Analisa Keputusan Investasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

 

Artikel Ilmiah

Analisa Keputusan Investasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si





Disusun Oleh :

Kelompok 11

1. Asifah Elsa Nurahma Lubis (43220010001)

2. Amartia Rachmawati (43220010086)

3. Firda Ainun Fadillah (43220010002)

4. Meisa Arifah (43220010080)

5. Zelika Azzahra (43220010005)

 

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

2021

 

 


Abstrak 

Artikel ilmiah dengan materi “Analisa Keputusan Investasi” ini membahas tentang pentingnya kebijakan manajemen dalam menggunakan dana perusahaan yang ada pada sebuah aset yang diharapkan akan memberikan keuntungan dimasa yang akan datang.Proses pengambilan keputusan investasi modal umumnya juga sering disebut dengan Capital Budgeting. Capital budgeting merupakan proses perencanaan serta pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengeluaran dana yang return atau masa kembalinya dalam waktu yang relatif panjang. Lebih dari satu tahun buku.Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ilmiah ini yaitu pengumpulan informasi dari berbagai sumber media online di internet.

 

 


Pendahuluan

Perusahaan setiap saat dapat dipandang sebagai kumpulan dana dari berbagai sumber dana. Pemegang saham dan investor menanamkan dananya pada perusahaan dalam bentuk penyertaan modal. Kreditur menanamkan dana dalam perusahaan dan tampak sebagai pinjaman bagi perusahaan. Perusahaan mengalokasikan sebagian dari keuntungan bersih periode-periode sebelumnya untuk diinvestasikan kembali. Pembentukan dana dari dalam perusahaan tampak sebagai laba yang ditahan dalam neraca perusahaan. Kumpulan dana tersebut kemudian diinvestsikan dalam aktiva tetap seperti fasilitas produksi, persediaan, piutang, kas dan surat-surat berharga dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dari biaya dana (Sartono, 2010:1-2)

Perusahaan didirikan dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan sehingga dapat memberikan kemakmuran bagi pemilik atau para pemegang saham.Salah satu upaya untuk mencapai tujuannya, perusahaan selalu berusaha memaksimalkan laba.Dalam mencapai tujuannya tersebut terjadi perubahan-perubahan organisatoris.Dengan bertambah besarnya perusahaan, maka perusahaan berkembang untuk dapat mengikuti dan memenuhi kebutuhan pasar yang berubah-ubah dan bersaing untuk memperoleh manajemen berkemampuan terbaik. Kondisi finansial dan perkembangan perusahaan yang sehat akan mencerminkan efisiensi dalam kinerja perusahaan menjadi tuntutan utama untuk dapat bersaing dengan perusahaan 2 lainnya. Dengan perkembangan teknologi dan semakin meningkatnya spesialisasi dalam perusahaan, semakin banyak perusahaan-perusahaan yang menjadi besar dimana faktor produksi modal mempunyai arti yang penting (Siallagan dan Machfoedz, 2006:2).

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang paling utama disoroti.“ Kemampuan Laba (Profitabilitas) merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen” (Sawir, 2001:17). Dengan jumlah dan tingkat keuntungan yang memadai manajemen perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan para pemilik serta para investor yang berminat membeli saham baru, tingkat profitabilitas yang tinggi dapat menumbuhkan dan membina kepercayaan para kreditur untuk meminjamkan kelebihan dananya bagi perusahaan.Pihak yang berkepentingan dapat mengetahui tingkat efektivitas manajemen yang ditunjukkan melalui laba dari penjualan dan dari investasi yang telah ditanamkan perusahaan.Manajer keuangan perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan. Apabila manajer keuanga sudah mengetahui faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, maka perusahaan dapat mengambil langkah untuk meminimalisasi dan mengatasi masalahmasalah yang merugikan perusahaan (Sutojo, 2000:56)

Profitabilitas yang tinggi akan akan dapat mendukung kegiatan operasional secara maksimal. Tinggi rendahnya profitabilitas dipengaruhi banyak faktor seperti Likuiditas dan Modal kerja.Likuiditas sebagai alat pengukur seberapa besar kemampuan perusahaan didalam memenuhi kebutuhan kas untuk membayar kewajiban jangka pendek maupun untuk membiayai operasional sehari-hari sebagai modal kerja.Likuiditas mempunyai hubungan yang erat dengan profitabilitas, karena likuiditas menunjukkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam kegiatan operasional.

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya dan bergantung pada arus ka perusahaan serta komponen-komponen asset dan kewajiban lancarnya (Subramanyam, 2010:100).

Semakin tinggi likuiditas, maka makin baik posisi perusahaan dilihat dari kreditur oleh karena terdapat kemungkinan yang lebih besar bahwa perusahaan akan dapat membayar kewajibannya tepat pada waktunya.

 

 


Literatur Teori

Tugas manajer keuangan yang dilakukan secara rutin adalah bagaimana mengatur aliran dana agar operasi perusahaan berjalan dengan baik. Di samping tugas rutin tersebut, manajer keuangan mempunyai tugas yang cukup berat yaitu membuat keputusan investasi.Keputusan ini sangat penting dengan semakin besarnya dan berkembangnya perusahaan.Semakin perusahaan berkembang, maka manajemen dituntut mengambil keputusan investasi, seperti pembukaan cabang, perluasan usaha, maupun pendirian perusahaan lainnya.

Pengertian keputusan investasi menurut Sutrisno (2012:5) keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang.

Menurut Riyanto (2011: 256) keputusan investasi mungkin merupakan keputusan yang paling penting diantara ketiga bidang keputusan keuangan yang lainnya (keputusan pendanaan dan kebijakan dividen). Hal ini karena keputusan mengenai investasi ini akan berpengaruh langsung terhadap besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk waktu-waktu berikutnya.

Menurut Hartono (2015:10) keputusan investasi merupakan langkah awal untuk menentukan jumlah aktiva yang dibutuhkan perusahaan secara keseluruhan sehingga keputusan investasi ini merupakan keputusan terpenting yang dibuat oleh perusahaan.

 Berdasarkan ketiga pengertian keputusan investasi, maka dapat disimpulkan bahwa keputusan investasi adalah keputusan mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang. Manajer keuangan dalam menjalankan fungsi penggunaan dana harus selalu mencari alternatif-alternatif investasi untuk kemudian dianalisa, dan dari hasil analisa itu harus diambil keputusan alternatif investasi mana yang akan dipilih.

·         Jenis – jenis keputusan investasi

1.      Penggantian aktiva tetap perusahaan adalah mengganti aktiva perusahaan yang lama dengan yang aktiva baru. Contohnnya mesin dan peralatan. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan mengeluarkan investasi besar untuk mengganti aktivanya. 

Ø  Aktiva yang lama sudah tidak sanggup memenuhi peningkatan kebutuhan produksi perusahaan.

Ø  Aktiva yang lama dalam operasinya membutuhkan biaya yang tinggi. 

Ø  Aktiva yang lama kondisinya sudah terlalu aus. Sering rusak sehingga aktiva tidak bisa beroperasi untuk sementara waktu karena perbaikan.

Ø  Aktiva yang lama membutuhkan maintenance yang sering dengan biaya pemeliharaan yang tinggi.

Ø  Kualitas atau output yang dihasilkan aktiva lama kurang bagus

Ø  Kecepatan operasi aktiva lama tidak cukup cepat. Tidak mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan produksi.

 

Perkembangan teknologi yang menghadirkan aktiva sejenis yang lebih unggul dari aktiva perusahaan yang lama akan mendorong perusahaan untuk mengganti aktivanya. Aktiva yang sejenis yang mampu berproduksi lebih banyak, lebih cepat, output lebih bagus dengan biaya operasional yang hemat dan biaya perawatan yang minim. Penggantian aktiva bisa meningatkan kapasitas produksi perusahaan (baik kuantitas, kualitas) lebih efisien. Menekan biaya produksi sehingga laba perusahaan perusahaan akan meningkat.

 

2.      Investasi Perluasan (Expansion Investment)

Investasi perluasan adalah investasi yang bertujuan untuk menambah kapasitas produksi perusahaan jauh lebih besar daripada kapasitas sebelumnya.Pengeluaran investasi peluasan bisa berbentuk pembangunan pabrik baru, perluasan atau penambahan gudang, menambah jumlah mesin.

 

3.      Investasi yang tidak bisa diukur labanya (Non-measurable profit investment)

Sebenarnya investasi ini juga bertujuan utama mencari laba. Namun laba yang yang akan diperoleh oleh investasi ini sangat sulit untuk diukur dengan angka. Misalnya, pengeluaran biaya promosi yang masih untuk jangka panjang, investasi penelitian produk yang bisa memakan banyak biaya dalam waktu yang lama, pengembangan dan penambahan skil karyawan dengan mengadakan program pendidikan karyawan.Output investasi yang dilakukan seperti contoh tersebut sulit untuk diukur secara angka-angka. Investasi yang berhasil tentu akan meningkatkan pendapatan perusahaan, berapa angka-angka yang bisa diukur oleh investasi tersebut. Hampir tidak bisa diukur.

Investasi yang tidak menghasilkan laba (Non-profit Investment).Investasi yang tidak menghasilkan keuntungan kadang harus dilakukan karena adanya paksaan, peraturan atau syarat kontrak yang disetujui perusahaan.Contohnya, Investasi pengelolaan air limbah produksi. Pembangunan dan pengelolaan air limbah tentu membutuhkan investasi yang besar tanpa adanya return yang akan didapat tetap harus dilakukan karena adanya peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Tidak melaksanakan maka akan ada sanksi oleh otoritas terkait yang bisa mengancam keberlangsungan hidup perusahaan.Umumnya, perusahaan memiliki beberapa usulan proyek investasi,, tidak hanya satu. Tapi karena adanya keterbatasan, perusahaan harus memilih salah satu atau beberapa diantaranya berdasarkan tingkat prioritas kebutuhan perusahaan.




Pembahasan

A.     Definisi Keputusan Investasi

Keputusan investasi adalah suatu keputusan dalam pengalokasian atau meletakkan sejumlah dana pada jenis investasi tertentu agar mendatangkan keuntungan di masa mendatang dengan jangka waktu tertentu. Keputusan investasi ini melibatkan waktu jangka panjang, sehingga keputusan yang diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karena memiliki konsekuensi berjangka pula. Keputusan investasi berkaitan dengan proses pemilihan satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai menguntungkan dari sejumlah alternatif investasi yang tersedia bagi perusahaan. Hasil keputusan investasi yang diambil oleh manajemen perusahaan akan tampak di neraca sisi aset berupa aset lancar dan aset tetap.

B.     Dasar Keputusan Investasi

o   Return. Alasan utama orang melakukan investasi yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Pada konteks manajemen investasi, tingkat keuntungan investasi disebut dengan return. Pada konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return harapan (expected return) dan return aktual atau yang terjadi (realized return). Return harapan adalah tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return yang terjadi atau return aktual adalah tingkat return yang sudah didapatkan investor pada masa lalu.

o   Risiko. Hal wajar apabila investor mengharapkan return yang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. namun, ada hal penting yang harus selalu dipertimbangkan yaitu berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut. Umumnya semakin besar risiko, maka semakin besar pula tingkat return harapan.

o   Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan. Hubungan tingkat risiko dan return harapan bersifat searah dan linier, artinya semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, begitu sebaliknya.

C.      Pengukuran Keputusan Investasi

o   Proksi berdasarkan harga (price based proxies)
Proksi set kesempatan berdasarkan harga menyatakan bahwa prospek pertumbuhan perusahaan sebagian dinyatakan dalam harga pasar. Rasio yang telah digunakan berkaitan dengan proksi berdasarkan pasar, diantaranya: market to book value of equity; book to market value of assets; tobin’s Q; earnings to price ratios; ratio of property, plant, and equipment to firm value; dan ratio of depreciation to firm value.

o   Proksi berdasarkan investasi (investment based proxies)
Proksi set kesempatan investasi berdasarkan investasi menyatakan bahwa suatu kegiatan investasi yang besar berkaitan secara positif dengan nilai set kesempatan investasi suatu perusahaan. Rasio yang telah digunakan yang berkaitan dengan proksi berdasarkan investasi tersebut, diantaranya: R&D expense to assets, sales, or firm value dan ratio of capital expenditures to firm value.

o   Proksi berdasarkan varian (variance measures)
Proksi set kesempatan investasi berdasarkan varian menyatakan bahwa suatu opsi akan menjadi lebih bernilai apabila menggunakan variabilitas ukuran untuk memperkirakan besarnya opsi yang tumbuh. Ukuran yang berkaitan dengan proksi berdasarkan varian tersebut, diantaranya: variance of returns and asset betas.

o   Proksi gabungan dari proksi individual
Alternatif proksi gabungan set kesempatan investasi dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi kesalahan pengukuran (measurement error) yang ada pada proksi individual, sehingga akan menghasilkan pengukuran yang lebih baik untuk set kesempatan investasi. Metode yang bisa digunakan untuk menggabungkan beberapa proksi individual menjadi satu proksi yang akan diuji lebih lanjut dengan menggunakan analisis faktor.

D.     Liquidity Ratio

Berikut ini adalah hasil dari perhitungan liquidity ratio sebagai berikut :

Tahun

Current Ratio = CA/CL

QR =CA- inventory/ CL

2013

1.667299

1.248193329

2014

1.807438

1.434676902

2015

1.705334

1.401546619

2016

1.508131

1.067441139

2017

1.647845

1.025029069

Rata-rata

1.63121

1.235377412

 

Current Ratio yang di miliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. pada tahun 2013- 2017 terjadi fluktuasi yang dimana pada tahun 2014 mengalami peningkatan yang cukup besar tetapi pada tahun seterusnya mengalami penurunan, dan rata-rata Current Ratio yang dimiliki berada di atas standar industri, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut mampu membayar kewajiban jangka pendeknya dengan asset lancar yang di miliknya.

Quick Ratio yang di miliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. pada tahun 2013- 2017 terjadi fluktuasi yang dimana pada tahun 2014 mengalami peningkatan namun pada tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan cukup tinggi, dan rata-rata Quick Ratio yang dimiliki berada di atas standar industri, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut mampu membayar kewajiban jangka pendeknya dengan asset lancar yang lebih likuid.

E.     Leverage Ratio

Berikut adalah hasil dari perhitungan leverage ratio sebagai berikut :

Tahun

Dept To Asset Ratio=Dept/Total Asset

2013

0.508621353

2014

0.520259356

2015

0.530427132

2016

0.465267032

2017

0.479123072

 

Debt Ratio yang dimiliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. pada tahun 2013-2017 mengalami posisi yang tidak stabil. Walaupun demikian, dari tahun 2015-2016 Debt to rasio mengalami penurunan dari 53,04% menjadi 46,52%. Penurunan ini disebabkan karena PT Indofood Sukses Makmur Tbk. mengurangi hutangnya dari Rp 48.709.933 menjadi Rp 38.233.092. Sedangkan di tahun 2017, debt to asset rasio naik sebesar 1,4%. Kenaikan ini disebabkan perusahaan menambah assetnya.Secara keseluruhan, rata-rata Debt rasio perusahaan masih berada di bawah industri.Oleh sebab itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. masih dapat dikatakan cukup baik. Ini menunjukan perusahaan tersebut dapat mengatur hutang yang dimilikinya agar tiap tahunnya tidak terus meningka 

F.     Activity Ratio

Berikut adalah hasil dari perhitungan activity ratio sebagai berikut:

Tahun

Ito=Sales/Inventory

Fato=Sales/Fixed Asset

Tato=Sales/total Asset

2013

7,07

2,50

0,73

2014

7,52

2,88

0,73

2015

8,39

2,55

0,69

2016

7,88

2,59

0,81

2017

7,22

2,36

0,79

Rata-rata

7,62

2,58

0,76

 

Inventory Turnover yang dimiliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. pada selama tahun 2013-2017 mengalami kenaikan yang di sebabkan oleh kenaikan penjualan yang cukup signifikan serta pembelian persediaan yang efisien sehingga perputaran persediaan diatas ratarata industri.

G.    Profitability Ratio

Berikut adalah hasil dari perhitungan profitability ratio sebagai berikut:

Tahun

Net Profit Margin

ROA=NI/Asset

ROE=NI/Equity

2013

6%

4%

9%

2014

8%

6%

12%

2015

6%

4%

9%

2016

7%

6%

11%

2017

6%

5%

10%

Rata-rata

7%

5%

10%

 

Profit Margin dari hasil perhitungan pada tahun 2013-2017 terjadi fluktuasi yang dimana mengalami peningkatan dan penurunan. Rata-rata Profit Margin perusahaan berada di atas standar industry, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan ini mendapatkan penghasilan bersih yang diperoleh sebesar 7% dari penjualan.

Dari hasil perhitungan Return On Asset di atas dapat dilihat pada tahun 2014-2015 terjadi penurunan laba bersih dari Rp 4.812.618 menjadi Rp 3.709.501, dan 2016-2017 juga terjadi penurunan laba bersih dari Rp 4.984.305 menjadi Rp 4.517.745. selain itu total asset pada tahun 2014-2015 Rp 85.938.885 menjadi Rp 91.831.526, dan tahun 2016-2017 sebesar Rp 82.174.515 menjadi Rp 88.243.995. Ini mengakibatkan penurunan Return On Asset, tetapi jika dilihat secara keseluruhan rata-rata Return On Asset PT Indofood Sukses Makmur Tbk. masih berada di atas standar industry. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penghasilan bersih yang diperoleh adalah sebesar 5% dari total asset yang dimiliki.

Retun On Equity dari hasil perhitungan pada tahun 2013-2017 terjadi fluktuasi yang dimana mengalami peningkatan dan penurunan. Rata-rata Return On Equity sebesar 10% masih berada di atas strandar industry, artinya rata-rata tingkat pengembalian pendapatan yang peroleh pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan adalah sebesar 10%

 

 


Kesimpulan

Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penilaian kinerja terhadap rasio likuiditas dimana dapat dilihat dari rata- rata Current Ratio dan Quick Ratio PT Indofood Sukses Makmur Tbk secara keseluruhan dari tahun 2013-2017 dikatakan Likuid. Penilaian kinerja terhadap rasio Leverage dimana rata-rata Debt to Assets Ratio PT Indofood Sukses Makmur Tbk secara keseluruhan dari tahun 2013-2017 dikatakan Solvabel.

Dengan menerapkan sistem industri 4.0, penilaian kinerja terhadap rasio aktivitas, terlihat rata-rata Inventory Turnover PT Indofood Sukses Makmur, Tbk secara keseluruhan dikatakan efisien, dan rata-rata Total Asset Turnover PT Indofood Sukses Makmur Tbk dari tahun 2013- 2017 mampu menghasilkan penjualan sebesar 0,76 kali dari total asset yang dimiliki. Dengan menerapkan sistem digital menyebabkan kegiatan PT Indofood Sukses Makmur Tbk., menjadi sangat efisien.Perusahaan dapat mengetahui kebutuhan konsumen dengan pasti sehingga pemasaran dan penjualan produk jauh lebih efisien.

 

 


Daftar pustaka

Munir, A. (2017). The Working Capital Management and ProfitabilityAnalysis on The Leading Dairy Food Industries in Indonesia. JAAF (Journal of Applied Accounting and Finance), I(1), 45–52.

Munir, A. (2018). Inflation, Time of Debt Repayment and Firms Performance: The Evidences from Food and Beverage Companies. Journal of Management and Leadership, 1(1), 17–23.

Agnes Sawir, (2015). Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, PT Gramedia Pustaka, 2005:129.

https://www.pelajaran.co.id/2018/07/pengertian-keputusan-investasi-dasar-proses-dan-pengukuran-keputusan-investasi-menurut-para-ahli.html#:~:text=Keputusan%20investasi%20adalah%20suatu%20keputusan,mendatang%20dengan%20jangka%20waktu%20tertentu

http://nichonotes.blogspot.com/2017/11/dasar-dasar-keputusan-investasi.html

http://nichonotes.blogspot.com/2017/11/keputusan-investasi-adalah-modal.html#:~:text=Pengertian%20keputusan%20investasi%20adalah%20kebijakan,sering%20disebut%20dengan%20Capital%20Budgeting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian dan Perhitungan Harga Saham Pada PT Unilever Indonesia Tbk.

Artikel Ilmiah ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PT. MUSTIKA RATU TBK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015