaian aliran return dalam suatu periode tertentu, misalnya return suatu asset selama 5 atau 10 tahun.

 

Return Rata-rata : Arithmetic and Geometric Mean

1)   Arithmetic Mean

Arithmetic mean adalah sebuah pengukuran yang baikatas rata-rata (padakhususnya) yang ditunjukkan dalam satu periode. Arithmetic mean adalah perkiraan terbaik dari pengembalian yang diharapkan (expected return) untuk periode berikutnya.

Statistik yang paling dikenal baik oleh kebanyakan orang adalah arithmetic mean.Oleh karena itu, ketika seseorang menunjuk ke mean return mereka biasanya menunjuk ke arithmetic mean. Arithmetic mean biasanya ditetapkan dengan simbol X-bar, dengan rumus :

 

 

2)   Geometric Mean

Geometric mean adalah sebuah pengukuran yang baik atas perubahan kekayaan sepanjang waktu (multiple period). Geometric mean mengukur hasil susunan rate of return dimana uang bertambah melewati periode yang telah ditetapkan.

Geometric mean return mengukur susun anta rif dari pertumbuhan (rate of growth) sepanjang waktu. Geometric mean terkadang digunakan dalam investasi dan keuangan untuk menggambarkan tariff pertumbuhan yang tetap dari dana investasi sepanjang beberapa periode yang lampau. Geometric mean ditentukan sebagai akar yang paling akhir dari produk yang dihasilkan dari perkembangan relative return.

Geometric mean dirumuskansebagaiberikut :

G = [(1 + TR1)(1 + TR2) … (1 + TRn)]     –  1

Rata-rata geometric juga banyak digunakan untuk menghitung CWI. Jika rata-rata geometric diketahui, CWI untuk suatu periode tertentu dapat dihitung dengan rumus :

CWIt = (1 + RG)n bv

Dengan :

CWI (IKK)   = indeks kemakmuran kumulatif

Bv                = nilai dasar

N                  = lama periode dari periode dasar keperiode ke-t

T                  = periode ke-t

Bv                = nilai dasar

 

B.       Market Efficiency

Efisiensi Pasar dalam hubungannya dengan kehidupan Perekonomian indonesia.Secara umum, efisiensi pasar (market efficiency) didefinisikan oleh Beaver (1989) sebagai hubungan antara harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detail, efisiensi pasar dapat didefinisikan dalam beberapa macam definisi,yaitu:

·      definisi pasar didasarkan pada nilai intrinsik sekuritas,

·      definisi efisiensi pasar didasarkan pada akurasi dari harga sekuritas (Fama, 1970),

·      definisi efisiensi pasar didasarkan pada disstribusi dan informasinya (Beaver, 1989) dan

·      definisi efsiensi pasar didasarkan pada proses dinamik (Jones, 19951)

Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Nilai Intrinsik Sekuritas 

Konsep awal dari efsiensi pasar yang berhubungan dengan informasi laporan keuangan berasal dari praktek analis sekuritas yang mencoba menemukan sekuritas-sekuritas dengan harga yang kurang benar (mispriced). Sekuritas:sekuritas yang dihargat kurang benar (mispriced) merupakan sekuritas-sekuritas yang haganya menyimpang dari nilai intrinsiknya atau nilai fundamentalnya. Untuk konteks seperti ini,maka efisiensi pasar (market efficiency) diukur dari seberapa jauh harga~harga sekuntas menyimpan. dari nilai intrisiknya(Beaver, 1989). Dengan demikian suatu pasar yang efisien menurutkonsep ini dapat didefinisikan sebagai pasar yang nilai-nilai sekuritasnya tidak menyimpang dari nilai-nilai intinsiknya.

Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Akurasi Ekspektasi Harga

Fama (1970) mendefinisikan efisiensi pasar sebagai berikut : "Suatu pasar sekuritas dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas "mencerminkan secara penuh" informasi yang tersedia".

Definisi Efisiensi pasar berdasarkan Distribusi informasi

Beaver (1989) memberikan definisi efisiensi pasar yang didasarkan pada distribusi informasi sebagai berikut     : "Pasar dikatakan efisien terhadap suatu sistem informasi, hanya jika harga-harga sekuritas bertindak seakan-akan setiap orang mengamati sistem informasi tersebut".

Definisi Efisiensi Pasar didasarkan pada Proses Dinamik

Adalah Efisiensi Pasar yang mempertimbangakan distribusi informasi yang tidak simetris dan menjelaskan bagaimana harga-harga akan menyesuaikan karena informasi tidak simetris tersebut.

 

Alasan-Alasan Yang Menyebabkan Pasar Menjadi

1)   Investor adalah penerima harga (price takers),yang berarti bahwa sebagai pelaku pasar, investor seorang diri tidak dapat mempengaruhi harga dari suatu sekuritas.

2)   Informasi tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan dan harga untuk memeproleh informasi tersebut murah.

3)   Informasi dihasilkan secara acak (random) dan tiap-tiap pengumuman informasi sifatnya random satu dengan yang lainnya.

4)   Investor bereaksi dengan menggunakan informasi secara penuh dan cepat,sehingga harga dari sekuritas berubah dengan semestinya mencerminkan informasi tersebut untuk mencapai keseimbangan yang baru.

 

 

ALASAN YANG MENYEBABKAN PASAR MENJADI TIDAK EFISIEN

1)   Terdapat sejumlah kecil pelaku pasar yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas

2)   Harga dari informasi adalah mahal dan terdapat akses yang tidak seragam antara pelaku pasar yang satu dengan yang lainnyaterhadap suatu informasi yang sama.

3)   Informasi yang disebarkan dapat diprediksi dengan baik oleh sebagian pelaku-pelaku pasar

4)   Investor adalah individual-individual yang lugas dan tidak canggih

Bentuk-Bentuk Efisiensi Pasar

§  Efisiensi Pasar secara Informasi , Pasar Efisien yang ditinjau dari sudut informasi saja

§  Efisiensi Pasar secara Keputusan, Pasar Efisien yang ditinjau dari sudut kecanggihan pelaku pasar dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia

Teori Efisiensi Pasar (Market Efficiency Theory)

Pengertian Teori Efisiensi Pasar (Market Efficiency Theory) Teori efisiensi pasar adalah teori yang membahas tentang harga atau nilai sekuritas yang mencerminkan secara penuh semua informasi yang tersedia pada informasi tersebut (Hanafi, 2004). Ada beberapa pengertian tentang teori efisiensi pasar.

1.    Berdasarkan nilai intrinsik sekuritas. Teori ini menjelaskan bahwa pasar dikatakan efisien jika harga atau nilai sekuritas yang ada pada pasar mencerminkan informasi mengenai seberapa jauh harga sekuritas menyimpang dari nilai instrinsiknya.

2.    Berdasarkan akurasi dari ekspektasi harga. Teori ini menjelaskan bahwa pasar dikatakan efisien jika harga atau nilai sekuritas yang ada pada pasar mencerminkan secara penuh dari ketersediaan informasi yang tersedia.

3.    Berdasarkan distribusi informasi. Teori ini menjelaskan bahwa pasar dikatakan efisien jika harga atau nilai sekuritas diperoleh setelah setiap orang memiliki informasi dan dianggap mendapatkan informasi yang sama.

4.    Berdasarkan proses dinamik. Teori ini menjelaskan bahwa pasar dikatakan efisien jika harga atau nilai sekuritas yang tecantum dalam pasar secara cepat dan penuh mencerminkan semua informasi yang tersedia. Jadi dalam konsep efisiensi pasar ini membahas tentang hubungan antara harga atau nilai sekuritas dengan informasi, bagaimana pasar bereaksi terhadap informasi-informasi tersebut serta sejauh mana informasi tersebut dapat mempengaruhi pergerakan harga yang baru.

 

a.    Bentuk-bentuk Efisiensi Pasar Menurut Jogiyanto (2010), bentuk-bentuk efisiensi pasar yaitu:

§  Efisiensi pasar dari sudut informasi (informationally efficient market)

a)        Efisiensi pasar bentuk lemah (weak form) Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga atau nilai yang tercantum dalam sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) informasi masa lampau.

b)        Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semistrong form) Pasar dikatakan efisien dalam bentuk setengah kuat jika harga atau nilai yang tercantum dalam sekuritas secara penuhmencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan termasuk informasi yang berada di laporan keuangan perusahaan emiten.

c)        Efisiensi pasar bentuk kuat (storng form) Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga atau nilai yang tercantum dalam sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang bersifat privat, dan juga informasi lainnya (yang dipublikasikan dan masa lalu. Jadi efisiensi pasar secara informasi didasarkan pada ketersediaan informasi harga atau nilai dari sekuritas mencerminkan semua informasi dan informasi tersebut dapat diperoleh secara terbuka dan cepat tanpa ada hambatan yang khusus. Bursa Efek Indonesia di Jakarta mengacu pada teori efisiensi pasar bentuk setengah kuat karena Bursa Efek Indonesia adalah pasar yang nilai atau harga sekuritasnya secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan perusahaan (Hadimukti, 2012).

§  Efisiensi pasar dari sudut keputusan (decisionally efficient market)

a)        Pasar dikatakan efisien secara keputusan dapat dilihat dari kemampuan pelaku pasar dalam mengambil keputusan berdasarkan semua informasi yang tersedia.

b)        Pasar dikatakan efisien jika terdapat ketersediaan informasi dan efisien secara informasi belum tentu efisien secara keputusan. Adapun kaitannya dengan penelitian ini adalah bahwa harga-harga yang terdapat pada obligasi atau nilai-nilai yang terdapat pada peringkat obligasi mencerminkan semua informasi yang didalamnya mengandung informasi mengenai risiko investasi yang akan ditanggung oleh investor atau kreditor. Harga-harga pasar yang tercantum pada obligasi atau nilai pada peringkat obligasi menjadi penilaian utama dalam melihat risiko investasi. Teori ini sangat sesuai dengan karakteristik penelitian yang akan dilakukan yaitu berkaitan dengan variabel dependen pada penelitian ini yaitu peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia yang akan dinilai oleh investor atau kreditor mengenai peringkat yang merupakan sumber informasi mengenai risiko investasi yaitu apakah emiten akan mampu membayar utang jangka panjangnya berupa obligasi atau tidak kepada para investor atau kreditor.

Pasar Modal

Pengertian Pasar Modal Menurut Siegel dan Shim (1999) pasar modal adalah pusat perdagangan utang jangka panjang dan saham perusahaan. Sedangkan menurut Shook(2002) pasar modal merupakan sebuah pasar tempat dana-dana modal, seperti ekuitas dan hutang, diperdagangkan. Pasar modal juga didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan atau sekuritas jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, public authorities maupun perusahaan swasta (Husnan, 2004). Dari penjelasan diatas, pasar modal merupakan tempat berbagai pihak perusahaan untuk menjual dan membeli berbagai sekuritas khususnya saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan.

·      Fungsi Pasar Modal Pasar modal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi suatu negara, baik ditinjau secara makro maupun mikro. Menurut Husnan (2004) secara makro pasar modal mempunyai fungsi sebagai berikut:

1)      Sebagai salah satu alternatif pembiayaan investasi untuk pembangunan nasional, baik yang dilakukan oleh sektor swasta maupun pemerintah.

2)      Sebagai salah satu instrumen moneter, yaitu pelaksanaan open market policy.

3)      Sebagai salah satu sarana untuk mengikutsertakan pemodal kecil dalam kegiatan pembangungan di sektor swasta maupun pemerintah. Menurut Husnan (2004) secara mikro pasar modal mempunyai fungsi sebagai berikut:

a.       Untuk menyehatkan struktur permodalan perusahaan.

b.      Dalam situasi tertentu, go-public dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk menaikkan nilai perusahaan.

c.       Sebagai sarana bagi para pengusaha untuk mewujudkan kemampuannya dalam membangun bisnisnya melalui merger dan akuisisi. Ditinjau dari pihak-pihak yang berkepentingan, pasar modal mempunyai fungsi sebagai berikut (Husnan, 2004) :

§  Bagi pemerintah, pasar modal merupakan wahana untuk memobilisasi dana dalam negeri maupun luar negeri. Kehadiran pasar modal juga selaras dengan azas demokrasi, yaitu meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan meratakan hasil-hasil pembangungan. Dana dari masyarakat tersebut selanjutnya akan dialokasikan ke sektor yang produktif dan efisien, sehingga akan memepercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

§  Bagi dunia usaha, pasar modal merupakan alternatif untuk memperoleh dana segar. Alternatif ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur modal perusahaan (menghindarkan dari debt to equity ratio yang tinggi) dan meningkatkan nilai perusahaan sehingga dapat menekan biaya modal karena dana yang diperoleh dari pasar modal merupakan dana murah.

§  Bagi investor, pasar modal merupakan salah satu tempat penyaluran dana, selain deposito berjangka dan tabungan. Kehadiran pasar modalakan memperbanyak pilihan investasi sehingga kesempatan untuk memilih yang sesuai dengan preferensi investor akan semakin banyak.

 

·      Tujuan dan Manfaat Pasar Modal Menurut Ahman dan Indriani (2007), keberadaan pasar modal bertujuan untuk :

1)      Untuk menghimpun dan mengerahkan dana dari masyarakat guna membiayai pembangunan, dengan jalan mengikutsertakan masyarakat dalam kepemilikan saham maupun obligasi.

2)      Untuk memperluas dan mempercepat partisipasi masyarakat dalam kepemilikan saham maupun obligasi menuju pemerataan pendapatan. Kehadiran pasar modal juga memberikan manfaat baik yaitu (Ahman dan Indriani 2007) :

a.    Mempermudah pengusaha yang kekurangan modal untuk mendapatkan modal yang sehat dan tidak begitu mengikat.

b.    Memperlancar perluasan produksi yang dilakukan oleh perusahaan

c.    Membantu pemerintah dalam usaha menhimpun dan mengerahkan dana masyarakat untuk membiayai pembangunan nasional.

 

C.       Mengenal Risiko Sistematis dan Risiko Non Sistematis

Risiko Sistematis

Risiko sistematis sering disebut dengan istilah risiko pasar, risiko umum, systematic risk atau general risk. Risiko sistematis pada umumnya sifatnya sistematik dan sulit dihindari. Contoh risiko sistematik adalah peningkatan suku bunga (interest rate risk), kenaikan inflasi (purchasing power / inflationary risk) dan volatilitas pasar yang tinggi (market risk).

Risiko Non Sistematis

Risiko non sistematis sering disebut dengan istilah risiko spesifik, risiko perusahaan atau un-systematic risk. Risiko non sistematis pada umumnya dapat dikelola dengan menggunakan portofolio. Contoh portofolio investasi adalah reksadana. Reksadana pada umumnya terdiri dari beberapa jenis saham, obligasi atau produk-produk keuangan lainnya. Istilah kerennya adalah diversifikasi. Risiko non sistematis dapat dikelola dengan menggunakan diversifikasi. Contoh risiko non sistematis adalah: risiko likuiditas (liquidity risk), risiko kebangkrutan (financial / credit risk) dan risiko tuntutan hokum (operational risk).

 

D.      Beta Dan Security Market Line

PENGERTIAN BETA

Beta merupakan suatu pengukur volatilitas (volatility) return suatu sekuritas atau return portofolio terhadap return pasar. Beta sekuritas ke-I mengukur volatilitas return sekuritas ke-I dengan return pasar. Beta portofolio mengukur volatilitas return portofolio dengan return pasar. Dengan demikian Beta merupakan pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relative terhadap risiko pasar. Volatilitas dapat didefinisikan sebagai fluktuasi dari return-return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode waktu tertentu.

 

MENGESTIMASI BETA

Beta suatu sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data historis. Beta yang dihitung berdasarkan data historisini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi Beta masa datang. Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa Beta historis mampu menyediakan informasi tentang Beta masa depan. Analis sekuritas dapat menggunakan faktor-faktor lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi Beta masa depan.

Beta historis dapat dihitung dengan menggunakan data historis berupa data pasar (return-return sekuritas dan return pasar), data akuntansi (laba-laba perusahaan dan laba indeks pasar) atau data fundamental (menggunakan variabel-variabel fundamental). Beta yang dihitung dengan data akuntansi disebut dengan Beta akuntansi dan Beta yang dihitung dengan data fundamental disebut dengan Beta Fundamental.

BETA PASAR

Beta pasar dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-nilai historis return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu, misalnya selama 60 bulan untuk return bulanan atau 200 hari untuk return harian. Dengan asumsi bahwa hubungan antara return-return sekuritas dan return-return pasar adalah linier, maka Beta dapat diestimasi secara manual dengan memplot garis di antara titik-titik return atau dengan teknik regresi.

BETA AKUNTANSI

Data akuntansi seperti misalnya laba akuntansi (accounting earnings) dapat juga digunakan untuk mengestimasi Beta. Beta akuntansi ini dapat dihitung secara sama dengan Beta pasar (yang menggunakan data return), yaitu dengan mengganti data return dengan data laba akuntansi. Beta akuntansi dengan demikian dapat dihitung dengan rumus :


         


Notasi  :

Hi                    = Beta akuntansi sekuritas ke-i

σlaba,iM          = Kovarian antara laba perusahaan ke-I dengan indeks laba pasar.

σ2laba,M         = varian dari indeks laba pasar.

Indeks laba pasar dapat dihitung berdasarkan rata-rata laba akuntansi untuk portofolio pasar.



BETA FUNDAMENTAL

Beta menggunakan beberapa variabel Funda mental. Variabel-variabel yang dipilih oleh mereka variabel-variabel yang dianggap berhubungan dengan risiko, karena Beta merupakan pengukuran dari risiko. Dengan argumentasi bahwa risiko dapatditentukan menggunakan kombinasi, karakteristik pasar dari sekuritas dari nilai-nilai fundamental perusahaan, maka kombinasi ini akan banyak membantu mengerti Beta dan untuk memprediksinya. Oleh karena itu Beaver, Kettler dan Scholes menggunakan tujuh macam variabel yang merupakan variabel-variabel fundamental. Sebagian besar dari variabel-varibel tersebut secara umum dianggap bervariasi dengan risiko, tetapi secara teori mungkin tidak semuanya berhubungan dengan risiko. Ketujuh variabel-veriabel yang digunakan adalah sebagai berikut :

1.        Dividend Payout

2.        Accounting Beta

3.        Asset Growth

4.        Leverage

5.        Liquidity

6.        Asset Size

7.        Earnings Variability


BETA PORTOFOLIO

Beta portofolio dapat dihitung dengan cara rata-rata tertimbang (berdasarkan porporsi) dari masing-masing individual sekuritas yang membentuk portofolio sebagai berikut:

βP= Notasi

βP= Beta portofolio

βi= Beta individual sekuritas ke-i

wi= proporsi sekuritas ke-i

Beta portofolio umunya lebih akurat dibandingkan dengan beta tiap-tiap individual sekuritas. Alasannya adalah sebagai berikut:

1.        Beta individual sekuritas diasumsikan konstantan dari waktu kewaktu. Kenyataanya Beta individual sekuritas dapat berubah dari waktu kewaktu. Perbedaan Beta individual sekuritas dapat berupa perubahan naik atau perubahan turun. Beta portofolio akan meniadakan perubahan Beta individual sekuritas denngan perubahan Beta individual sekuritas yang lainnya. Dengan demikian jka Beta tidak konstantan dari waktu kewaktu, maka portofolio akan lebih tepat dibandingkan dengan Beta individual sekuritas.

2.        Perhitungan Beta individual sekuritas juga tidak lepas dari kesalahan pengukuran (meansurement error) atau kesalahan acak (random error). Pembentukan portofolio akan mengurangi kesalahan acak ini, karena kesalahan acak ini, karena kesalahan acak satu sekuritas mungkin akan ditiadakan oleh kesalahan acak sekuritas yang lainnya. Dengan demikian, Beta portofolio juga diharapkan akan lebih tepat dibandingkan dengan Beta individual sekuritas.


Security Market Line (SML)

SML ini digunakan untuk menganalisa bagaimana investor mendapat reward atas kemampuannya menanggung risiko investasi. Garis ini menunjukkan hubungan antara risiko sistematik dengan expected return pada pasar sekuritas.

 

E.       Analisis Return Atas Investasi Saham Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Diperdagangkan di BEI Pada Tahun 2014-2016

Rata-rata return individual (Ri) dari perusahaan otomotif dan komponen yang go public di BEI untuk periode 2014-2016, ditemukan bahwa rata-rata return individual tertinggi adalah saham dari PT. Astra International Tbk sebesar 0,1146 atau 11,46.% sedangkan rata-rata return individual dari perusahaan otomotif dan komponen yang go public di BEI yang terendah adalah saham dari PT. Selamat Sempurna Tbk sebesar -0,1088 atau -10,88%. Kedua saham memiliki return yang berbeda, PT. Astra International Tbk memiliki saham positif artinya perusahaan mengalami keuntungan sedangkan PT. Selamat Sempurna Tbk memiliki saham negatif artinya perusahaan mengalami kerugian. Secara teoritis besarnya return yang diharapkan [E(Ri)], dari setiap jenis saham mengikuti besarnya tingkat beta (risiko). Saham PT. Astra International Tbk memiliki beta dibawah atau mendekati 1 yaitu sebesar 0,4925124 dimana beta itu disebut beta lemah atau defensif dan peluang keuntungannya yaitu 0,037929462 atau 3,7929496%. Untuk PT. Astra Otoparts Tbk memiliki beta diatas 1 yaitu sebesar 1,5603177 dimana beta itu disebut beta agresif dan peluang keuntungannya yaitu sebesar -0,026902657 atau -2,6902657%. Sedangkan PT. Selamat Sempurna Tbk memiliki beta dibawah 1 yaitu sebesar -0,0502217 dimana beta itu disebut beta lemah atau beta defensif dan peluang keuntungannya yaitu sebesar 0,070881725 atau 7,0881725%.

 

F.        Analisis Risk Atas Investasi Saham Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Diperdagangkan di BEI Pada Tahun 2014-2016

Untuk sektor otomotif dan komponen setelah dihitung risiko sistematisnya (β), beta (β) yang tertinggi adalah PT. Astra Otoparts Tbk sebesar 1,5603177 sedangkan beta yang terendah adalah PT. Selamat Sempurna Tbk sebesar -0,0502217. Kedua beta perusahaan bernilai positif dan perusahaan yang satu bernilai negatif. Hal ini menunjukan saham PT. Astra International Tbk dan PT. Astra Otoparts Tbk tersebut cenderung bergerak searah dengan naik turunnya return pasar (Rm). Sedangkan saham PT. Selamat Sempurna Tbk cenderung bergerak berlawanan dengan naik turunnya return pasar (Rm). Bila beta dirata-rata, maka rata-rata beta tidak pernah sama dengan 1. Hal ini karena yang dipakai sebagai portofolio pasar adalah IHSG sedang yang dirata-rata adalah sahamsaham sampel, bukan semua saham. Saham dengan beta lebih kecil dari satu (β < 1) biasanya bergerak lebih lambat dari pergerakan pasar. Saham-saham jenis ini disebut saham yang bersifat defensif sedangkan saham dengan beta lebih besar dari satu (β > 1) biasanya bergerak lebih cepat dari pergerakan pasar. Saham-saham jenis ini disebut saham yang bersifat agresif. Saham pada perusahaan otomotif dan komponen yang go public di BEI bersifat defensif pada tahun 2014-2016 adalah PT. Astra International Tbk dan PT. Selamat Sempurna Tbk dimana risiko atau beta saham milik kedua perusahaan tersebut dibawah 1 (1 < ) yaitu untuk PT. Astra International Tbk sebesar 0,4925124 dan PT. Selamat Sempurna Tbk sebesar -0,0502217. Artinya, kedua perusahaan bergerak lebih lambat dari pergerakan pasar. Sedangkan saham pada perusahaan otomotif dan komponen yang go public di BEI yang bersifat agresif adalah PT. Astra Otoparts Tbk sebesar 1,5603177 dimana risiko atau beta saham lebih dari 1(>1). Artinya, PT. Astra Otoparts bergerak lebih cepat dari pergerakan pasar

 

G.      Penggolongan Perusahaan Otomotif dan komponen yang Efisien dan Tidak Efisien

Suatu saham dikategorikan saham efisien apabila risiko lebih kecil dari return yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua perusahan memiliki saham tidak efisien dan perusahan yang satu memiliki saham yang efisien. Dimana PT. Astra International Tbk memiliki βi >E(Ri) (0,4925124 > 0,037929462) dan PT. Astra Otoparts Tbk memiliki βi > E(Ri) (1,5603177 > -0,026902657) memiliki saham yang tidak efisien. Sedangkan PT. Selamat Sempurna Tbk memiliki βi <E(Ri) (- 0,0502217 < 0,070881725) memiliki saham yang efisien. Dalam hal ini kedua perusahaan yaitu PT. Astra International Tbk dan PT. Astra Otoparts Tbk tidak layak dibeli atau jika meilikinya lebih baik dijual sedangkan PT. Selamat Sempurna layak untuk dibeli.

 




 

KESIMPULAN

Manajemen Keuangan baik dalam perusahaan yang dibawa Pemerintahaan (BUMN) maupun Swasta tentu mempunyai strategi bagaimana bisa mencapai suatu keuntungan yang besar. Tapi untuk mencapai tujuan tersebut tentunya ada dua aspek yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan, yaitu tingkat pengembalian (return) dan risiko (risk)keputusan keuangan tersebut. Tingkat pengembalian adalah imbalan yang diharapkandiperoleh di masa mendatang, sedangkan risiko diartikan sebagai ketidakpastian dari imbalan yang diharapkan. Risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan rata-rata dari tingkat pengembalian yang diharapkan yang dapat diukur dari standar deviasi dengan menggunakan statistika.

Jika manajemen perusahaan dapat memanfaatkan dana yang berasal dari hutang untuk memperoleh laba operasi yang lebih besar dari beban bunga, maka penggunaan hutang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan akan meningkatkan return bagi pemegang saham. Sebaliknya, jika manajemen tidak dapat memanfaatkan dana secara baik, perusahaan mengalami kerugian.

 



DAFTAR PUSTAKA


Abdul Halim (2005). Analisis Investasi. Edisi Dua. Jakarta: Salemba Empat.hm.300

Bodie, dkk. (2005). Investment. Edisi Keenam. Jakarta: Salemba Empat.

Fahmi, Irham. (2014). Analisa Kinerja Keuangan. Bandung : Alfabeta. 

Fahmi, I. (2012). Pengantar Pasar Modal (Panduan bagi para Akademisi dan Praktisi Bisnis dalam Memahami Pasar Modal Indonesia). Bandung: Alfabeta.

Ibrahim, H. (2008). Pengaruh tingkat suku bunga, peringkat obligasi, ukuran perusahaan dan DER terhadap yield to maturity obligasi korporasi di bursa efek indonesia periode tahun 2004-2006. Universitas Diponegoro Semarang.

Jorion, Philippe. 2000. Value at Risk. Second Edition. McGrawHill, USA.

Putra, Y. m., (2017). Analisis Konsep Risk dan Return. Modul Kuliah Manajemen Keuangan. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta.

Situmorang, B. (2017). Pengaruh Peringkat Obligasi, Dept To Equity Ratio dan Ukuran Perusahaan Terhadap Yield To Maturity Obligasi Korporasi dengan Tingkat Suku Bungan SBI sebagai Variabel Moderating. Universitas Universal.

Tandellin E. 2010, Analisis Investasi dan Mnajemen Fortofolio Edisi pertama Cetakan pertama. BPFE Yogyakarta.hm.105

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian dan Perhitungan Harga Saham Pada PT Unilever Indonesia Tbk.

Artikel Ilmiah ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015