Artikel Ilmiah Analisa Sumber Pembiayaan Jangka Pendek dan Model Pengelolaan Kas Pada PT. Unilever Indonesia Tbk

 

Artikel Ilmiah

Analisa Sumber Pembiayaan Jangka Pendek dan Model Pengelolaan Kas Pada PT. Unilever Indonesia Tbk

Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si



Disusun Oleh :

Kelompok 11

1. Asifah Elsa Nurahma Lubis (43220010001)

2. Amartia Rachmawati (43220010086)

3. Firda Ainun Fadillah (43220010002)

4. Meisa Arifah (43220010080)

5. Zelika Azzahra (43220010005)

 

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

2021




ABSTRAK

Artikel ilmiah dengan materi “Sumber Pembiayaan Jangka Pendek dan Model Pengelolaan Kas” ini membahas tentang pendanaan jangka pendek serta model pengelolaan kas secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ilmiah ini yaitu pengumpulan informasi dari berbagai sumber media online di internet. Pendanaan Jangka Pendek merupakan salah satu langkah yang banyak dilakukan oleh berbagai perusahaan untuk memperoleh modal. Kas merupakan salah satu instrument yang sangat penting dalam pendanaan suatu perusahaan karena kas merupakan harta perusahaan yang paling likuid. Kas mempunyai kedudukan sentral dalam menjaga kelancaran operasi perusahaan. Obyek dalam artikel ini meliputi Sumber-Sumber Pendanaan Jangka Pendek yaitu Pendanaan Spontan dan Tidak Spontan. Serta membahas tentang Manajemen Kas yang meliputi Motif Memiliki Kas, Metode-Metode dalam Pengelolaan Kas Perusahaan yaitu Metode Baumol dan Metode Miller Orr.

 

 

 

PENDAHULUAN

Pertumbuhan merupakan hal penting bagi sebuah perusahaan. Pertumbuhan dibutuhkan untuk merangsang dan menyalurkan bakat manajerial dengan menawarkan promosi yang tepat dan pemberian tanggung jawab yang lebih besar. Namun, karena semakin pesatnya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan serta globalisasi maka pertumbuhan perusahaan menjadi tidak stabil dan persaingan dunia usaha menjadi semakin berat dan kompleks. Untuk menghadapi permasalahan tersebut berbagai cara telah dilakukan oleh masing-masing perusahaan, baik dalam bidang pemasaran, produksi, sumber daya manusia maupun keuangan. Keberhasilan dan kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya didukung oleh teknik produksi, sistem pemasaran yang baik dan faktor sumber daya manusia yang terampil, tetapi juga diperlukan faktor penunjang yang lain yaitu upaya perusahaan dalam mengatur keuangan serta memanfaatkannya secara efisien, karena kelancaran operasi perusahaan tidak terlepas dari bagaimana pihak manajemen perusahaan khususnya manajer keuangan untuk mengatur dan merencanakan penerimaan dan pengeluarannya.

Perencanaan sendiri memegang peranan yang penting bagi pelaksanaan operasional perusahaan karena merupakan langkah awal dalam menentukan arah kebijaksanaan perusahaan, selain itu perencanaan keuangan merupakan aktivitas yang sangat fundamental dan penting dalam kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan dan usaha mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Maka melalui perencanaan keuangan, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Perencanaan keuangan dimulai dari perencanaan jangka panjang (strategi) yang pada akhirnya menjadi pedoman bagi perencanaan jangka pendek (operasi).

Perlu diperhatikan juga bahwa, dana yang diperoleh perusahaan merupakan suatu modal yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang modal yang diperlukan dalam aktivitas usahanya. Dari perputaran barang-barang modal tersebut diharapkan perusahaan akan memperoleh keuntungan yang cukup untuk menjamin kelangsungan usahanya. Salah satu aspek yang dapat menjamin terselenggaranya manajemen permodalan suatu perusahaan dengan baik dan lancar adalah manajemen kas.

Kas merupakan salah satu unsur permodalan yang sangat berpengaruh terhadap operasional perusahaan sehari-hari, oleh karena itu manajemen kas harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga kas yang tersedia tidak kurang ataupun berlebihan, karena keduanya mempunyai akibat negatif bagi perusahaan. Kekurangan kas dapat mengakibatkan tidak terbayarnya berbagai kewajiban yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja serta merugikan nama baik perusahaan di mata para supplier perusahaan. Sebaliknya kas yang berlebihan menunjukkan bahwa perusahaan kurang efektif dalam mengelola kas, yang berarti bahwa tingkat perputaran kas dalam perusahaan tersebut rendah.

Maka untuk mengantisipasi agar perusahaan tidak kekurangan dana, dibuatlah perencanaan keuangan dalam bentuk anggaran kas yang dapat membantu untuk meminimalkan atau membatasi berbagai biaya yang dapat menyebabkan perusahaan kesulitan likuiditas serta memacu dan merencanakan darimana perusahaan memperoleh sumber pembiayaan atau pendapatan untuk memenuhi kewajiban perusahaan baik pada pihak intern maupun ekstern. Selain itu, manajemen kas yang baik dapat membantu manajer untuk lebih mengkoordinasi, mengontrol dan menentukan arah perkembangan perusahaan. Oleh karena itu perencanaan keuangan seperti pembuatan anggaran kas diharapkan dapat membantu mengelola keuangan perusahaan dengan baik serta memberi perbaikan dan solusi mengenai masalah keuangan yang dihadapi perusahaan.

 


 

LITERATUR TEORI

  1. 1.     MANAJEMEN KEUANGAN JANGKA PENDEK

Manajemen   Keuangan   Jangka   Pendek  merupakan   pengelolaan   aktiva lancar (kas, surat berharga, piutang, persediaan) dan pasiva lancar perusahaan (hutang   dagang,   wesel   bayar,   kewajiban   yang   masih   harus   dibayar)   untuk mencapai keseimbangan antara laba dan risiko agar memberi kontribusi nilai positif terhadap nilai perusahaan. Misalnya Aktiva lancar dalam jumlah besar berakibat pada peningkatan risiko tidak dapat membayar pada saat jatuh tempo.

  1. 2.     PENDANAAN JANGKA PENDEK

Pendanaan jangka pendek merupakan utang yang mempunyai jangka waktu satu tahun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan aktiva lancer sebagai modal kerja perusahaan.

  1. 3.     PENGELOLAAN KAS

·         Menurut Williams (2011) mendefinisikan pengelolaan kas sebagai ”strategi dan proses untuk mengelola secara efektif dan efesien arus kas jangka pendek dan saldo-saldo kas yang ada dalam pemerintahan maupun antara pemerintah dengan sektor-sektor lain.”

·         Menurut Martini (2012 : 180) “Kas adalah aset keuangan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Kas merupakan aset yang paling liquid karena dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan. kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan entitas”.

·         Menurut Ridwan S.Sundjaja dan Inge Barlian dalam bukunya “Manajemen Keuangan I(2003 : 99), aliran kas perusahaan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

1.      Aliran kas dari aktivitas operasi, aliran kas yang berhubungan langsung dengan produksi dan penjualan dari produk maupun jasa perusahaan.

2.      Aliran kas dari aktivitas investasi, berhubungan dengan pembelian dan penjualan aktiva tetap maupun investasi pada bisnis lain, dimana pembelian mengakibatkan kas keluar dan transaksi penjualan menghasilkan aliran kas masuk.

3.      Aliran kas dari aktivitas pendanaan, dihasilkan dari pinjaman dan ekuitas.

·         Menurut Agus Sartono dalam bukunya “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi” (2001 : 416), keuntungan yang dapat diharapkan dengan memiliki kas yang cukup adalah:

1.      Memperoleh bunga dari investasi pada surat berharga.

2.      Dengan memiliki kas yang cukup, perusahaan dapat memperoleh potongan pembelian yang diberikan oleh supplier sehingga menurunkan harga beli input.

3.      Seringkali perusahaan memperoleh kesempatan pembelian yang lebih baik dengan memiliki kas yang cukup, misalkan adanya promosi dari supplier.

 

 

PEMBAHASAN

A.     PENDANAAN JANGKA PENDEK

  1. 1.     Pengertian Manajemen Keuangan Jangka Pendek

Merupakan pengelolaan aktiva lancar (kas, surat berharga, piutang, persediaan) dan pasiva lancar perusahaan (hutang dagang, wesel bayar, kewajiban yang masih harus dibayar) untuk mencapai keseimbangan antara laba dan risiko agar memberi kontribusi nilai positif terhadap nilai perusahaan. Misalnya Aktiva lancar dalam jumlah besar berakibat pada peningkatan risiko tidak dapat membayar pada saat jatuh tempo.

  1. 2.     Pengertian Pendanaan Jangka Pendek

            Pendanaan jangka pendek merupakan utang yang mempunyai jangka waktu satu tahun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan aktiva lancer sebagai modal kerja perusahaan.

  1. 3.     Tipe dan Jenis-jenis Pendanaan Jangka Pendek

Dalam jangka pendek bisa dikelompokkan menjadi dua tipe atau jenis, yaitu pendanaan spontan, dan pendanaan tidak spontan. Pendanaan spontan adalah sumber dana yang ikut berubah apabila aktifitas perusahaan berubah. Sedangkan pendanan tidak spontan mengharuskan perusahaan untuk melakukan negoisasi untuk menambah atau mengurangi dana yang dipergunakan oleh perusahaan.

a.      Pendanaan Spontan

Pendanaan Spontan (Spontaneous financing) adalah sumber dana yang ikut berubah apabila aktifitas perusahaan berubah. Sehingga, secara otomatis dapat berubah   seiring   dengan   tingkat   kegiatan   perusahaan   (misal   dilihat   dari penjualan perusahaan) atau merupakan jenis pendanaan yang diperoleh dari operasi normal perusahaan dengan dua sumber pembiayaan meliputi hutang dagang   (account   payable)  dan  kewajiban   yang   masih   harus   dibayar(Account   accruals  terjadi akibat jasa yang diterima yang pembayarannya belum dilakukan).

1)    Account Payable (Utang Dagang)

Utang usaha timbul saat perusahaan membeli barang dagangan secarakredit. Secara umum ada 3 tipe hutang dagang, yaitu:

1.       Open account

Open account adalah   tipe   hutang   dagang   yang   paling   populer. Tipe open   account ini   menunjukkan   bahwa   penjual   mengirimkan barang   ke   pembeli   dilengkapi   dengan   faktur   penjualan   yang menyebutkan :

-          barang yang dikirim

-          harga per satuan

-          harga keseluruhan, dan syarat-syarat pembayaran

Setelah   pembeli   menandatangani   tanda   penerimaan   barang, pembeli   berarti   menyatakan   berutang   kepada   penjual.Berbagai persyaratan   di   disertakan   dalam   open   account.  Persyaratan-persyaratan tersebut antara lain:a)

a)     COD dan CBD

COD (cash on delivery) adalah syarat pembayaran pada waktupengiriman   barang.   CBD   (cash  before   delivery)   adalah   syaratpembaran   sebelum   barang   dikirim.Dua   syarat   pembayaran   inimenunjukkan bahwa penjual tidak memberikan kredit.

b)     Net Period tanpa memberikan discount

Seperti misalnya net 60, yang berarti bahwa pembeli bolehmembayar barang tersebut pada hari ke-60.

c)      Net Period dengan discount

Misalnya syarat pembayaran disebutkan 2/10 net 30 berarti pembeli bisa memperoleh discount jika membayar pada hari ke-10. Selewat   hari   tersebut   tidak   memperoleh   discount,   dan   paling lambat   membayar   pada   hari   ke-30.   Untuk   persyaratan   ini sebenarnya   penjual   menawarkan   tingkat   bunga   yang   cukup menarik. Jika pembeli tidak memanfaatkan diskon tersebut. Maka sebenarnya   mereka   kehilangan   kesempatan   untuk   memperoleh harga 2% lebih murah. Karena tidak bersedia membayar 20 hari lebih cepat

2.     Notes Payable

Notes   payable adalah   hutang   dagang   yang   terjadi   di   manapembeli membuat surat pernyataan berhutang secara resmi kepada penjual disertai dengan kapan akan menlunasi hutang tersebut. Cara inisering dilakukan setelah pembeli tidak melunasi open account.

3.     Trade Acceptance

Trade Acceptance adalah hutang dagang yang terjadi ketika penjual menarik draft kepada pembeli yang menyatakan kapan draft tersebut akan dibayar. Draft ini kemudian ‘dijamin’ oleh bank yang akan membayar draft tersebut. Setelah itu berulah penjual mengirim barang tersebut.

 

2)    Account Accruals (kewajiban yg masih harus dibayar).

Utang akrual adalah utang lancar yang timbul bukan karena pembelianbarang   dagangan,   melainkan   hutang   akibat   jasa   yg   diterima   ygpembayarannya belum dilakukan. Misalnya 2 rekening accruals berikut:

1.     Utang Upah & Gaji

Upah sering dibayarkan mingguan SETELAH para karyawanmelakukan   pekerjaan   mereka.   Hal   ini   sebenarnya   para   karyawanmemberikan kredit kepada perusahaan, karena mereka bekerja duludan dibayar kemudian.

 

 

2.     Utang Pajak

Meskipun perusahaan-perusahaan mungkin mengangsur pajakpenghasilan mereka. Tapi pada akhir tahun fiskal mereka bisa jadimasih harus menambah pembayaran pajak penghasilan. Hal ini berartipemerintah sebenarnya memberikan ‘kredit’ dalam bentuk membayarkekurangan pajak di kemudian hari.

 

b.     Pendanaan Tidak Spontan

1)    Pendanaan Jangka Pendek yang memerlukan Negosiasi

Sumber daya ini menunjukkan bahwa perusahaan harus melakukan perjanjian formal untuk memperolehnya. Sumber pendanaan dapat berasal dari money market credit ataupun short-term loans yang berasal bank dan perusahaan pembiayaan.

1.     Money Market Credit

Commercial Paper (CP) merupakan sekuritas jangka pendek yang diterbitkan oleh perusahaan (umumnya perusahaan besar dan mapan), yang menyatakan bahwa pada tanggal tertentu perusahaan tersebut bersedia membayar sejumlah yang tercantum dalam sekuritas tersebut. Instrumen keuangan ini kemudian dijual kepada pada pemodal di pasar uang.

2.     Kredit Jangka Pendek

Untuk maksud-maksud penyajian, sering kali menjadi konvenien untuk memisahkan kredit jangka pendek menjadi dua jenis, yaitu unsecured loans dan secured loans. Umumnya perusahaan pembiayaan (finance companies) tidak ada yang menawarkan usecured loans, karena perusahaan yang memerlukan usecured dapat memperoleh loans tersebut dari bank dengan memperoleh bunga yang lebih murah. Unsecured loans merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada perusahaan tanpa suatu agunan fisik tertentu.

a.      Kredit Berdasarkan Transaksi

Meminjam di bawah kesepakatan credit line atau revolving credit agreement seringkali dirasa kurang konvenien atau agak mahal apabila perusahaan hanya memerlukan kredit jangka pendek untuk satu tujuan saja. Sebagai misal, perusahaan kontraktor memerlukan kredit jangka pendek sebelum perusahaan tersebut menerima pembayaran dari pemberi pekerjaan.

b.     Line of Credit (Batas Kredit)

Line of credit merupakan kesepakatan antara bank dan debitur yang menyatakan jumlah maksimum kredit yang dapat dinikmati oleh debitur.

c.      Revolving Credit Agreement (Kesepakatan Kredit Bergulir)

Perjanjian ini merupakan komitmen legal yang diberikan oleh bank untuk menambah jumlah kredit sampai dengan jumlah tertentu.

d.     Tingkat Bunga Kredit

Kalau penentuan tingkat bunga pada berbagai instrumen keuangan (yaitu CP dan banker’s acceptance) lebih banyak ditentukan oleh pasar, maka penentuan tingkat bunga untuk unsecured loans lebih banyak ditentukan oleh negosiasi antara debitur dan bank.

e.      Secured Loans

Istilah ini menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh kredit dengan dengan memberikan aktiva tertentu sebagai agunan kredit tersebut.

 

2)    Pendanaan Jangka Pendek dengan Memanfaatkan Piutang Dagang

Pemanfaatan piutang dagang untuk memperoleh dana jangka pendek dapat dilakukan dengan menjaminkan (pleding) piutang tersebut kepada kreditur, atau menjualnya (factoring) keperusahaan anjak piutang (atau juga bank).

1.     Menjaminkan Piutang

Dengan cara ini piutang dipergunakan sebagai agunan untuk memperoleh kredit jangka pendek. Untuk itu akan dibuat perjanjian antara kreditur dan debitur yang merinci transaksi kredit tersebut. Jumlah kredit akan dinyatakan dalam persentase dari piutang yang dijaminkan. Umumnya debitur membayar processing fee (biasanya sekitar 1% dari piutang yang dijaminkan), yang dimaksud sebagai biaya untuk me-Review dan menganalisis piutang yang dijaminkan.

2.     Menjual (factoring) piutang

Sebagai alternatif menjamin piutang, banyak perusahaan di industri-industri seperti garmen, tekstil, dan furniture menjual (atau melakukan factoring) piutang dagang mereka. Piutang dijual kepada perusahaan anjak piutang (atau bank) yang akan mengambil alih resiko penagihan piutang tersebut seandainya ada piutang yang tidak tertagih (cara ini disebut sebagai without recourse).

3)    Pendanaan Jangka Pendek dengan Memanfaatkan Persediaan

Persediaan merupakan sumber kedua yang dapat dimanfaatkan unttuk memperoleh kredit jangka pendek. Ada beberapa cara untuk menggunakan persediaan sebagai agunan guna memperoleh secured loans. Cara-cara tersebut adalah floating  atau blancet lien, chattel mortgage field warehouse receipt, terminal warehouse receipt.

1.     Floating atau Blanket Lien

Dengan perjanjian ini, debitur memberikan hak (legal right) kepada debitur atas barang-barang (persedian) yang dijadikan agunan. Cara ini merupakan cara yang paling sederhana tetapi paling tidak aman bagi kreditur.

2.     Chattel Mortgage Agreement

Untuk meningkatkan kendali atas persediaan tersebut, kreditur bisa melakukan identifikasi atas barang-barang tertentu (misalnya dengan nomor identifikasi).

3.     Field Warehouse Financing Agreement

Kendali yang lebih baik atas barang-barang yang dijadikan sebagai agunan dapat makin ditingkatkan apabila dipergunakan field warehouse agreement. Dengan ini persediaan yang dijadikan agunan akan dipisahkan dari persediaan lain, dan dikelola oleh pihak ketiga yang merupakan perusahaan pengelola pergudangan.

4.     Perhitungan Tingkat Bunga

Salah satu faktor yang sering menjebak calon debitur adalah informsi tentang tingkat bunga. Kreditur mungkin menyebut tingkat bunga yang relatif rendah, tetapi tidak menjelaskan bagaimana basis perhitungannya. Pada umumnya terdapat tiga metode perhitungan tingkat bunga yaitu collect basis, discount basis dan add on basis.

5.     Compensating Balances

Perhitungan tingkat bunga akan menjadi berbeda sama sekali apabila bank mengharuskan debitur memelihara Compensating Balances. Compensating Balancesadalah saldo rekening yang harus dipertahankan sesuai dengan besarnya  kredit yang ditarik.

 

B.     Model Pengelolaan Kas Perusahaan

1.     Pengertian Kas

Kas adalah Uang Tunai dan jumlah rekening Giro di Bank, dimana setiap perusahaan memiliki jumlah kas yang berbeda-beda tergantung pada kondisi perusahaan bersangkutan

  1. 2.     Pengelolaan Kas

Kas merupakan aktiva yang “tidak menghasilkan laba”  (non earning asset). Karena kas tidak memberikan penghasilan atau bunga. Kas dibutuhkan antara lain untuk membayar gaji, membeli bahan baku, membeli aktiva tetap, membayar pajak, melunasi hutang, membayar dividen, dan lain-lain.

Sasaran dari pengelolaan kas adalah meminimumkan jumlah kas yang harus ditahan perusahaan dan digunakan untuk memperlancar aktivitas bisnis yang normal namun pada saat yang sama perusahaan harus memiliki kas yang cukup/memadai, dengan tujuan agar  biaya pengelolaan kas menjadi minimum

  1. 3.     Anggaran Kas

Perusahaan dapat mengestimasi/memperkirakan kebutuhan kasnya sebagai bagian dari proses penyusunan anggaran umum, atau proses peramalan, dengan menyusun anggaran kas. Proses penyusunan anggaran kas pertama perusahaan meramalkan penjualan, lalu aktiva tetap dan persediaan yang diperlukan kemudian menentukan saat pembayaran yang harus dilakukan. Informasi ini digabungkan dengan proyeksi tentang penundaan pada pengumpulan piutang, pembayaran pajak, pembayarana dividen dan bunga. Semua informasi ini disimpulkan dalam anggaran kas (cash budget). Jadi anggaran kas adalah suatu tabel yang menyajikan arus kas (penerimaan, pengeluaran, dan saldo kas) untuk sebuah perusahaan dalam suatu periode tertentu. Pada umumnya perusahaan menggunakan suatu anggaran kas bulanan yang diramalkan untuk satu tahun kedepan ditambah anggaran kas harian atau mingguan yang lebih rinci untuk bulan mendatang. Anggaran kas bulanan digunakan untuk tujuan perencanaan dan anggaran harian atau mingguan untuk mengendalikan kas yang sebenarnya.

Suatu anggaran kas umumnya terdiri dari 3 bagian :

a)     Pengumpulan dan pembelian yang mencatat pengumpulan kas dari penjualan dan pembelian bahan baku secara tunai

b)     Penambahan dan pengurangan kas

c)      Surplus kas atau kebutuhan hutang, mencatat kebutuhan kumulatif perusahaan akan hutang dan surplus kas kumulatif.

  1. 4.     Teknik-teknik manajemen Kas

a)    Sinkronisasi Arus Kas

Situasi dimana arus kas masuk diselaraskan dengan arus kas keluar , sehingga memungkinkan suatu perusahaan mempertahankan saldo kas untuk keperluan transaksi yang rendah

b)    Mempercepat proses kliring cek

Pengkliringan cek (Clearing cek) adalah proses pengkonversian suatu cek  yang ditulis dan dikirimkan menjadi uang kas dalam rekening yang dibayar. Ketika seorang pelanggan membayar hutang dengan menulis dan mengirimkan cek, ini tidak berarti bahwa dananya langsung tersedia bagi perusahaan penerima (kreditur). Kebanyakan dari kita telah diberitahu oleh seseorang, bahwa cek itu sedang dalam pengiriman/perjalanan, dan kita juga biasa menyetorkan cek ke rekening kita kemudian diberitahu bahwa tidak bisa ditarik cek atas`setoran tersebut sebelum proses pengkliringan cek  (cek clearing) selesai. Bank kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa cek yang kita setorkan adalah baik dan dananya tersedia sebelum memberi kita uang kas. Dalam praktek mungkin cukup banyak yang diperlukan perusahaan untuk memproses cek yang diterima sampai dananya bisa digunakan. Cek umumnya dikliring melalui bank sentral (Federal Reserve System  atau Bank Indonesia di Indonesia), lamanya waktu yang diperlukan pengkliringan cek tergantung pada jauhnya jarak antara bank tertarik  dan bank penagih. Cek-cek umumnya dikliringkan melalui Bank Sentral sekitar dua hari , tetapi penangguhan akibat pengiriman lewat pos dapat memperlambat proses keterlibatan Bank Sentral.

c)     Memanfaatkan masa mengambang

Masa mengambang didefinisikan sebagai perbedaan antara saldo yang diperlihatkan dalam buku cek sebuah perusahaan  (atau perorangan) dan saldo pada catatan bank. Contoh anggaplah sebuah perusahaan rata-rata menulis cek sejumlah Rp 500.000 perhari ,dan diperlukan waktu enam hari agar cek-cek tersebut dikliringkan dan dikurangkan dari rekening bank perusahana tersebut. Hal ini akan mengkibatkan buku cek perusahaan tersebut menunjukkan saldo Rp 30.000.000 lebih kecil dari pada saldo dalam catatan bank. Perbedaan ini disebut pengeluaran mengambang (disbursement float). Jadi pengeluaran mengambang adalah nilai dari cek-cek yang telah kita tulis tetapi yang masih diproses sehingga belum dikurangkan dari saldo rekening kita oleh bank.

d)    Mempercepat penerimaan

Para manajer keuangan telah mencari cara-cara untuk menagih piutang lebih cepat sejak transaksi kredit dimulai. Meskipun penerimaan kas merupakan tanggung jawab manajer keuangan ,kecepatan cek-cek dikliringkan tergantung pada sistem perbankan. Beberapa teknik sekarang digunakan untuk mempercepat penagihan maupun menyampaikan dana ketempat dimana dana tersebut diperlukan, termasuk  (1) kotak khusus yang ditempatkan dekat dengan para nasabah dan (2) permintaan agar para nasabah membayar melalui kawat (wire) atau pendebetan otomatis.

Keseimbangan resiko pengembalian dapat dibagi menjadi dua tujuan utama dalam sistem manajemen kas yaitu :

1.      Harus ada kas cukup untuk memenuhi kebutuhan mengeluarkan yang timbul dari kegiatan bisnis biasa

2.      Investasi dalam saldo kas yang tak dipakai harus diminimumkan.

 

  1. 5.     Penentuan saldo kas sasaran

Tindakan mencairkan sekuritas menjadi kas dapat menimbulkan biaya-biaya yaitu : biaya pemesanan, biaya telepon saat penukaran, upah pialang untuk transaksi dll. Ada berbagai model yang dapat digunakan untuk menentukan saldo kas yang dikehendaki, berikut akan dibahas sbb:

a)        Model H.G. Guthmann

Menurut Bambang Riyanto (2012:95), Model H.G. Guthmann ini menyatakan bahwa jumlah kas yang ada di dalam perusahaan yang “well finance” hendaknya tidak kurang dari 5 % sampai 10 % dari jumlah aktiva lancar. Jumlah kas dapat pula dihubungkan dengan jumlah penjualannya. Perbandingan antara sales dengan jumlah kas rata-rata menggambarkan tingkat perputaran kas (cash turnover). Makin tinggi turnover ini makin baik, karena ini berarti makin tinggi efisiensi penggunaan kasnya. Tetapi cash turnover yang berlebih-lebihan tingginya dapat berarti bahwa jumlah kas yang tersedia adalah terlalu kecil untuk volume sales yang bersangkutan.

b)       Model Miller dan Orr

Miller dan Orr mengasumsikan bahwa aliran kas masuk dan keluar tidak konstan (berfluktuasi). Miller and Orr menentukan batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah serta saldo kas yang ditargetkan.

c)        Model Stone

Model Stone mirip dengan Miller dan Orr akan tetapi lebih memberikan perhatian pada manajemen saldo kas daripada penentuan ukuran transaksi kas yang optimal. Ketika saldo mencapai batas pengendalian tertinggi

d)        Model Persediaan (Model Baumol)

Suad Husnan (2002:112) dalam William Baumol (1952) mengidentifikasikan bahwa kebutuhan akan kas dalam perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi, perusahaan akan mengalami kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada kesempatan investasi yang lain yang lebih menguntungkan (sebaliknya).

Konsep pemesanan sediaan yang paling ekonomis (EOQ/ Economic Order Quantity) bertujuan untuk meminimumkan biaya persediaan (biaya simpan dan biaya pesan).


C.      Motivasi Perusahaan Mengadakan Kas

Kas dan surat berharga merupakan jenis aktiva yang paling likuid bagi perusahaan. Pengertian kas adalah seluruh uang tunai yang ada ditangan (cash on hand) dan dana yang disimpan dibank dalam berbagai bentuk seperti deposito, rekening Koran. Kas merupakan alat tukar yang memungkinkan manajemen menjalankan berbagai kegiatan usahanya.

Surat berharga adalah bentuk penanaman dana perusahaan dalam jangka waktu pendek yang bersifat sementara, sehingga apabila perusahaan membutuhkan kas, maka surat berharga akan dijual dan hasilnya dapat digunakan untuk membiayai koperasional perusahaan.

1.     Motif dalam Menyimpan Kas

Terdapat empat motif dasar dalam menyimpan kas yaitu:

1)      Motif Bertransaksi (Transactions Motive)

Motif transaksi artinya uang kas digunakan untuk melakukan pembelian dan pembayaran,sepertipembelian barang atau jasa, pembayaran gaji, upah utang, dan pembayaran lainnya. Kas keluar dan kas masuk tidak selalu tersinkronisasi. Jika kas keluar > kas masuk, perusahaan bisa menghadapimasalah likuiditas.

2)      Motif Berjaga-Jaga (Precautionary Motive)

Motif berjaga-jaga, artinya uang kas digunakan untuk berjaga-jaga sewaktu dibutuhkan uang kasuntuk keperluan yang tidak terduga.Misalnya pada saat perusahaan mengalami kerugian tertentudan harus menutupi kerugian tersebut sesegera mungkin.

3)      Motif Spekulasi (Speculative Motive)

Motif spekulasi, artinya uang kas digunakan untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yangmungkin timbul diwaktu yang akan datang, seperti turunnya harga bahan baku secara tiba-tibaakan menguntungkan perusahaan dan diperkirakan kemungkinan akan meningkat dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam hal ini perusahaan akan memiliki kesempatan untuk membeli dengan uang kas yang dimilikinya, dan menjualnya pada saat harga naik.

4)      Kebutuhan saldo Kompensasi (Compensating Balance)

Motif saldo kompensasi merupakan salah satu alasan perusahaan untuk mengadakan kas.Perusahaan memiliki saldo kas tertentu di bank dalam bentuk rekening giro, sebagai kompensasiatas jasa pelayanan yang diberikan bank kepada perusahaan. Sejumlah dana berupa saldominimum yang diputuskan  untuk tetap berada di bank dalam rekening giro, sehingga perusahaantidak perlu membayar jasa pelayanan tertentu kepada bank. Dengan adanya saldo ini, bank dapatmeminjamkan dana kepada nasabah dengan jangka waktu yang lebih lama. Bank akan memperolehpenghasilan  bunga  yang  merupakan  biaya  jasa tidak  langsung  yang  harus dibayar  olehnasabah tersebut.

 

2.     Aliran Kas

Aliran kas dalam perusahaan : Aliran kas masuk (cash inflow) dan aliran kas keluar (cash out flow). Alirankas ada yang kontinyu dan tidak kontinyu (intermittent).

1)    Aliran kas masuk kontinyu (misalnya hasil penjualan produk secara tunai, penerimaan piutang).

Aliran kas masuk intermittent (misalnya pendapatan dari peyertaan pemilik perusahaan, penjualan saham, penerimaan kredit dari bank, penjulan AT yang tdk terpakai).

2)    Aliran kas keluar kontinyu (misalnya kas utk pembelian bahan mentah, gaji karyawan)

Aliran kas keluar intermittent (misalnya pengeluaran untuk pembayaran dividen, bunga,pembayaran angsuran hutang pembelian kembali saham, pembelian AT).


3.     Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kas

1)     Adanya penerimaan dari hasil penjualan barang dan jasa. Artinya perusahaan melakukan penjualanbarang, baik secara tunai maupun secara kredit. Bila dilakukan secara tunai, maka otomatis langsungberpengaruh terhadap kas. Akan tetapi jika dilakukan secara angsuran, maka perubahan ini akan terjadiuntuk beberapa  saat kedepan. Perubahan tentunya akan menyebabkan uang kas bertambah.

2)     Adanya pembelian barang dan jasa, artinya perusahaan memnbeli sejumlah barang, baik bahan baku,bahan tambahan, atau barang keperluan lainnya, yang tentunya akan berakibat mengurangi jumlah uangkas.

3)     Adanya pembayaran biaya-biaya operasional. Dalam hal ini perusahaan mengeluarkan sejumlah biayayang sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk membiayai aktivitas perusahaan, seperti membayar gaji,upah, telepon, listrik, pajak, biaya pemeliharaan yang tentunya akan mengakibatkan uang kas akanbertambah.

4)     Adanya pengeluaran untuk membayar angsuran pinjaman. Artinya jika dalam memperoleh sumberdana perusahaan melakukan pinjaman ke bank atau ke lembaga lain, maka perusahaan tentu akanmembayar angsuran pinjaman tersebut, selama beberapa waktu , hal ini tentunya akan mengakibatkanberkurangnya uang kas.

5)     Adanya pengeluaran untuk investasi. Hal ini dilakukan bila perusahaan hendak melakukanpenambahan kapasitas produksi seperti pembelian mesin-mesin baru, atau pembangunan gedung ataupabrik baru. Hal ini juga dapat terjadi bila perusahaan hendak melakukan ekspansi kebidang usaha lainnya.

6)     Adanya penerimaan dari pendapatan, artinya perusahaan memperoleh tambahan kas dari pendapatan,baik yang berkaitan langsung dengan kegiatan perusahaan maupun pendapatan yang tidak langsung. Jelasbahwa pendapat ini akan mempengaruhi jumlah uang kas.

7)     Adanya penerimaan dari pinjaman. Dalam hal ini perusahaan memperoleh sejumlah uang dari lembagapeminjam, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Pinjaman ini akan menamabah jumlah uang kas dalam periode tersebut.

8)     Dan faktor lainnya.

Disamping faktor yang dapat mempengaruhi kas perusahaan terdapat pula faktor-faktor yang tidakmempengaruhi perubahan jumlah uang kas, yaitu:

a.    Adanya penghapusan dan pengurangan nilai buku dari aktiva.

b.    Penghentian pengguanaan aktiva yang sudah habis umur ekonomisnya (disusut) dan tidak dapat dipakai lagi.

c.     Adanya pembenaan terhadap aktiva tetap seperti depresiasi, omortisasi, deplesi (karena biaya ini tidak memerlukan biaya kas).

d.    Adanya pengakuan kerugian piutang dan penghapusan piutang karena sudah tidak dapat ditagih lagi.

e.    Adanya pembayaran deviden dalam bentuk saham.

f.      Adanya penyisihan atau pembatasan pengguanaan laba.

g.    Adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva yang dimiliki.

 

4.     Manajemen Kas Versus Manajemen Likuiditas

Dalam membahas manajemen kas perlu dibedakan antara manajemen kas yang sesungguhnya dan manajemen likuiditas.Perbedaan ini sering merupakan sumber ketidakjelasan karena istilah kas dalam praktik sering digunakan untuk dua pengertian yang berbeda. Pertama, kas yang merujuk pad akas sesungguhnya yang ada di perusahaan. Kedua, manajer keuangan sering menggunakan istilah kas tetapi meliputi juga surat-surat berharga, yang kadang-kadang disebut setara kas.

Perbedaan manajemen kas dengan manajemen likuiditas adalah jelas. Manajemen likuiditas berkaitan dengan jumlah optimal aktiva likuid yang harus dimiliki perusahaan, sedangkan manajemen kas lebih erat kaitannya dengan mengoptimalkan mekanisme untuk pengumpulan dan pendistribusian kas.


D.     Pengumpulan dan Konsentrasi Kas

Lamanya waktu yang diperlukan pada setiap komponen proses pengumpulan kas tergantung pada lokasi perusahaan pelanggan dan bank, serta efisiensi perusahaan dalam pengumpulan kas.

1.     Pengumpulan Kas

Bagaimana perusahaan mengumpulkan kas dari pelanggannya, sebagian besar tergantung pada sifat bisnis yang dilakukan perusahaan. Pada bisnis restoran, umumnya para pelanggan membayar secara tunai, cek atau kredit pada saat terjadi transaksi, dengan demikian tidak ada masalah dalam penundaan pengiriman. Biasanya dana disimpan di bank lokal dan perusahaan mempunyai beberapa cara untuk menggunakan dana tersebut.

Jika sebagian besar atau semua pembayaran penerimaan perusahaan dilakukan dengan cek yang disampaikan melalui pengiriman, semua komponen waktu pengumpulan menjadi relevan dipertimbangkan. Perusahaan dapat memilih untuk mengirim cek ke satu lokasi,atau perusahaan dapat menggunakan beberapa lokasi yang berbeda untuk mengurangi waktu pengiriman. Perusahaan juga dapat melakukan pengumpulan sendiri atau menunjuk perusahaan lain yang mempunyai spesialisasi dalam pengumpulan kas.

Pendekatan yang lain dalam mempercepat pengumpulan kas adalah dengan melakukan kesepakatan dengan pelanggan untuk melakukan preauthorized payment. Dengan kesepakatan tersebut, jumlah pembayaran dan waktu pembayaran ditetapkan di awal. Setelah disepakati, pembayaran secara otomatis ditransfer dari rekening bank pelanggan ke rekning bank perusahaan, dan cara ini dapat mengurangi waktu pengumpulan kas.

2.     Lockboxes

Ketika perusahaan menerima pembayaran melalui pengiriman cek, perusahaan harus memutuskan ke mana cek dikirim dan bagaimana penanganan cek akan ditangani serta disimpan. Pemilihan yang dilakukan secara hati-hati terhadap jumlah dan lokasi pengumpulan dapat mengurangi waktu pengumpulan kas secara berarti. Banyak perusahaan menggunakan kantor pos yang dikenal dengan lockbooxes untuk menerima pembayaran dan mempercepat pengumpulan kas.

3.     Konsentrasi Kas

Perusahaan dapat memiliki sejumlah titik pengumpulan kas, yang ditangani oleh banyak bank yang berbeda dan banyak rekening bank. Perusahaan memerlukan beberapa prosedur untuk memindahkan kas dari banyak bank ke rekening utama perusahaan, yang disebut dengan cash concentration. Dalam membangun sistem konsentrasi, perusahaan dapat menggunakan satu atau lebih concentration banks. Satu concentration bank mengumpulkan dana yang diperoleh dari bank-bank lokal yang tersebar di beberapa lokasi yang berbeda.


E.      Manajemen Pengeluaran Kas

Dari sudut pandang perusahaan, tujuan dari pengelolaan disbursement float adalah untuk memperlambat disbursement kas. Untuk itu perusahaan perlu mengembangkan strategi untuk meningkatkan mailfloat, procesing float, dan availability float atas cek yang ditulis perusahaan. Disamping itu perusahaan juga harus mengembangkan prosedur untuk meminimalkan kas untuk tujuan pembayaran.

1.     Meningkatkan Disbursement Float

Sebagaimana telah dipahami, memperlambat pembayaran dapat mencakup waktu pengiriman check, pemrosesan check, dan pengumpulan dana. Disbursement float dapat ditingkatkan dengan menulis cek atas bank yang secara geografis lokasinya jauh. Hal ini akan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk kliring cek melalui sistem perbankan.

Taktik untuk memaksimalkan  Disbursement float masih menjadi perdebatan, baik dari sudut pandang etika maupun ekonomi. Syarat pembayaran sering kali menawarkan potongan yang cukup besar bagi pelanggan yang membayar lebih cepat. Potongan biasanya lebih besar daripada penghematan yang diperoleh dari memainkan float. Di samping itu, pemasok sering tidak menyukai upaya untuk memperlambat pembayaran. Akibat buruk yang mungkin terjadi adalah hubungan yang kurang baik dengan pemasok dapat menimbulkan biaya yang mahal.

2.     Pengendalian Pengeluaran

Memaksimumkan waktu penundaan pembayaran mungkin merupakan praktek bisnis yang kurang baik, namun demikian perusahaan berusaha untuk tetap menahan kas sekecil mungkin dengan menunda waktu pembeyaran. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengembangkan sistem yang dapat mengelola proses pembayaran secara efisien. Dasar pemikiran sistem yang demikian adalah perusahaan tidak boleh memiliki kas yang disimpan di bank melebihi jumlah minimum yang diperlukan untuk membayar tagihan

3.     Zero-Balance Accounts

Dalam sistem zero-balance accounts, perusahaan bekerja sama dengan bank membuat satu master account dan sejumlah subaccount. Ketika cek yang ditulis di salah satu subaccount harus dibayar, jumlah dana yang diperlukan ditransfer dari master account. Dengan cara demikian, saldo kas pada subaccount tidak perlu ada atau nol.

4.     Pengendalian Disbursement Accounts

Dalam sistem ini semua pembayaran yang harus dilakukan pada hari tertentu telah diketahui pada pagi harinya. Bank memberitahu perusahaan jumlah uang yang harus dibayar, dan perusahaan mentransfer jumlah yang dibutuhkan.

 

F.      Pengelolaan Kas  PT Unilever













KESIMPULAN

Pendanaan jangka pendek merupakan utang yang mempunyai jangka waktu satu tahun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan aktiva lancer sebagai modal kerja perusahaan. Sumber Pendanaan jangka pendek dikelompokkan menjadi dana yang spontan dan tidak spontan. Sumber dana spontan adalah sumber dana yang ikut berubah apabila aktivitas perusahaan berubah, sedangkan pendanaan tidak spontan mengharuskan melakukan negoisasi untuk menambah atau mengurangi dana yang dipergunakan oleh perusahaan. Meliputi hutang dagang dan rekening-rekening accruals.

Pengelolaan kas merupakan strategi dan proses untuk mengelola secara efektif dan efesien arus kas jangka pendek dan saldo-saldo kas yang ada dalam pemerintahan maupun antara pemerintah dengan sektor-sektor lain. Dalam Pengelolaan Kas Perusahaan, terdapat 2 model yang digunakan, diantaranya :

a)     Model Miller dan Orr

Miller dan Orr mengasumsikan bahwa aliran kas masuk dan keluar tidak konstan (berfluktuasi). Miller and Orr menentukan batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah serta saldo kas yang ditargetkan.

b)     Model Persediaan (Model Baumol)

Suad Husnan (2002:112) dalam William Baumol (1952) mengidentifikasikan bahwa kebutuhan akan kas dalam perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi, perusahaan akan mengalami kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada kesempatan investasi yang lain yang lebih menguntungkan (sebaliknya).

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Putra, Y. M., (2019). Perencanaan Keuangan Perusahaan dan Manajemen Modal Kerja. Modul Kuliah Manajemen Keuangan. Jakarta, FEB-Universitas Mercu Buana

Bintara, R. (2020). The Effect of Working Capital, Liquidity and Leverage on Profitability. Saudi Journal of Economics and Finance Abbreviated4(1), 28-35.

Setiany, E., Syamsudin, S., Sundawini, A., Putra, Y. M. (2020). Ownership Structure and Firm Value: The Mediating Effect of Intellectual Capital. International Journal of Innovation, Creativity and Change13 (10)".

Setiany, E. (2021). The Effect of Investment, Free Cash Flow, Earnings Management, and Interest Coverage Ratio on Financial Distress. Journal of Social Science2(1), 67-73.

Oktiwiati, E. D., & Nurhayati, M. (2020). PENGARUH PROFITABILITAS, STRUKTUR MODAL, DAN KEPUTUSAN INVESTASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Pada Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017) (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana Jakarta).

Surjandari, D. A., Anggraeni, D., Yulianto, Y., & Religiosa, M. W. (2019). Analysis of determinants of financial and non-financial aspects for the fund adequacy ratio (FAR) at pension fund institutions. The Indonesian Accounting Review9(2), 181-193.

Tanjung, P. R. S., & Wahyudi, S. M. (2019). Analysis the Effect Disclosure of Sustainability Report, Economic Value Added and Other Fundamental Factors of Companies on Company Value. International Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences9(2), 237-249.

Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M. (2020). The Effect of Level of Education, Accounting Knowledge, and Utilization Of Information Technology Toward Quality The Quality of MSME’s Financial Reports. In The 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1(3) (Vol. 1, No. 3).

 

Sumber Online Lainnya :

https://www.unilever.co.id/id/Images/pt-unilever-indonesia-tbk---laporan-keuangan-interim-triwulan-2-2019_tcm1310-540592_1_id.pdf

https://repository.maranatha.edu/17200/3/0352013_Chapter1.pdf

http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/1183/6/128330088_file5.pdf

http://eprints.umpo.ac.id/4849/2/BAB%20II.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian dan Perhitungan Harga Saham Pada PT Unilever Indonesia Tbk.

Artikel Ilmiah ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015