Analisa Perhitungan dan Penilaian Harga Obligasi pada PT. Jasa Marga
Artikel Ilmiah
Analisa Perhitungan dan Penilaian Harga Obligasi pada PT. Jasa Marga
Dosen Pengampu
: Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si
Disusun Oleh
:
Kelompok 11
1. Asifah
Elsa Nurahma Lubis (43220010001)
2. Amartia Rachmawati
(43220010086)
3. Firda Ainun
Fadillah (43220010002)
4. Meisa Arifah
(43220010080)
5. Zelika Azzahra
(43220010005)
UNIVERSITAS
MERCU BUANA
JAKARTA
2021
ABSTRAK
Artikelilmiahdenganmateri “Analisa Perhitungan dan Penilaian Harga Obligasi” ini membahas tentang pentingnya obligasi yang sering digunakan dalam berinvestasi dipasar modal. Obligasi
juga biasanya memiliki sesuatu jangka waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka
waktu tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan. Obligasi adalah surat hutang
yang dikeluarkan oleh perusahaan. Jangka waktu jatuh tempo obligasi bermacam-macam,
jangka waktu relative pendek dan jangka waktu panjang. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ilmiah ini
yaitu pengumpulan informasi dari berbagai sumber media online di internet.
PENDAHULUAN
Seiring perkembangan ekonomi dan bisnis, berinvestasi telah
menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam berbisnis. Kegiatan investasi bukan
hanya dalam bentuk fisik, juga dapat dilakukan dalam bentuk surat berharga seperti
saham dan surat hutang (obligasi). Investasi dalam surat berharga dalam saat ini
sangat banyak dilakukan dan digemari dikalangan investor, khususnya investasi dalam
bentuk surat utang (obligasi). Investasi dalam bentuk surat utang (obligasi)
ini sangat cocok untuk investor yang berjiwa risk aversion (tidak menyukai resiko
tinggi). Obligasi (bond) merupakan surat yang diterbitkan oleh suatu lembaga tertentu
, yang mewajibkan penerbitan obligasi, (peminjam utang) untuk membayar hutang kepada
investor (pemberi utang) sejumlah yang dipinjamkan ditambah bunga untuk periode
tertentu.
Meskipun tergolong aman tetapi obligasi memiliki resiko
yang cukup besar merupakan investasi jangka panjang yang bergantung pada perubahan
tingkat bunga, jangka waktu jatuh tempo, nilai tukar rupiah, inflansi, dan
lain-lainnya. Faktor yang kuat pengaruhnya terhadap sebuah investasi adalah tingkat
suku bunga. Tingkat suku bunga berfluktuasi setiap periode memperlihatkan bahwa
tingkat suku bunga sangat berpengaruh terhadap perubahan harga obligasi. Penentuan
harga obligasi sangat penting agar insvestor dapat menentukan besarnya jumlah uang
yang akan diinvestasikan dan menarik minat investor untuk berinvestasi. Seorang
penerbit obligasi harus bisa menetapkan harga obligasi dengan baik agar investor
yang membeli obligasi tersebut tidak merasa di rugikan, begitu sebaliknya. Untuk
itu perlu dibuat suatu model untuk menentukan harga obligasi tersebut.
Dalam pemodalan harga suatu obligasi yang menjadi permasalahan
utama ialah tidak diketahuinya fluktuasi tingkat suku bunga pada masa yang akan
datang. Oleh karena itu dalam pemodalan harga obligasi, perlu dilakukan pemodelan
terhadap tingkat suku bunga.
Pemodelan tingkat suku bunga dapat dibentuk melalui dua pendekatanya
itu melalui model-model tingkat sukubunga di derivative (ininterestrute
derivatives models) dan model-model deret waktu (times saries models). Dalam perkembangan
analisis financial dalam menggunakan konsep stokastik dalam memodelkan suku bunga.
Untuk mendapatkan memodelkan suku bunga, harus diketahui perilaku suku bunga,
yaitu probabilitas nilai dari suku bunga tersebut dari waktu ke waktu disebut
term structure.
LITERATUR TEORI
Pengertian
obligasi Menurut Irham Fahmi (2013:179) adalah: “Obligasi merupakan surat berharga
yang dijual kepada publik, dimana disana dicantumkan berbagai ketentuan yang
menjelaskan berbagai hal seperti nilai nominal, tingkat suku bunga, jangka waktu,
nama penerbit dan beberapa ketentuan lainnya yang terjelaskan dalam undang –
undang yang disahkan oleh lembaga yang terkait.”
Pengertian
obligasi menurut Rudianto (2012:243) adalah: “Surat utang yang diterbitkan oleh
suatu perusahaan berupa janji untuk membayar sejumlah utang (seperti yang
tercantum dalam nominal obligasi) di kemudian hari beserta pembayaran bunganya secara
berkala.”
Pengertian
obligasi menurut Golrida Karyawati (2011:110) adalah: “Obligasi merupakan surat
utang jangka panjang yang diperjualbelikan di pasar surat-surat berharga.”
Pengertian
obligasi menurut James M. Reeve, dkk yang dialih bahasakan oleh Damayanti Dian
(2013:219): “Obligasi merupakan bentuk surat utang yang dikenakan bunga.
Obligasi mengharuskan pembayaran bunga dilakukan secara berkala, dan nilai
nominal harus dibayarkan kembali pada tanggal jatuh tempo.”
Berdasarkan
dari beberapa pengertian obligasi (bond) yang dikemukakan diatas, dapat disimpulkan
bahwa obligasi (bond) adalah surat utang diterbitkan oleh perusahaan yang
memiliki tanggal jatuh tempo.
Berdasarkan penerbitnya, maka obligasi terdiri
dari :
·
Treasury Bond ( TB)
Treasuruy Bond adalah obligasi yang
diterbitkan oleh pemerintah, seperti departemen keuangan atau bank sentral suatu
negara. Adapun resikonya adalah kecil karena ditanggung langsung oleh Negara.
·
Corporate Bond (CB)
Corporate
Bond adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Obligasi jenis ini mengandung
berbagai macam permasalahan seperti resiko yang harus ditanggung oleh pihak pemegang
obligasi jika ternyata perusahaan tersebut mengalami resiko gagal bayar dengan sebab-sebab
tertentu. Jika tingkat kegagalan membayar semakin tinggi maka semakin tinggi juga
tingkat suku bunga yang harus dibayar oleh penerbit.
·
Municipal Bond (MB)
Municipal
Bond adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Negara bagian dan biasanya
pemegang obligasi ini dibebaskan dari pajak.
·
Foreign Bond (FB)
Foreign
Bond adalah obligasi yang diterbitkan oleh Negara asing dan salah satu resikonya
adalah resiko dalam bentuk mata uang asing.
Jenis-jenisObligasimenurut OJK :
1.
Obligasi Pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk
Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI. Pemerintah menerbitkan obligasi
dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri
VR –Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah / Sukuk Negara.
2.
Obligasi Korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh
Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi pemerintah,
obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon
variable dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada Obligasi Korporasi yang telah
diperingkat atau ada yang tidak diperingkat.
3.
Obligasi Ritel,
yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan melalui
agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. Biasanya ada beberapa jenis yaitu
ORI atau Sukuk Ritel.
PEMBAHASAN
A. Definini Obligasi
Obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan
oleh perusahaan atau negara. Jangka waktu jatuh tempo obligasi bermacam-macam,
ada yang relatif pendek seperti satu tahun, dan ada yang jangka panjang, yaitu
30 tahun.
Bahkan ada obligasi yang dikeluarkan dengan jangka waktu
jatuh tempo yang tidak terbatas. Obligasi tersebut dinamakan consol. Obligasi
mempunyai ciri pembayaran bunga yang bersifat tetap untuk setiap periodenya.
B. Istilah Dalam
Obligasi
Nilai Nominal (Par Value) adalah harga
yang tercantum pada surat obligasi. Nilai tersebut mencerminkan harga yang akan
dibayarkan oleh penerbit obligasi pada saat jatuh tempo.
Kupon Tingkat Bunga adalah tingkat bunga (dalam
persentase berdasarkan nilai nominal) yang akan dibayarkan oleh pihak penerbit
obligasi.
Jatuh Tempo atau jangka waktu (usia) suatu
obligasi biasanya ditetapkan dalam satuan tahun. Pada saat jatuh tempo,
penerbit obligasi mempunyai kewajiban untuk melunasi pemegang obligasi sebesar
nilai nominalnya.
C. Penilaian
Obligasi Berdasarkan Aliran Kas
Nilai suatu obligasi bisa dihitung sebagai
present value dari aliran kas yang akan diterima di masa mendatang oleh
pemegang obligasi.
Harga obligasi
tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.
n Bunga Nominal
Harga =
å -------------- +
---------------- ……… (1)
t=1
(1+kd)t (1+kd)n
Biasanya perusahaan pada saat menerbitkan
obligasi akan menetapkan nilai nominalnya sedemikian rupa sehingga harga pasar
akan sama dengan nilai nominalnya.
Harga pasar obligasi tidak akan konstan
sepanjang usia obligasi tersebut. Tingkat keuntungan yang disyaratkan (kd) bisa
berubah. Tingkat keuntungan yang disyaratkan tersebut merupakan fungsi dari
tingkat keuntungan bebas risiko dan premi risiko. Tingkat keuntungan yang
disyaratkan dihitung dengan cara:
Tingkat keuntungan = aset
bebas risiko + Premi risiko
D. Faktor Penentu
Tingkat Keuntungan Aset Bebas Risiko Dan Premi Risiko
Premi maturity: Jangka waktu
(jatuh tempo) yang berbeda menyebabkan perbedaan tingkat keuntungan yang
disyaratkan. Semakin tinggi jatuh tempo, akan semakin tinggi tingkat keuntungan
yang disyaratkan.
Premi kebangkrutan: perusahaan yang mempunyai
risiko kebangkrutan yang lebih tinggi akan meningkatkan tingkat keuntungan yang
disyaratkan.
Premi likuiditas: semakin likuid
suatu aset, semakin rendah tingkat keuntungan yang disyaratkan.
Premi inflasi: secara umum jika inflasi
meningkat maka tingkat bunga nominal juga akan meningkat, termasuk tingkat
bunga investasi bebas risiko.
Tingkat bunga nominal bisa dituliskan sebagai berikut:
Tingkat bunga
nominal = tingkat bunga riil +
inflasi
E. Metode Penentuan
Harga Obligasi
Bila Nilai pasar obligasi lebih rendah
dibandingkan dengan nilai nominalnya, maka obligasi dikatakan dijual dengan
diskon (discount).
Bila nilai pasar obligasi lebih tinggi dibandingkan
dengan nilai nominalnya. Obligasi dikatakan dijual dengan premi (premium).
Nilai pasar obligasi akan menyatu (converge)
menjadi sama dengan nilai nominal pada saat jatuh tempo.
Yield Obligasi
Dalam beberapa publikasi keuangan, seringkali
ditemui istilah Yield Obligasi, atau sering disingkat menjadi Yield
saja. Yield dihitung sebagai berikut:
Yield = Bunga
/ Harga Pasar Obligasi
Jenis Yield dalam Oligasi antara lain:
Yield To Maturity (YTM)
YTM adalah tingkat keuntungan yang diperoleh
pemegang obligasi, jika obligasi tersebut dipegang sampai jatuh tempo (mature).
Dalam beberapa situasi, perusahaan yang menerbitkan
obligasi mempunyai hak untuk melunasi obligasi sebelum jatuh tempo. Jika tingkat
bunga pasar turun, maka insentif untuk melunasi akan semakin besar.
Yield To Call
Tingkat keuntungan yang diperoleh investor
jika investor tersebut memegang obligasi sampai dilunasi, disebut sebagai Yield
To Call (YTC).
F. Obligasi dengan
Tingkat Bunga Setiap Semester
Biasanya obligasi membayar bunga setiap
semester (setengah tahun). Perhitungan harga obligasi dengan bunga setiap
semester pada dasarnya sama, tetapi ada beberapa penyesuaian:
1.
Kupon bunga dibagi dua (karena bunga dibayar
setiap semester)
2.
Jangka waktu obligasi dikalikan dua
3.
Tingkat diskonto juga dibagi dua.
G. Formulasi
Obligasi dengan Tingkat Bunga Setiap Semester
Formula untuk obligasi dengan karakteristik tersebut,
2N
Bunga/2 Nominal
Harga = å -------------- +
---------------- ……… (2)
t=1
(1+kd/2)t (1+kd/2)n
H. Risiko Tingkat
Bunga
Tingkat bunga bisa berubah-ubah tergantung banyak faktor,
yaitu:
•
Jangka Waktu Obligasi
•
Obligasi Tanpa Bunga
•
Obligasi dengan Kupon Bunga
I. Jangka Waktu
Obligasi
Eksposur terhadap risiko tingkat bunga tersebut
tergantung dari beberapa faktor. Salah faktor adalah jangka waktu obligasi.
Obligasi dengan jangka waktu lebih panjang, cateris
paribus, mempunyai eksposur tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan
dengan dengan obligasi dengan jangka waktu yang lebih pendek.
J. Obligasi Tanpa
Bunga dan Obligasi dengan Kupon Bunga
Obligasi tanpa bunga adalah obligasi yang
tidak membayarkan bunga sebelum jatuh tempo.
Obligasi tersebut dinamakan zero coupon bond atau zeroes.
Harga = Nilai Nominal / (1 + r)n ……… (3)
dimana r = tingkat bunga
n = periode
Dibandingkan dengan obligasi dengan bunga, apakah
obligasi tanpa bunga lebih berisiko atau kurang berisiko? Kita bisa
membandingkan obligasi tanpa bunga tersebut dengan obligasi yang membayarkan
bunga 20% setiap tahun, dengan jangka waktu lima tahun.
K.
Obligasi
PT JasaMarga
|
No |
Obligasi |
Kode |
Jumlah (Juta) |
Tingkat Bunga |
Jatuh Tempo |
Peringkat |
|
1 |
JasaMarga
XIII (R) |
JMPD13R |
1.500.000 |
10.25 |
2017 |
Id
AA |
|
2 |
JasaMarga
XIV (JM-10) |
JMPD14JM10 |
1.000.000 |
9.35 |
2020 |
Id
AA |
|
3 |
Obligasiberkelanjutan
I JasaMargaTahap I Tahun 2013 seri s-seri c |
JSMR01CCN1S |
1.000.000 |
8.9 |
2018 |
Id
AA |
|
4 |
Obligasiberkelanjutan
I JasaMargaTahap II Tahun 2014 seri T |
JSMR01CN2T |
1.000.000 |
9.85 |
2019 |
Id
AA |
|
5 |
Komodo
Bond |
|
4.000.000 |
7.5 |
2020 |
Baa3
(Positive) oleh Moody’s BB+ (Stable) oleh S&P |
KESIMPULAN
Seiring perkembangan ekonomi dan bisnis, berinvestasi telah
menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam berbisnis. Kegiatan investasi bukan
hanya dalam bentuk fisik, juga dapat dilakukan dalam bentuk surat berharga seperti
saham dan surat hutang (obligasi). Investasi dalam surat berharga dalam saat ini
sangat banyak dilakukan dan digemari dikalangan investor, khususnya investasi dalam
bentuk surat utang (obligasi). Obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan
oleh perusahaan atau negara.
Faktor penentu tingkat keuntungan aset bebas risiko dan premi risikoyaitu premi kebangkrutan, premi likuiditas, dan premi inflasi. Metode penentuan harga obligasi yakni
yield obligasi, yield to maturity (YTM),
yield to call. Obligasi dengan jangka waktu lebih panjang, cateris
paribus, mempunyai eksposur tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan
obligasi dengan jangka waktu yang lebih pendek.
DAFTAR PUSTAKA
Fahmi, I.
(2012). Pengantar Pasar Modal (Panduan bagi para Akademisi dan Praktisi
Bisnis dalam Memahami Pasar Modal Indonesia). Bandung: Alfabeta.
Ibrahim, H. (2008). Pengaruh
tingkat suku bunga, peringkat obligasi, ukuran perusahaan dan DER terhadap
yield to maturity obligasi korporasi di bursa efek indonesia periode tahun
2004-2006. Universitas Diponegoro Semarang.
Situmorang, B. (2017).
Pengaruh Peringkat Obligasi, Dept To Equity Ratio dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Yield To Maturity Obligasi Korporasi dengan Tingkat Suku Bungan SBI
sebagai Variabel Moderating. Universitas Universal.
Modul Perkuliahan Manajemen Perkuliahan 5 Analisa perhitungan dan penilaian harga obligasi.
Yananto Mihadi Putra,
S.E., M.Si, CMA., CAP., CAPF.
https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/364
https://jasamarga.com/public/id/hubunganinvestor/hubunganinvestor/informasiobligasi.aspx
Komentar
Posting Komentar